Marshanda Pecas Ndahe

Agustus 12, 2009 § 147 Komentar

Kebajikan yang sering diajarkan ialah jangan mencari popularitas. Kemasyhuran bisa membunuh hati. Dan merusak perangai.

Siapa tak kenal Marshanda? Seandainya saja sampean baru datang dari negeri seberang setelah sepuluh tahun merantau. Jika sampean tak pernah nonton TV. Bila sampean benar-benar seorang peneliti yang sangat berdedikasi pada pekerjaan dan tak pernah keluar laboratorium barang sepuluh menit. Boleh jadi sampean tak mengenal Marshanda.

Baiklah, Ki Sanak. Saya juga tak mengenal anak gadis itu. Saya hanya pernah melihatnya beraksi di layar kaca. Marshanda memang pernah beberapa kali membintangi sinetron. Namanya juga disebut-sebut di media-media hiburan. Tapi sesungguhnya saya tak begitu mengenal siapa dia — sampai akhirnya saya menemukan video Marshanda di Youtube itu. « Read the rest of this entry »

Calo Pecas Ndahe

Agustus 7, 2009 § 89 Komentar

Lama-lama, narablog itu mirip calo. Bisa dimintai tolong membuat acara ini dan itu. Eh diundang ikut lelang pula. Doh!

Begitulah yang saya rasakan dan alami beberapa hari belakangan ini. Tentu saja perasaan itu tak datang dari ruang hampa. Cerita dimulai ketika beberapa hari yang lalu saya terbang ke Bangkok, Thailand, untuk suatu urusan dinas. Halah, dinas! Pokoknya bukan acara piknik begitulah.

Urusan itu saya bereskan dalam sekejap, nyaris tanpa gangguan apa pun. Kecuali saat saya sedang makan siang. Mendadak telepon genggam saya menjerit nyaring. Krang-kring-krang-kriiiiiiing … !

Saya lihat nomor identitasnya tak keluar. Berarti panggilan internasional. Mungkin dari Jakarta, begitu saya membatin. Karena merasa panggilan itu mungkin penting dan mendesak, saya pun menerimanya.

Setelah berbasa-basi membuka percakapan, si penelepon memperkenalkan diri. “Mas, ini saya Miss Riwil dari maskapai penerbangan internasional Kalong Lupa Makan Airlines. Perusahaan saya mau membuat lomba penulisan blog. Boleh minta tolong nggak?”

Dalam hati saya mengeluh. Again? Tapi demi menyenangkan hati perempuan yang menelepon itu, mulut saya pun berkata lain. “Eh, boleh dong. Apa yang bisa saya bantu?”

“Banyak, Mas. Bagaimana kalau besok kita meeting saja untuk membicarakan masalah ini?”

“Di mana?”

“Di Plasa Senayan, Mas.” « Read the rest of this entry »

Mbah Surip Pecas Ndahe

Agustus 5, 2009 § 69 Komentar

Mbah Surip melejit bagaikan meteor. Tiba-tiba berpendar terang di tengah gelap malam. Melintas cepat. Lalu menghilang. Tanpa menggendong apa-apa. Benarkah dia korban industri musik kita?

Hari-hari ini, siapa tak kenal Mbah Surip? Dari balita sampai manula, dari petani di Sawahlunto hingga di tukang ojek di Tanahabang. Bahkan para pengamen jalanan pun bisa membawakan lagunya dengan sangat fasih.

“Tak gendong, ke mana-mana. Tak gendong …”

Dan kita pun tersentak ketika Urip Ariyanto alias Mbah Surip, lelaki kelahiran 5 Mei 1957, di Magersari, Mojokerto, Jawa Timur, ini meninggal Selasa kemarin setelah terkena serangan jantung.

Kita pun seolah tersadar, Mbah Surip hanya singgah sebentar. Dalam persinggahannya yang singkat itu ia menjadi salah satu orang yang membuat kita beriang-riang di tengah tekanan hidup yang kian kehilangan humor dan kejenakaan. Ia menyanyi dengan gembira, lucu, seolah tanpa beban. Menyanyi dengan hati, bisik seseorang.

Di mata Mbah Surip, hidup mungkin sebuah lukisan pemandangan yang indah. Tanpa cacat. Itu sebabnya, mungkin, dia selalu terbahak-bahak, setiap kali bernyanyi.

Barangkali juga ia merasa hidup itu sebuah masa yang hanya perlu dinikmati belaka. Urip mung mampir nyanyi. Dan karena itu ia tak pernah terdengar mengeluh. « Read the rest of this entry »

Detik Pecas Ndahe

Juli 31, 2009 § 156 Komentar

Situs Detikcom menayangkan screenshot halaman depan blog Bushro yang mengklaim telah meledakkan JW Marriott dan Ritz Carlton. Ada yang aneh. Perhatikan saja dari gambar di bawah ini.

screen shot detik

Kelihatannya image itu diambil dengan cara memotret halaman depan situs itu dari sebuah pc atau laptop sehingga agak blur. Screenshot kemungkinan besar tak dilakukan dengan cara print screen.

Perhatikan tanda editing yang menyala, disimbolkan dengan ikon obeng dan kunci yang bersilangan di sebelah kanan. Tanda editing ini hanya muncul jika pemilik blog log in. Artinya, orang yang mengambil foto itu kemungkinan besar adalah pemilik account blog Bushro. Sebab, dalam mode editing, hanya pemilik blog bersangkutan yang bisa menampilkan ikon editing langsung. Jadi?

Moga-moga analisis ini salah ….

PS: special thanks to Fahmi Syafrizal (Air Putih) for sending me this background.

Bushro Pecas Ndahe

Juli 29, 2009 § 89 Komentar

Sebuah blog muncul dan mengeluarkan pernyataan tentang peledakan bom JW Marriott dan Ritz-Carlton. Klaim yang sahih atau sekadar aksi para free rider?

bushro

Terus terang saya ndak tahu. Saya juga ndak mau melacak siapa gerangan pemilik/pengelola blog Bushro itu. Menghabiskan waktu belaka. Tapi sepertinya blog ini sebuah reborn dari blog yang ini. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.