Dishub Pecas Ndahe
Juni 28, 2007 § 11 Komentar
Ya beginilah yang namanya berebut rejeki di jalan. Siapa yang kuat, dia yang menang. Tinggallah pelanduk terjepit di tengah.
Siapa pelanduknya?
Siapa lagi kalau bukan kita Ki Sanak, saya dan sampean, para pengguna jalan. Kita ini cuma dianggap sekadar angka-angka, sasaran rebutan.
Di mata mereka, jidat kita ini ada tulisan besar-besar: DUIT.
Tangis Pecas Ndahe
Juni 27, 2007 § 16 Komentar
Mas, Mas, kenapa sih sampean nangis? Wong lanang kok nangisan. Wis gede maneh. Mbok dadi wong lanang ki ojok gembeng, cengeng, dikit-dikit nangis.
Terharu tauuu …
Terharu? Halah. Kok baru sekarang? Memangnya selama ini sampean ke mana saja?
Sibuk dong, banyak kerjaan. Emangnya pengangguran seperti sampean. « Read the rest of this entry »
Kantor Pecas Ndahe
Juni 26, 2007 § 20 Komentar
Pembantu Pecas Ndahe
Juni 8, 2007 § 15 Komentar
Bayangkan seandainya setiap pembantu rumah tangga di Indonesia dikasih komputer/notebook, akses internet, dan diajari ngeblog. Kira-kira apa ya yang bakal mereka tulis?
Rasan-rasan majikan? Rumpian tentang si bapak yang genit? Ngomongin nyonyah rumah yang galak dan cemburuan? Beratnya pekerjaan? Ah, jangan-jangan mereka malah memakai blog sebagai ajang tebar pesona, kontak jodoh, tempat para bedinde dan jongos mencari pasangan …
Ada banyak kemungkinan dan variasi jawaban. Pembantu yang pada dasarnya suka berbagi ilmu, siapa tahu malah akan mengisi blognya dengan aneka resep masakan favorit anggota keluarga tempatnya bekerja atau kiat ngepel kilat.
Bedinde yang lantip dan trengginas mungkin akan membuat posting tips dan trik menghadapi momongan yang rewel atau hiperaktif. Mungkin pula dia akan membuat tips menghadapi juragan lanang yang gatel. « Read the rest of this entry »





