Penistaan Pecas Ndahe

April 29, 2010 § 106 Komentar

Sebuah blog memicu kegemparan. Saya pertama kali mengetahuinya dari salah satu follower saya di Twitter.

“Mas, tolong dilihat, apakah yang harus kita lakukan dengan blog ini?” begitu bunyi pesan yang masuk ke timelinesaya.

Pesan itu mencantumkan tautan yang ketika saya klik, ternyata mengarah ke alamat blog yang mengatasnamakan sebuah SMA swasta di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.

Saya kaget karena isi blog tersebut sangat provokatif dan sarat dengan isu agama. Judul blognya saja sebuah ajakan membasmi sebuah agama dari bumi pertiwi. Lalu tulisan-tulisan di dalamnya bernada menghina dan menyebarkan kebencian terhadap agama itu. Gambar dan fotonya pun provokatif. Contohnya ada foto kitab suci di dalam toilet.

Singkat kata, menurut undang-undang, blog itu bisa dianggap telah menistakan sebuah agama. « Read the rest of this entry »

Priok Pecas Ndahe

April 14, 2010 § 81 Komentar

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja bentrok dengan massa di kawasan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bentrok dipicu rencana petugas menertibkan kawasan pemakaman Mbah Priuk.

Jumlah korban luka-luka dan meninggal masih simpang siur. Tapi apa bedanya? Mau satu, dua, tiga atau seratus, yang namanya korban tetap korban.

Ingatan saya melayang pada sebuah esai Goenawan Mohamad tentang “korban” dan “massa”. Korban, tulis GM, adalah mereka yang lari dari desa dan digusur dari perluasan kota.

Perubahan selalu melahirkan korban. Revolusi industri di Inggris, perang saudara di Amerika, revolusi Bolshewik di Rusia, pembangunan kota Paris.

Hari-hari ini kita juga melihat korban jatuh di kawasan pecinan Benteng, Tangerang, dan di Tanjung Priok — atas nama perubahan.

Mengapa yang jadi korban hanya mereka, orang kecil sejak dulu? Bukankah itu pertanda ketidak-adilan dari strategi pembangunan? Tidakkah ada jalan lain, yang jika perlu ada korban maka itu biarlah mereka yang pernah nikmat di atas? « Read the rest of this entry »

Aspartam Pecas Ndahe

April 13, 2010 § 56 Komentar

Email tentang bahaya aspartam terus bertebaran. Beberapa merek produk makanan dan minuman disebut-sebut mengandung pemanis sintetis ini. Benarkah aspartam menyebabkan diabetes, kanker otak, dan sebagainya?

Tunggu dulu. Untuk sampean yang belum paham topik ulasan kali ini, aspartam adalah pemanis buatan pengganti gula yang biasa digunakan di dalam makanan dan minuman. Karena kandungan kalorinya rendah, aspartam juga dipakai sebagai pengganti gula bagi orang-orang yang melakukan diet dan penderita diabetes.

Di industri makanan dan minuman, aspartam telah dipakai secara luas bersama pemanis kimia lain seperti sakarin dan siklamat. Dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel, aspartam telah digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama digunakan di minuman soda dan permen. Aspartam disukai karena memiliki rasa yang lebih manis 180-200 kali dari gula yang biasa.

Entah kenapa, tiba-tiba beredar kabar bahwa aspartam ternyata memicu pelbagai penyakit berbahaya. Saya pertama kali mendapatkan surat elektronik yang mengingatkan tentang bahaya aspartam itu beberapa bulan yang lalu. Pesan yang sama juga saya peroleh melalui pesan pendek (SMS) yang masuk ke handphone dari kawan-kawan. Sampai beberapa hari yang lalu, masih ada satu dua email tentang aspartam itu masuk ke inbox.

Semula saya sempat kaget karena email itu lengkap menyebutkan merek-merek terkenal, seperti Extra Joss, M-150, Kopi Susu Gelas, Kiranti, Kratingdaeng, Hemaviton, Marimas, Frutillo, Segar Sari, dan sebagainya. Email itu bahkan mencantumkan Ikatan Dokter Indonesia sebagai sumber.

Saya jadi bertanya-tanya, benarkah aspartam memicu beberapa penyakit seperti yang disebut dalam email itu? Benarkah merek-merek yang disebut itu mengandung aspartam? Jika ya, mengapa pemerintah — Departemen Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan — tak melarang peredaran makanan dan minuman yang disebut-sebut memakai aspartam? « Read the rest of this entry »

TVOne Pecas Ndahe

April 9, 2010 § 109 Komentar

Polisi menuduh TVOne merekayasa tayangan dengan menampilkan pria yang mengaku sebagai makelar kasus. TVOne membantah. Apa yang terjadi sebenarnya?

Itulah salah satu berita paling panas hari-hari ini. Mana yang benar, belum bisa dipastikan hingga tulisan ini dibuat. Tapi polisi sudah mengadukan TVOne ke Dewan Pers.

Versi polisi: lelaki yang disebut dengan nama Andris Ronaldi itu mengaku sudah 12 tahun berpraktek sebagai makelar kasus. Tapi setelah ditangkap dan diinterogasi, ternyata lelaki itu hanyalah tenaga out sourcing di bidang media, sebuah perusahaan media tapi bukan media TV atau surat kabar. Andris alias Roni itu ternyata juga belum pernah menginjakkan kaki di Markas Besar Polri.

Masih menurut polisi, ternyata yang bersangkutan diminta mengaku sebagai makelar kasus berdasarkan permintaan seorang presenter. « Read the rest of this entry »

Gayus Pecas Ndahe

Maret 26, 2010 § 69 Komentar

Apa yang bisa kita lakukan dengan uang Rp 25 miliar di tangan? Mungkin sampean bisa membeli 25 mobil mewah Toyota New Alphard seri 3.5 G. Sampean dapat pula membeli 25 kamar tipe Vaganza yang sangat luks di Apartemen Bellagio Residence, Jakarta. Atau bisa juga sampean membangun empat sekolah dasar mewah di Tangerang City.

Gayus Halomoan P. Tambunan memilih menyimpan uang sebanyak itu di bank. Dan kegegeran pun meledak gara-gara uang Rp 25 miliar itu konon hasil penggelapan pajak.

Tentang pajak, saya jadi teringat sebuah cerita lama yang tersimpan di antara ribuan koleksi perpustakaan pabrik saya. Saya ingin membagi cerita itu ke sampean hari ini.

Syahdan, suatu hari di masa kolonialisme Belanda di Indonesia, seorang penduduk Desa Sambong, Blora, telah menolak membayar pajak. Tidak ragu lagi, asisten wedana menurunkan perintah agar si pembangkang dipenjarakan.

Tetapi sebelum masuk kurungan, orang itu meminta kepada kawan-kawannya untuk memberikan “penghargaan” kepada penguasa daerah begitu dia selesai menjalani masa hukuman. Para sahabatnya setuju.

Benar saja. Setelah hukuman selesai dijalani, ratusan penduduk mendatangi kantor asisten wedana. Inilah saatnya si bekas terhukum dan kawan-kawannya akan memberikan “penghargaan”. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.