Momen Pecas Ndahe

Oktober 28, 2007 § 57 Komentar

Bloger Indonesia mencetak sejarah di Blitz, Megaplex, Jakarta, ketika kemarin bertemu dalam Pesta Blogger 2007. Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh menggenapkan momen historis itu dengan mencanangkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Bloger Nasional.

Ya, saya ada di sana ketika sejarah itu terjadi. Saya menjadi bagian dari sekitar 500 ratusan bloger seluruh Indonesia yang dengan bergelora meneriakkan, “Hidup bloger Indonesia.” « Read the rest of this entry »

Pemuda Pecas Ndahe

Oktober 26, 2007 § 22 Komentar

Terus terang, saya gamang juga menghadapi perhelatan akbar Pesta Blogger 2007 Sabtu besok. Soale saya ndak tahu mau ngomong apa di sana.

Untuk menenangkan pikiran yang byar-pet itulah saya sengaja sowan, sekaligus mohon doa restu kepada Paklik Isnogud. Saya ingin mendengar dan mendapat pencerahan dari “telaga yang meneduhkan” itu. Siapa tahu Paklik akan memberi saya sesuatu yang bisa saya bagi ke teman-teman sesama bloger.

Begitulah. Saya pun melangkahkan kaki ke rumah Pakliklah yang asri. Begitu tiba di rumahnya, orang yang saya cari ternyata berada di kebun belakang. Dia sedang berdiri sambil memandang deretan pot-pot anthurium dengan daun-daun ajaibnya. Ada Gelombang Cinta, Jenmani, dan sebagainya.

Ia tersenyum begitu melihat saya datang. « Read the rest of this entry »

Garuda Pecas Ndahe

Oktober 23, 2007 § 19 Komentar

Sebagian teka-teki penyebab kecelakaan pesawat terbang Boeing 737 (GA 200) milik PT Garuda Indonesia di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, Maret silam, terungkap sudah.

Kemarin, Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyimpulkan kecelakaan itu disebabkan oleh kecepatan pesawat yang berlebihan (baca: ngebut).

Pesawat nahas itu menyentuh landasan pacu (touch down) dengan kecepatan 221 knot — 87 knot lebih cepat dari seharusnya.

Meski demikian, Komite menolak kecelakaan itu disebut sebagai kesalahan pilot atau human error, melainkan sistem. « Read the rest of this entry »

Sugih Pecas Ndahe

Oktober 18, 2007 § 24 Komentar

Ini berita baru, tapi saya tak terkejut. Hasil survei Merrill Lynch dan Capgemini menunjukkan bahwa jumlah orang kaya di Indonesia naik 16,2 persen pada 2006, menjadi 20 ribu orang — nomor tiga di Asia-Pasifik.

Yang dimaksud orang kaya itu, menurut Merrill Lynch dan Capgemini, adalah orang dengan kekayaan lebih dari US$ 1 juta (sekitar Rp 9,2 miliar) dalam bentuk aset finansial, seperti uang tunai, ekuitas, dan surat berharga.

Hasil survei berjudul Asia-Pacific Wealth 2007 itu diumumkan di Hong Kong, Selasa lalu. Survei tersebut merupakan bagian dari Survei Kemakmuran Dunia 2007 yang diumumkan pada Juni 2007.

Kenapa saya ndak kaget? Pertama-tama tentu saja karena saya [untunglah] ndak masuk dalam kategori wong sugih seperti yang dimaksud dua lembaga keuangan internasional itu.

Kedua, jumlah 20 ribu terlalu moderat. Menurut saya, jumlah wong sugih di Indonesia itu sesungguhnya jauh lebih besar. Maklum, banyak orang yang pinter menyembunyikan kekayaannya. Terus, bagaimana ngitungnya? « Read the rest of this entry »

Penyiar Pecas Ndahe

Oktober 17, 2007 § 13 Komentar

Sampean pernah memperhatikan ndak, daerah/kota mana yang paling sering disebut-sebut penyiar TV dalam dua pekan terakhir ini? Cikampek, Cirebon, Nagreg?

>> Bukan. Yang paling sering disebut itu daerah rawan macet.

Pantai mana yang paling kerap disebut? Pantai Kuta? Pantai Losari?

>> Bukan. Pantai utara (Pantura)

Pasar mana yang hampir tiap hari nongol di TV? Pasar Turi? Pasar Klewer? Pasar Beringharjo?

>> Bukan. Pasar tumpah.

Ya, ya, ya … ini memang tebakan ndak mutu bin wagu, Ki Sanak. Jayus. Basbang. Mohon maaf. Tapi, begitulah yang saya peroleh setiap kali saya menonton TV. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.