Boros Pecas Ndahe
Oktober 16, 2007 § 17 Komentar
Lebaran ternyata membuat hidup kita semakin boros — paling tidak barang sejenak. Ndak percaya?
Mari kita lihat. Kapan sampean beli sekaleng biskuit Khong Guan kalau bukan menjelang Lebaran? Kapan sampean terakhir beli baju koko bila bukan mau salat Ied? Kapan sampean memborong berbotol-botol sirop kalau bukan saat Lebaran mau datang?
Sejak kapan sampean rela mengeluarkan uang [mungkin] dua kali lipat untuk mengganti karcis bus/kereta/pesawat? Ndak setiap hari kan sampean beli oleh-oleh buat sanak kadang di kampung?
Pada hari-hari biasa, sampean tentu ogah beli sekaleng biskuit, botol sirop, atau sekotak mie instan. Hari-hari sebelumnya mana mau sampean belanja kue lidah kucing dan kastengel. Beli tiket mahal? Ah, lebih baik adu mulut dengan kernet bus.
Itu belum seberapa, Ki Sanak. Sampean kan masih beli parsel untuk rekanan bisnis; ngasih uang saku buat pembantu yang mau mudik, tukang sampah langganan, satpam di kompleks; sedekah/zakat fitrah; dan sebagainya.
Apa artinya? Peningkatan belanja. Uang keluar yang lebih banyak. Boros. « Read the rest of this entry »
Maaf Pecas Ndahe
Oktober 10, 2007 § 58 Komentar
Lebaran sebentar lagi, Ki Sanak. Mungkin Jumat, mungkin Sabtu. Terserah sampean mau ikut yang mana. Kalau saya sih, milih tergantung mood. Halah. Lebaran kok tergantung mood ya?
Tapi, kapan pun harinya, saya cuma mau lebih dulu meminta maaf kepada sampean semua yang sudah sering berkunjung ke sini. Barangkali ada gambar, kata, atau tulisan yang membuat sampean ndak nyaman.
Saya bukan orang yang sempurna, begitu juga semua yang ada di sini. Karena itu, jauh-jauh hari saya mohonkan keikhlasan hati sampean memaafkan semua kesalahan saya. Mumpung sampean masih sempat buka Internet, mumpung sampean masih sempat datang ke sini.
Soalnya saya ingat cerita tentang maaf dan kesalahan dari Paklik Isnogud. Ia punya cerita yang bagus soal ini. « Read the rest of this entry »
Mudik Pecas Ndahe
Oktober 9, 2007 § 32 Komentar
Hari-hari ini ribuan warga mulai kabur meninggalkan Jakarta, tempat mereka hidup dan mencari nafkah sehari-hari.
Jalanan diwarnai mobil-mobil yang mengangkut koper dan dos-dos karton. Terminal-terminal sesak dipadati para penumpang. Begitu juga pelabuhan air dan udara. Para perantau pulang mudik.
Sampean mudik juga, Ki Sanak? Saya tidak.
Apa sebenarnya makna mudik itu? Sekadar pulang kampung? Perjalanan kembali ke sangkan paraning dumadi? Atau sebuah ritual tahunan para perantau? « Read the rest of this entry »
Janji Pecas Ndahe
Oktober 7, 2007 § 23 Komentar
Hari ini Fauzi Bowo-Prijanto dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru. Aneh, kenapa dipilih hari Minggu ya?
Detikcom tumben menurunkan berita bagus untuk menyambut kejadian itu: tentang janji-janji kampanye Fauzi-Prijanto.
Sebelum terpilih, pasangan itu memang menebar janji macam-macam, tepatnya 19 program strategis. Di antaranya, mereka berjanji akan membenahi pemukiman kumuh, memperbaiki sarana dan prasarana perkotaan, perhubungan, dan transportasi.
Akankah mereka menepati janji? « Read the rest of this entry »


