Gravatar Pecas Ndahe

Juli 14, 2009 § 49 Komentar

WordPress menampilkan beberapa fitur baru: gravatar, rating, dan vote. Apakah sampean sudah mencoba?

Ini mungkin berita baru buat saya. Barangkali juga sesuatu yang basi buat sampean. Tapi saya baru sadar ada yang berubah dari blog saya yang numpang hosting di wordpress.com ini. Entah sejak kapan persisnya perubahan ini terjadi. Dugaan saya sih, baru beberapa hari yang lalu.

Apa saja perubahan baru itu? Jika sampean perhatikan, sekarang blog ini memiliki gravatar ikon ndoro kakung sendiri. Letaknya di pojok kiri atas halaman blog. Dulu, gravatar ini bergambar huruf W, simbol WordPress, yang legendaris itu.

gravatar

Dari mana gravatar itu berasal? Setelah saya telisik, rupanya gravatar itu berasal dari gambar yang saya unggah di bagian profil pengguna wp. « Read the rest of this entry »

Ultimatum Pecas Ndahe

Juli 7, 2009 § 80 Komentar

Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM), terancam tak bisa menjual produknya lagi di Indonesia bila tak segera membuka layanan purnajual. Pemerintah mengultimatum waktu tenggatnya 15 Juli 2009.

stormInilah isu yang sedang hot di kalangan pengguna BlackBerry dan industri telekomunikasi. Seperti yang tertulis di situs Bisnis Indonesia, tersiar kabar bahwa Departemen Komunikasi dan Informasi memberikan tenggat hingga 15 Juli 2009 bagi Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, memenuhi kewajiban membuka layanan purnajual resmi di Indonesia.

Menurut Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Depkominfo, pembukaan layanan purnajual adalah kewajiban semua barang yang memiliki sertifikat B. RIM dan para importir BlackBerry harus bertanggung jawab atas layanannya sendiri.

Kami tunggu good will dari mereka, pembuktian bukan sekedar komitmen,” kata Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Depkominfo kepada Bisnis Indonesia.

Jika kewajiban itu tidak dipenuhi, seluruh perangkat BlackBerry baik model baru maupun model lama yang akan masuk ke Indonesia tidak akan memperoleh sertifikasi. Artinya, dianggap ilegal. « Read the rest of this entry »

Aljazeera Pecas Ndahe

Juli 3, 2009 § 62 Komentar

Aljazeera menayangkan dokumen rahasia dari seorang ahli geologi yang menunjukkan di mana letak kesalahan teknis dan prosedur dalam insiden luberan lumpur di Sidoarjo. Bom waktu yang siap meledak atau barang dagangan para makelar kasus?

Hiruk-pikuk kampanye pemilihan presiden benar-benar menyita perhatian publik. Iklan-iklan mereka membombardir mata kita setiap hari. Berita-berita tentang aktivitas kampanye tiga pasang calon presiden memenuhi halaman-halaman media cetak setiap hari. Isi siaran berita di media elektronik pun sarat dengan kabar tentang kampanye capres. Nyaris tak ada ruang lagi untuk, katakanlah, isu lain seperti nasib korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Publik pun seolah sudah melupakan penderitaan para korban lumpur. Tiga tahun setelah rumah, tanah, dan sawah penduduk Sidoarjo terendam lumpur, hingga sekarang belum jelas benar siapa yang seharusnya bertanggung jawab. Berkas kasus itu bolak-balik terus antara kepolisian dan kejaksaan entah sampai kapan. Dan semua orang pun bagaikan tersihir oleh pesona aksi para calon presiden.

Semua? « Read the rest of this entry »

Layanan Pecas Ndahe

Juni 23, 2009 § 67 Komentar

Dewan Perwakilan Rakyat hari ini mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pelayanan Publik. Pejabat atau petugas yang tak memberikan layanan sesuai standar bisa dikenai sanksi.

Seorang teman menuturkan pengalamannya ketika hendak membuka kafe baru di sebuah jalan yang ramai, persis di jantung Jakarta. Tentu saja bukan pengalaman yang menyenangkan, tapi malah agak sedikit menjengkelkan.

Semua dia membayangkan bahwa sebagai pengusaha yang hendak membuka tempat usaha baru, niatnya bakal didukung oleh pejabat di lingkungannya. Apalagi jenis bisnisnya sah dan halal. Ia tak pernah membayangkan bila usaha yang akan memberi pemasukan daerah itu malah dihambat.

Benarkah begitu? Kenyataan rupanya tak sesuai harapan. Kawan saya itu diminta membuat 17 surat izin. Ya, tujuh belas! Itu artinya ia harus mendapatkan 17 cap dari lembaga-lembaga pemberi izin. Sampean bisa bayangkan, untuk mendapat satu cap saja, kawan saya itu harus melewati beberapa meja. Dan di setiap meja ia harus merogoh kantong agak dalam.

Tak adakah jalan pintas? « Read the rest of this entry »

Lanjutkan Pecas Ndahe

Juni 18, 2009 § 71 Komentar

Demam kampanye calon presiden telah merangsek ke Lembah Silikon. Bahkan Google Chrome ikut-ikutan mendukung salah satu pasangan.

google chrome dukung sby-boediono

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah sampean sudah memakai peramban Google Chrome?

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.