Keberanian Pecas Ndahe
Februari 24, 2008 § 15 Komentar
Apakah keberanian itu? Terbuat dari apakah dia? Apakah pasar-pasar swalayan sudah menjualnya dengan rabat sekian persen?
Aku tak tahu. Tapi, aku ingat, seseorang pernah berkata:
“Keberanian memang bukan milik umum. Tapi itu juga bukan berarti orang-orang rudin bernyali kecil harus bunuh diri atau tak berbuat apa-apa — cuma tinggal dalam kamar menggigit jempol dan bermimpi tentang utopia.”
Ah, seandainya saja aku punya keberanian … aku ingin melipat dunia.
Popularitas Pecas Ndahe
Februari 23, 2008 § 25 Komentar
Jangan mencari popularitas. Begitu kebajikan yang pernah Paklik Isnogud ajarkan kepada saya, pada suatu masa, dulu.
Paklik lalu bercerita tentang seorang pejabat yang jadi pemimpin daerah di satu titik terpencil Republik.
Sang pejabat itu juga pernah mendengar ajakan untuk tak mencari popularitas. Ia lalu menuliskan dalam lubuk hatinya semboyan “jangan-mencari-popularitas” itu.
Ia bekerja tanpa pamrih. Dia selalu bilang kepada para wartawan lokal yang kadang-kadang mendatanginya, “Saya tidak suka publikasi, dik” — maksudnya, tentulah, tidak suka publisitas. « Read the rest of this entry »
Seminar Pecas Ndahe
Februari 15, 2008 § 73 Komentar
Akhirnya kesampaian juga keinginan saya bertemu para eBlis warga Cahandong. Kok bisa?
Kebetulan saya diundang teman-teman di Magister Manajemen, UGM, untuk ngoceh di acara bincang-bincang tentang Blog as Bussines [?] pas Valentine’s Day kemarin. Selain saya, ada Cosa, Anto, dan Tikabanget di acara itu. « Read the rest of this entry »
Pacaran Pecas Ndahe
Februari 13, 2008 § 49 Komentar
Mestinya saya blog walking, melakukan riset, demi memenuhi permintaan saudara Herman Laksono, blogger kondang dari Jogja itu. Dia meminta saya [tanpa membayar] menulis tentang Lembaga Sensor Film yang tengah jadi sorotan Masyarakat Film Indonesia itu.
Tapi, saya malah mendapatkan kutipan menarik dari Una, R Husna Mulya:
Pasangan yang berpacaran, jangan terburu-buru tergoda untuk terlibat intim secara seksual. Karena yang akan membuat suatu hubungan kuat, bukan keintiman secara seksual, tetapi ikatan emosional. Pacaran adalah waktu untuk membangun kenangan bersama, waktu untuk saling mengenal sedetil mungkin. Berusaha untuk mengetahui apa yang paling disukai, apa yang paling ditakuti, apa yang membuat sedih, apa yang paling berarti, apa cita-cita dan mimpi masa depan masing-masing, dan lain-lain. Dan bersabar untuk tidak melakukan hubungan seksual, sampai saatnya tiba. Sehingga indah dan membahagiakan.
Apakah sampean setuju pada pendapat dia?
Blogisme Pecas Ndahe
Februari 8, 2008 § 34 Komentar
Baiklah Ki Sanak, mari kita bicara tentang blogisme. Apa itu? Apa perlunya mengenal istilah asal-asalan ini?
Begini, Ki Sanak. Blogisme itu sebuah paham bahwa blog itu bukan sekadar barang dagangan. Dia dimulai dengan keinginan, dia digerakkan oleh hasrat, sedikit modal [ongkos beli domain dan sewa hosting], lalu diperkenalkan pada blogger dan ke sudut-sudut blogosphere di delapan penjuru angin.
Kami, para blogger, suka menyebut diri macam-macam. Kami kadang bicara tentang klangenan, kerinduan, kenangan, rayuan, narsisme atau … “perjuangan”.
Toh tidak sepenuhnya (atau tak semuanya) kami omong kosong. Ada yang melihat kemasyhuran sebagai tujuan. Banyak yang melihat blog sebagai alat — yang terkadang dilupakan — untuk memperbaiki kualitas dan mengembangkan pilihan-pilihan baru, dalam bacaan. « Read the rest of this entry »
