Perbedaan Pecas Ndahe

April 22, 2008 § 27 Komentar

Senin malam itu lima lelaki bergegas. Mereka menyusuri jalan besar di Kampung Ciparay, Sukarya, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat.

Menikung ke kanan, kapak dan pentung terayun di tangan mereka. Seorang di antara mereka “menampar” kaca jendela masjid itu.

Prang, prang. Sunyi pecah. Lainnya, merusakkan pintu, menghancurkan genting, membobolkan langit-langit bilik.

Malam itu memang tak ada perlawanan. Seperti biasa, selepas salat Isya pintu masjid dikunci. Masjid itu milik pengikut Ahmadiyah Qadian, dibangun pada 1973. « Read the rest of this entry »

Salemba Pecas Ndahe

April 21, 2008 § 35 Komentar

Pada suatu hari di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat. Suasana hening menyelimuti sebuah ruangan. Aktivis pers kampus berkumpul memandangi sepucuk surat dari Departemen Penerangan.

Salemba, koran mahasiswa tengah bulanan itu tampaknya sudah lama membuat risi Departemen Penerangan. Berita dan karikaturnya sering dianggap kelewat pedas.

Sudah dua kali pula Deppen memberi peringatan resmi kepada Surat Kabar Kampus (SKK) Salemba, Universitas Indonesia. Peringatan lisan pun sudah pernah disampaikan lewat Prof. Mahar Mardjono, Rektor UI waktu itu.

Akhirnya vonis jatuh juga. Sejak 6 Mei 1980, Salemba dilarang terbit — Surat Tanda Terdaftarnya dicabut.

Pengasuhnya maupun Prof. Mahar kaget. Sebab menurut Prof. Mahar, ia sudah meminta kepada Sukarno SH, Direktur Jenderal Pembinaan Pers dan G!afika, agar jangan dulu menindak Salemba.

“Saya sedang melakukan penataan ke dalam, dan ini butuh waktu,” kata Prof. Mahar mengulang ucapannya pada Sukarno. « Read the rest of this entry »

Ghulam Pecas Ndahe

April 19, 2008 § 25 Komentar

Sesuai janji saya kemarin, hari ini posting tentang Ahmadiyah dilanjutkan kembali. Bahan posting ini diambil dari salah satu tumpukan dokumen di pabrik saya.

Moga-moga, dengan semakin banyak bacaan mengenai Ahmadiyah, pengetahuan sampean bakal bertambah. Sampean juga akan lebih memahami sosok kelompok yang hari-hari ini menghadapi situasi yang ternyata tak pernah berubah dari dulu.

Ada kemungkinan, posting ini juga akan berlanjut. Besok, lusa, atau entah kapan. Tergantung situasi, juga kemampuan saya mencari bahan.

Selamat membaca, dan jangan kaget kalau posting ini juga akan sangat panjang. « Read the rest of this entry »

Superhero Pecas Ndahe

April 18, 2008 § 43 Komentar

Kenapa Superhero menolak masuk Indonesia? Begitulah judul sebuah lelucon yang beredar dari milis ke milis.

Saya ndak tahu siapa pembuat lelucon itu karena saya pun memperolehnya dari sebuah milis. Sampean mungkin juga sudah pernah membacanya.

Mohon maaf kepada siapa pun pengarang asli lelucon ini karena saya sudah lacang tanpa izin menulis ulang dan menerbitkannya di sini. Saya cuma ingin berbagi dengan sampean yang belum pernah membacanya.

Lelucon ini dimulai dari kabar tentang tingginya tingkat kriminalitas di Indonesia dewasa ini. Untuk memberantas kriminalitas, konon pemerintah lalu mengirimkan proposal kepada sejumlah superhero dari manca negara. « Read the rest of this entry »

Ahmadiyah Pecas Ndahe

April 17, 2008 § 93 Komentar

Dari koran-koran yang beredar pagi ini, saya membaca berita yang kurang mengenakkan dan mengganggu sarapan saya. Begini beritanya …

Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan merekomendasikan agar warga Ahmadiyah menghentikan kegiatannya dan diberi peringatan keras. Alasannya, kegiatan dan penafsiran Ahmadiyah menyimpang. “Ahmadiyah menyimpang dari ajaran pokok (agama Islam),” kata Wishnu Subroto, Jaksa Agung Muda Intelijen sekaligus Wakil Ketua Badan Koordinasi, di Jakarta kemarin.

Badan Koordinasi mengusulkan agar Ahmadiyah dibubarkan apabila tak mematuhi rekomendasi ini. Keputusan Badan Koordinasi akan dituangkan dalam surat keputusan bersama antara Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama.

Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa campur tangan negara berjuntai-juntai begitu jauh hingga ke urusan iman dan kepercayaan? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.