Buru Pecas Ndahe

Februari 25, 2008 § 24 Komentar

Perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa, kata Milan Kundera. Untunglah penghapusan ingatan juga tak semudah membalik tangan.

Arkian seorang perupa bernama A. Gumelar Demokrasno. Ia melakukan “perjuangan melawan lupa” melalui karya-karya grafisnya yang dikumpulkan dalam sebuah buku, Dari Kalong Sampai Pulau Buru: Kisah Tapol Dalam Sketsa.

Saya beruntung memperoleh buku yang cukup langka ini dari seorang kawan sekaligus guru yang baik, eks penghuni Pulau Buru juga, Amarzan Ismail Hamid. Karena itu saya ingin membagikan secuil isinya pada sampean. « Read the rest of this entry »

Tafsir Pecas Ndahe

Februari 22, 2008 § 21 Komentar

Kisah roman klasik Romeo and Juliet karya William Shakespeare ternyata tak berakhir tragis. Setidaknya dalam tafsir seorang pengemudi truk, dua tokoh cerita legendaris itu justru hidup bahagia hingga manula …

Walaupun punggungnya sudah terbungkuk, Yuliet [pakai Y] pun masih setia membawa seceret air untuk Romeo kekasihnya yang tengah menunggu burung di sangkar.

Ah, ada-ada saja. Untunglah yang ditafsirkan cuma dongeng rakyat yang kemudian diadaptasi oleh Shakespeare, dan bukan lukisan karya Leonardo da Vinci yang dianggap sakral itu …

Cangkir Pecas Ndahe

Februari 21, 2008 § 50 Komentar

Setahu saya, cangkir itu cuma punya satu pegangan. Karena, logikanya, peminumnya cuma satu orang. Ngapain pegangannya lebih dari satu, gitu kan? Tapi, saya malah nemu sebuah cangkir teh dengan tiga pegangan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, siang ini.

Saya ndak tahu kenapa desainer cangkir itu menyediakan tiga. Apa ya ada orang yang dalam keadaan normal mau rebutan minum dari satu gelas?

Kalau tidak, lalu apa fungsi pegangan tiga itu?

Altis Pecas Ndahe

Februari 20, 2008 § 48 Komentar

Akhirnya saya datang juga ke acara Blogger Luncheon with Corolla siang tadi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Sengaja kali ini saya ndak mengulasnya panjang kali lebar karena acara perkenalan dengan sedan All New Corolla Altis itu ndak terlalu penting buat sampean, Ki Sanak. Apalagi acara makan-makannya.

Selain itu, saya ndak terlalu paham urusan kendaraan model beginian. Sampean sendiri juga bisa mencari informasi tentang mobil itu di Google atau di situs resmi Toyota — dengan catatan kalau sampean berminat.

Buat saya, ada banyak kejadian yang lebih menarik dan penting di acara itu. Misalnya saja, saya bisa melihat bagaimana aksi Paman Tyo yang duitnya sudah tak meteran lagi itu mencari bahan posting untuk blognya. « Read the rest of this entry »

Corolla Pecas Ndahe

Februari 18, 2008 § 54 Komentar

Sampean mungkin juga mendapat undangan seperti ini. Entah hari ini, kemarin, atau kemarinnya. Tapi saya baru memperolehnya siang ini.

Sebuah kehormatan tentu saja, sekaligus keheranan. Sebuah kehormatan karena saya merasa produsen mobil raksasa sekelas Toyota telah menghargai blogger begitu tinggi. Mereka tak lagi memandang kelompok penulis digital ini dengan sebelah mata.

Tapi saya juga heran, kok saya yang diundang? Lah saya ini siapa toh kok sampai diajak makan siang? Apa mereka ndak khawatir saya nanti minta nasi liwet plus wedang ronde di acara itu?

Enaknya datang nggak ya, Ki Sanak?

Where Am I?

You are currently browsing the Gambariana category at Ndoro Kakung.