Twit Pecas Ndahe
Agustus 15, 2013 § 30 Komentar
Sampean pernah jengkel membaca balasan kicauan dari sebuah akun di Twitter? Geli melihat reaksi follower terhadap twit sampean?
Setelah lebih dari empat tahun memakai Twitter, saya belajar mengenai kicauan para follower dan reaksi mereka terhadap setiap twit saya.
Tingkah akun-akun itu, baik yang menjadi follower maupun bukan, sangat beraneka rupa. Ada yang menyenangkan, inspiring, membingungkan, lucu, kadang bikin hati panas, menjengkelkan, atau membuat saya ingin menoyor kepalanya.
Kadang saya geli juga membaca respons dari salah satu follower seperti di bawah ini:
Ketiaknya sama bagus. Ada dua. RT @ndorokakung: angelina atau irina … http://t.co/Wqkthk06K9
— WINARYO (@iowinar)
Bagi saya, setiap twit adalah eksperimen. Ia membawa saya ke sebuah petualangan baru yang berujung ke relaksasi jiwa. « Read the rest of this entry »
Teror Pecas Ndahe
Mei 16, 2013 § 145 Komentar
“Tak ada kelompok ras atau etnik di Indonesia yang, betapapun kencangnya melakukan agitasi, dapat mengobarkan kekerasan sistematik dengan 1.198 orang tewas (27 di antaranya ditembak), 150 wanita diperkosa, 40 supermarket dan 4.000 toko dibakar, dan ribuan motor, mobil, dan rumah dilalap api di 27 area ibukota hanya dalam tempo 50 jam.”
Tulisan Ariel Heryanto itu saya kutip dari sini. Dan setiap kali membacanya, saya terkenang pada salah satu lembaran paling hitam dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998.
Saya sepakat dengan Ariel yang menulis:
Siapa pun yang mengenal Indonesia sadar betul bahwa tidak ada kelompok sosial di luar kekuatan negara yang mampu untuk menggelar kerusuhan secara dahsyat dan efektif seperti terjadi di Jakarta dan Surakarta beberapa waktu lalu.
Tidak PAM Swakarsa. Tidak juga FPI. « Read the rest of this entry »
Cafe Pecas Ndahe
Januari 7, 2013 § 74 Komentar
Bayangkan begini. Sore menjelang senja. Sampean sedang duduk sendirian ke sebuah kafe. Seperti biasa, sampean memilih tempat favorit, sofa di pojok, dekat jendela, menghadap pintu masuk.
Di luar, hujan jatuh. Airnya tempias membasahi jendela kaca. Kafe sepi. Tak ada orang lain di dalam, kecuali sampean dan dua pejaga kafe.
Tiba-tiba masuklah seorang pria atau wanita. Sampean langsung mendongak, menatap matanya. Dia juga.
Aha. Mata bertemu mata. Bersirobok. Lalu sama-sama tersenyum. Manis. Dan mendadak sampean merasa ada kupu-kupu menari di perut.
Pernahkah? Pernahkah sampean jatuh cinta pada sosok asing di sebuah kedai kopi? « Read the rest of this entry »
Baturaden Pecas Ndahe
Juli 17, 2012 § 90 Komentar
Berada di kaki Gunung Slamet, Baturaden adalah sebuah kawasan wisata 25 kilometer di utara Purwokerto, Jawa Tengah.
Dengan lanskap alamnya yang cantik, Baturaden menyimpan banyak tempat menarik bagi para wisatawan.
Ke sanalah saya biasa menghabiskan waktu bila masa liburan sekolah tiba. Bahkan dalam lima tahun terakhir ini, saya selalu ke sana tiap liburan. « Read the rest of this entry »
