Babel Pecas Ndahe

Juni 21, 2009 § 69 Komentar

bableSebuah layanan bincang-bincang baru telah tersedia. Mengingatkan kita pada masa-masa keemasan mIRC. Sampean sudah mencoba?

Saya sudah. Beberapa kawan bahkan sempat ikut menemani saya ngobrol. Ada Tongki, Fify, Celeng, Gery, Bobby, dan beberapa kawan lain yang keluar-masuk.

Pertama kali mencoba, saya langsung teringat bilik obrolan masa lalu, mIRC. Aha! Sampean tentu juga masih ingat, kan?

Babel (masih versi Alpha) adalah layanan komunikasi untuk dan dengan siapa pun, di mana saja. Dia mampu melayani aneka bahasa asing, hingga 45 bahasa. Dia juga pemurah, gratis untuk membuat sebuah grup obrolan.

Dibanding mIRC, BabelWithMe lebih simpel dan desainnya rapi. Dan, ini yang penting, dia didukung oleh Google sebagai mesin sulih bahasa. Jadi sampean bisa menulis, umpamanya, dalam bahasa Inggris, lalu secara otomatis Babel akan menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia. « Read the rest of this entry »

Konsumen Pecas Ndahe

Juni 8, 2009 § 100 Komentar

Perilaku konsumen telah berubah. Sebelum membeli, mereka memanfaatkan Internet untuk membandingkan satu produk dengan produk lain. Konsumen semakin cerdas?

keyboardBulan purnama membuat Sabtu pekan lalu terasa sangat lengas. Hawa panas menerpa sepanjang hari, membuat saya malas keluar rumah. Kebetulan juga karena sedang bokek, sekalian saja saya melewatkan weekend di rumah saja.

Iseng-iseng saya menyalakan televisi dan menemukan acara bincang-bincang yang menarik perhatian di Metro TV. Dipandu oleh Desy Anwar, acara itu menampilkan dua pembicara: Hermawan Kertajaya dan Philip Kotler. Tak sulit ditebak. Dari profil kedua pembicara ini sudah jelas terlihat bahwa tema bincang-bincang pasti mengenai pemasaran.

Benar saja. Begitu menyimak perbincangan mereka, saya tahu bahwa mereka memang tengah membahas perihal ilmu marketing dan perilaku konsumen masa kini.

Aha! Saya bukan ahli pemasaran seperti Hermawan atau Kotler. Pun bukan penulis blog mengenai marketing seperti teman saya yang kemlinthi tapi baik hati itu, Nukman Luthfie.

Nukman who? Ealah, sampean ndak kenal? Wah, kelewatan … « Read the rest of this entry »

Email Pecas Ndahe

Mei 14, 2009 § 77 Komentar

WordPress memberikan layanan baru mulai 12 Mei 2009: posting via email. Saya terkesima membaca pengumuman tersebut di sebuah tautan di dashboard blog yang numpang hosting di wp.com ini.

Posting lewat e-mail jelas sangat membantu para pengguna mobile phone, seperti BlackBerry maupun iPhone. Kini mereka tak harus membuka laptop dan mencari koneksi Internet untuk memperbarui blog. Tinggal nulis posting di perangkat mobile lalu kirim via email.

Seberapa andal layanan anyar itu? Untuk membuktikannya, saya langsung mencobanya. Posting ini saya bikin di BlackBerry. « Read the rest of this entry »

BlackBerry Pecas Ndahe

Mei 13, 2009 § 140 Komentar

Seorang teman mengungkapkan kekesalan hatinya lalu menulis di halaman note di Facebook. Dia, namanya Anindhita Maharrani (Dhita), kesal karena BlackBerry miliknya tiba-tiba “ngadat” setelah tiga bulan dibeli di sebuah gerai di ITC Fatmawati, Jakarta Selatan.

Ngadat? Maksudnya? BlackBerry Bold milik Dhita itu tiba-tiba tak bisa dipakai untuk berselancar di jalur Internet, mengirim dan menerima e-mail, dan chatting via BlackBerry Messenger atau Yahoo! Messenger. Peranti mobile office itu hanya dapat dipakai untuk berhalo-halo dan bertukar sandek (SMS).

Ada apa gerangan?

Olala, beginilah rupanya kejadian yang menimpa Dhita. Supaya tak bias, saya kutip langsung kronologi kasusnya menjengkelkan itu, seperti yang ditulis di Facebook. Tentu saja atas izin Dhita. « Read the rest of this entry »

Obama Pecas Ndahe

Januari 21, 2009 § 90 Komentar

Krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya — Barack Husein Obama.

Dini hari itu, di batas antara malam yang sudah tak bisa disebut malam lagi, dan pagi yang belum datang, saya melihat lelaki itu berdiri gagah di atas mimbar. Parasnya berseri-seri, penuh percaya diri.

Jutaan mata menatap ke arahnya, termasuk saya yang menikmati penampilannya lewat layar kaca.

Dia Barack Husein Obama, Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Rabu dini hari itu, ia dilantik dan mengucapkan sumpah. Setelah itu, ia menyampaikan pidato resmi pertamanya setelah dilantik.

Saya terkesima oleh orasinya yang penuh optimisme. Saya tersihir oleh semua bahasa tubuhnya tenang tapi begitu meyakinkan.

Kata demi kata, mengalir lancar dari mulutnya. Setiap kalimatnya seperti mantra bagi rakyat Amerika, dan para pengagumnya di seluruh dunia.

Untuk mengenang dan merawat apa yang dikatakannya, saya tayangkan lengkap isi pidato Obama dalam bahasa Indonesia di sini. Semoga bermanfaat. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Duniasana category at Ndoro Kakung.