Bushro Pecas Ndahe
Juli 29, 2009 § 89 Komentar
Sebuah blog muncul dan mengeluarkan pernyataan tentang peledakan bom JW Marriott dan Ritz-Carlton. Klaim yang sahih atau sekadar aksi para free rider?
Terus terang saya ndak tahu. Saya juga ndak mau melacak siapa gerangan pemilik/pengelola blog Bushro itu. Menghabiskan waktu belaka. Tapi sepertinya blog ini sebuah reborn dari blog yang ini. « Read the rest of this entry »
Ngerumpi Pecas Ndahe
Juli 2, 2009 § 45 Komentar
Lebih baik menjadi single mum sambil mencari cinta yang lain tanpa memperdulikan perkataan orang atau menikah tanpa modal cinta? Bagaimana bila sampean terpaksa menikah tanpa jaminan kebahagiaan maupun kelanggengan di masa depan hanya karena hamil?
Pertanyaan-pertanyaan provokatif itu saya baca di pembukaan artikel berjudul Single Mum or Married Unhappy. Bisa ditebak, penulis pasti perempuan. Dan, benar. Penulisnya memang kawan saya, seseorang yang dikenal dengan nama pena Dita si Peri Gigi.
Karya Dita itu sempat menjadi headline situs Ngerumpi tadi pagi. Ngerumpi adalah situs yang mengulas isu-isu seputar kaum hawa. Tempat para perempuan ngerumpi apa saja. Bukan sekadar ngerumpi, tapi ngerumpi pakai hati, begitu mottonya. « Read the rest of this entry »
Mendengar Pecas Ndahe
Juni 15, 2009 § 28 Komentar
Blog Boediono Mendengar resmi diluncurkan hari ini di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Sebelumnya, blog tersebut sudah diperkenalkan ke khalayak di Yogyakarta pada Sabtu, 13 Juni 2009. Sampean bisa membaca laporan mengenai acara di Yogyakarta itu di sini.
Boediono (dan timnya) bahkan juga aktif bercakap-cakap menggunakan Twitter. Apakah sampean tertarik mengikuti Twitter calon wakil presiden ini?
Drama Pecas Ndahe
Juni 5, 2009 § 87 Komentar
If there’s not drama and negativity in my life, all my songs will be really wack and boring or something. ~ Eminem.
Yeah, hidup memang bisa menyebalkan dan membosankan tanpa drama. Hidup bakal datar-datar saja tanpa tangis dan air mata. Kurang greget. Itu sebabnya kita umumnya menyukai drama. Sesuatu yang dramatik membuat kita bergairah. Membuat kalbu tercabik-cabik. Membuat perasaan teraduk-aduk.
Begitulah pelajaran yang saya peroleh setelah menghadiri persidangan pidana perdana kasus Prita Mulyasari di Pengadilan Negeri Tangerang kemarin. Dalam sidang yang hanya berlangsung 15 menit, Prita didakwa jaksa telah mencemarkan nama baik dokter dan Rumah Sakit Internasional Omni Tangerang.
Sidang kemarin mirip sebuah pentas. Lengkap dengan panggung, lamput sorot, dan kamera-kamera yang siaga menembak setiap adegan. Pengunjung sidang ibarat penonton sebuah pertunjukan. Kilat mata-mata mereka yang penasaran menatap tanpa berkedip, khawatir kehilangan setiap potong adegan. Orang berharap sebuah drama. Sebuah adegan dramatik.
Adakah? « Read the rest of this entry »


