Gerhana Pecas Ndahe
Januari 26, 2009 § 18 Komentar
Gerhana matahari barangkali sebuah isyarat waktu. Langit begitu jauh dan purba. Hidup ibarat hujan, nyaman tapi sebentar.
Gerhana juga tanda kekuasaan Tuhan, dan manusia tak berarti di hadapan-Nya. Kita gentar oleh kekuasaan itu.
Tapi kita juga terhibur, karena sempat menyaksikannya dalam sisa waktu hidup kita yang cuma sebentar ….
:: Foto gerhana dipinjam dari situs Tempointeraktif.
>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean sempat melihat gerhana matahari cincin sore tadi?
Handphone Pecas Ndahe
Januari 20, 2009 § 61 Komentar
Sampean jangan coba-coba lagi menyalakan handphone atau alat elektronik lain yang bisa mengganggu navigasi penerbangan. Kalau bandel dan masih cas-cis-cus ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat, dan selama penerbangan, sampean bisa dipenjara maksimal dua tahun atau kena denda Rp 200 juta.
Begitulah penjelasan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal tentang salah satu sanksi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang hari ini diteken oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah membaca berita itu, saya jadi teringat lagi perdebatan lama mengenai keselamatan penerbangan dan penggunaan handphone di dalam pesawat. Benarkah sinyal handphone mengganggu sistem navigasi? Benarkah gelombang radio yang dipancarkan telepon genggam akan membuat pesawat jatuh? « Read the rest of this entry »
Matt Pecas Ndahe
Januari 19, 2009 § 89 Komentar
Rambutnya ikal pirang kecoklatan. Bibirnya merah. Badannya yang langsing dibungkus kemeja putih lengan panjang, kaos dalam hitam, dan jins biru. Sedang kakinya memakai sepatu kets merah tua.

Senyum hangat selalu menghiasi paras pria 25 tahun itu. Bila berbicara, matanya yang biru menatap mata lawan bicaranya dengan akrab, agak malu-malu.
Dialah Matt Mullenweg. Ya Matt yang itu, salah satu dewa di ranah blog dan co-founder WordPress blogging platform asal Texas, Amerika Serikat. Siapa tak kenal? « Read the rest of this entry »
Kelabu Pecas Ndahe
Januari 12, 2009 § 49 Komentar
Pagi ini, hujan tumpah di sana-sini. Langit abu-abu. Jalanan macet. Ah, Senin kelabu.
Begitu membuka koran pagi dan majalah, ternyata warnanya sama saja — juga muram. Sebuah kapal motor tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat. Lebih dari 250 penumpangnya belum ditemukan.
Dua tahun yang lalu, di lokasi kecelakaan kapal motor itu jugalah, pesawat Adam Air tertimpa nahas dan tenggelam. Ratusan penumpangnya juga hilang, terkubur di dasar laut.
Begitu membaca halaman berikutnya, terpampang kabar bencana banjir di sejumlah daerah. Di Majene dan Polewali, Sulawesi Barat, banjir menelan korban sepuluh orang meninggal. Banjir juga mengakibatkan sebuah jembatan ambruk dan memutuskan akses Trans-Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Barat dan Selatan. « Read the rest of this entry »
Wediombo Pecas Ndahe
Januari 9, 2009 § 30 Komentar
Sebuah cerita yang tercecer dari petualangan lima pengelana CahAndong menjelang tahun berganti. Sebuah kenangan menggelikan dengan para pemain Antobilang, Gage Batubara, Gunawan Rudy, Nicowijaya, dan Choro, yang menghabiskan waktu di Pantai Wediombo, dikemas dalam bentuk video oleh Gage Batubara, dan disimpan di Vimeo.
Entah kenapa tiba-tiba saya ingin berbagi video ini ke sampean semua. Mungkin karena saya sedang kangen laut. Barangkali karena saya pengen menunjukkan tingkah polah mereka yang lucu. Mungkin juga oleh sebab lain yang saya tak tahu. Mendadak saja saya ingin mengajak sampean juga menikmatinya.
Saya membayangkan suatu saat kita juga sempat ke Wediombo ramai-ramai. Untuk sebuah kopdar. Untuk sebuah kumpul-kumpul tiada artinya. Untuk apa saja. I wish … « Read the rest of this entry »
