Ingatan Pecas Ndahe

Januari 16, 2008 § 36 Komentar

Haruskah Soeharto dimaafkan? Pertanyaan inilah yang menjadi perdebatan hari-hari ini. Orang ramai bingung menentukan status hukum jenderal bintang lima itu.

Para pendukungnya tentu saja menjawab ya dengan mengajukan sederet pembelaan. Ada yang berpendapat Soeharto diampuni saja karena toh, di luar kesalahannya, ia juga berjasa bagi negeri ini. Kita harus seperti orang Jawa yang memegang ajaran mikul duwur, mendem jero.

Sebagian lagi merasa tak rela Soeharto pergi begitu saja dengan status forgiven. Bagi mereka, dinamo Orde Baru itu dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas karut-marut negeri ini. Ia juga dianggap memikul daftar dosa lainnya yang tak mudah dihapus begitu saja.

Bagaimana kita harus bersikap? « Read the rest of this entry »

Rangga Pecas Ndahe

Januari 15, 2008 § 70 Komentar

Dua orang terkenal dengan cara berbeda. Yang pertama Soeharto, dan kedua Rangga Wardhana. Soeharto, sampean pasti tahu, ngetop karena namanya memang populer dan sekarang di ujung ajal.

Rangga Wardhana? Saya tahu dia dari Detikinet, lalu dari Koaa dan Media Jateng. Rangga alias S-X207 ini kabarnya [entah benar, entah ngawur] mahasiswa Kedokteran, Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto.

Meski bukan seleb blogger, namanya mendadak kondang karena situsnya ditutup Google. Lah kenapa dia? « Read the rest of this entry »

Soeharto Pecas Ndahe

Januari 14, 2008 § 37 Komentar

Dari arsip lawas di sebuah situs di Belanda, saya menemukan karikatur [politik] tentang Soeharto ini.

Sayang sekali saya ndak tahu secuil pun tentang bahasa Belanda. Adakah di antara sampean yang bisa menterjemahkan kata-kata itu?

Siapa tahu karikatur yang dimuat di sebuah koran pada 1973 ini bisa jadi penanda, sebuah ingatan melawan lupa, tentang sejarah kita di masa lalu dan apa yang pernah dilakukan jenderal berbintang lima itu, dulu …

Ridla Pecas Ndahe

Januari 13, 2008 § 17 Komentar

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertahta — [Chairil Anwar]

Tapi justru keridlaan itulah soalnya — sesuatu yang hingga sore ini mestinya sudah harus dimiliki oleh Klan Cendana. Sang kepala keluarga sudah di ujung ajal, berada dalam batas yang sangat tipis antara yang fana dan baka. Hanya ada satu jalan: ikhlas, melepas.

Sebab, sampai kapan juga seseorang sanggup bertahan dari takdirnya? Apakah dia memilih rumah Cendana untuk pulang?

Jarwo Pecas Ndahe

Januari 8, 2008 § 40 Komentar

Waduh, dek Jarwo ini aya-aya wae. Kok ya bisa-bisanya sebagai Wakil Presiden Republik Mimpi sampean tersandung kasus penipuan melalui cek kosong? Untung sampean ndak ditahan polisi.

Sampean sengaja atau dijebak sih? Lah terus bagaimana nasib acara kondang Republik Mimpi, News Dot Com itu? Jadi berhenti sementara atau bagaimana?

Ah, ketenaran kadang memang suka menipu dan membuat orang kecanduan. Kalau tak kuat, orang bisa-bisa terpeleset. Saya jadi ingat Roy Marten, Fariz RM, Ahmad Albar, dan lain-lain …

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.