ERP: tolak atau dukung?

Januari 16, 2023 § 1 Komentar

Cerita hari ke-16.

Jakarta akan menerapkan aturan jalan berbayar atau ERP (electronic road pricing) di sejumlah ruas jalan.

Aturan ini dimaksudkan untuk mengurangi  kemacetan pada jam-jam sibuk. Menurut kajian Kementerian Perhubungan, praktik jalan berbayar ini dapat menurunkan volume lalu lintas lebih dari 13 persen.

Jam jalan berbayar di Jakarta rencananya akan berlaku pada pukul 05.00-22.00 WIB setiap hari, kecuali ada kebijakan dari gubernur untuk tidak memberlakukan aturan ini untuk sementara waktu. Khusus pengendara sepeda dan sepeda listik tidak dikenakan tarif ERP.

« Read the rest of this entry »

Cara meningkatkan jumlah penonton TikTok Live

Januari 3, 2023 § Tinggalkan komentar

Inilah tantangan terbesar para kreator ketika hendak mengadakan TikTok Live, yaitu menarik sebanyak mungkin jumlah pemirsa.

Banyaknya penonton berpengaruh terhadap peluang mendapatkan cuan. Bagaimana caranya?

« Read the rest of this entry »

Bagaimana cara memberantas suap?

Desember 28, 2022 § Tinggalkan komentar

Amien Sunaryadi punya temuan menarik. Temuan mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi ini didapatkan dari survei.

Hasil survei dia umumkan melalui akun Twitternya.

Berdasarkan hasil survei itu, Amien menyimpulkan bahwa prioritas program antikorupsi adalah pemberantasan suap. Bagaimana cara memberantas suap?

« Read the rest of this entry »

Apakah kita masih perlu media dan wartawan?

Desember 26, 2022 § 2 Komentar

Sejak mesin-mesin dengan kecerdasan buatan muncul, saya melihat ada beberapa profesi yang terdampak. Salah satunya adalah profesi wartawan.

AI memang belum tentu akan menggantikan total pekerjaan wartawan, tapi faktanya AI sudah mampu melakukan sebagian pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh wartawan, yaitu menulis artikel.

Mengapa profesi wartawan terdampak oleh kehadiran AI?

« Read the rest of this entry »

Belajar dari kasus kemiripan logo Vooya dan Voyagers

Mei 1, 2020 § 12 Komentar

Linimasa Twitter mendadak riuh tempo hari. Apa pemicunya? Para warganet ternyata membahas kemiripan logo koleksi terbaru sepatu FILA dengan bentuk finger heart milik merek lokal bernama VOOYA. VOOYA adalah perusahaan yang didirikan sejak 2016 oleh anak-anak muda yang bergerak di bidang konsultasi dan pengarahan dengan misi membantu generasi muda menemukan passion sesungguhnya.

Logo Vooya dan Voyager yang mirip,

Kedua merek itu sama-sama mempunyai logo berbentuk V yang diduga terinspirasi oleh gestur finger heart (lambang cinta) yang biasa dipakai oleh fans K-pop. Kebetulan grup penyanyi Korea BTS merupakan duta produk baru sepatu FILA yang keluar awal Maret 2020.

Logo mereka juga sama-sama didominasi warna ungu. Selain logo dan tone warnanya yang relatif sama, Vooya juga menyebut para targetnya sebagai The Vooyagers yang mirip nama koleksi Fila terbaru, Voyagers. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.