PSSI Pecas Ndahe

Juli 18, 2007 § 19 Komentar

Petang nanti, hanya beberapa jam lagi, sebuah tribute mungkin akan ditulis oleh para penyair, pujangga, wartawan, juga para pengeblog untuk tim sepak bola nasional Indonesia (PSSI).

Pasukan yang dilatih Ivan Kolev itu akan menghadapi kesebelasan Korea Selatan di ajang Piala Asia 2007. Kalau menang, berarti ini untuk pertama kalinya tim Merah-Putih lolos ke perempat final. Sebuah rekor baru. Sejarah. Jika kalah, maaf saudara-saudara, kita masuk kotak.

Tapi, rasanya tak penting benar kita menang atau kalah. Hari-hari ini kita telah melihat bagaimana bergeloranya semangat dan manisnya sikap para suporter, fans, pendukung Ponaryo Astaman dan kawan-kawan. Lihatlah ketika mereka ikut menyanyikan Indonesia Raya. Betapa bergemuruhnya teriakan mereka. Betapa hasrat, passion, telah menyatukan mereka dalam sebuah dukungan bersama.

Terus terang, hari-hari ini, saya jadi ikut bergetar karenanya. Belum pernah rasanya, tim sepak bola kita membuat para pendukungnya begitu sensitif. Sentimentil. Benarkah karena ini merupakan semacam simbol dari seberkas cahaya di ujung lorong yang gelap? « Read the rest of this entry »

Bedes Pecas Ndahe

Juli 17, 2007 § 18 Komentar

Kemarin saya ikut terkena Monday rush: ikut repot bangun pagi menyiapkan bedes-bedes cilik itu memulai tahun ajaran baru.

Tak terasa liburan sekolah sudah selesai dan anak-anak mesti masuk kelas lagi. Si sulung naik kelas dua SD, si bungsu masuk TK.

Tapi, bukan persiapan yang penuh gerak akrobatik itu yang bikin saya ngakak. Sepulang sekolah, bedes sulung saya itu tiba-tiba bertanya begini …

Sulung: Ayah tahu nggak bahasa Inggrisnya ibu mendorong sapi?
Saya : Tahu dong, tapi kenapa kamu tanya itu?
Sulung : Ah pokoknya ayah jawab dulu
Saya : Oke deh, bahasa Inggrisnya ibu mendorong sapi ya Mother pushes cow
Sulung : Salah, weeek …
Saya : Kok salah? Emang yang bener apa dong, nak?
Sulung : Mampus kauw (mom push cow) … hahahaha … Ayah aku bohongin …
Saya : ???#$$%??

Rupanya teman sekolah baru membuat anak saya mendapat gojek kere baru pula. Dasar bedes!

Sopir Pecas Ndahe

Juni 29, 2007 § 21 Komentar

Tak di semua tempat di Indonesia terjadi korupsi, kebejatan, dan kelalaian. Ada saja di sana-sini sekerat kebijaksanaan.

Syahdan seorang sopir bus menuturkan kisah tentang kebijaksanaan itu.

Pada suatu malam sopir bus antarkota itu membawa kendaraannya menyeberangi sebuah sungai. Jembatan rusak dan semua kendaraan harus mempergunakan jembatan darurat.

Sebenarnya lumrah saja. Tapi beberapa detik di malam yang hujan dan senyap itu sang sopir ragu kuatkah jembatan ini? « Read the rest of this entry »

Blacklist Pecas Ndahe

Juni 29, 2007 § 22 Komentar

Sebelum sampean naik pesawat terbang hari ini, sebaiknya baca berita ini dulu.

“All Indonesian airlines including national carrier Garuda are to be banned from the European Union. An updated blacklist of unsafe airlines also includes operators from Bulgaria, Moldova, Angola and Ukraine.” — BBC News

Halah. Pecas ndahe tenan ki … 😦

Hidup kita memang di tangan Tuhan. Tapi, apa ya sampean ndak mau berpikir-pikir dulu sebelum naik pesawat?

Ruwet Pecas Ndahe

Juni 28, 2007 § 18 Komentar

“Malu bertanya sesat di jalan.”

Kata-kata itu tertulis besar-besar pada dinding retak di dalam kamar kumuh penuh buku-buku filsafat milik seorang mahasiswa, sebut saja namanya Tanyamelulu.

Kuliahnya sudah semester sepuluh, tapi belum lulus juga. Rambutnya lusuh, berminyak. Kacamata minus tujuh nangkring di atas hidungnya. Ia cuma punya satu sepatu kulit lancip asli buatan Cibaduyut.

Di hari-hari ini, di saat ia merasa kesepian karena tak seorang pun mengacuhkan pertanyaannya, kawan-kawannya sekuliah sedang ramai mengecam pemerintah, ia memutar CD lawas yang sedang ia gemari: suara sayu Betharia Sonata. Halah. Jadul amat!

Hanya pacarnya yang masih telaten, bersedia mendengar pertanyaannya.

“Apa pertanyaanmu kali ini, Mas?” begitu tanyanya. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.