Ngerumpi Pecas Ndahe

Juli 2, 2009 § 45 Komentar

Lebih baik menjadi single mum sambil mencari cinta yang lain tanpa memperdulikan perkataan orang atau menikah tanpa modal cinta? Bagaimana bila sampean terpaksa menikah tanpa jaminan kebahagiaan maupun kelanggengan di masa depan hanya karena hamil?

ngerumpi

Pertanyaan-pertanyaan provokatif itu saya baca di pembukaan artikel berjudul Single Mum or Married Unhappy. Bisa ditebak, penulis pasti perempuan. Dan, benar. Penulisnya memang kawan saya, seseorang yang dikenal dengan nama pena Dita si Peri Gigi.

Karya Dita itu sempat menjadi headline situs Ngerumpi tadi pagi. Ngerumpi adalah situs yang mengulas isu-isu seputar kaum hawa. Tempat para perempuan ngerumpi apa saja. Bukan sekadar ngerumpi, tapi ngerumpi pakai hati, begitu mottonya.

Ho-ho-ho … sebagai lelaki, tentu saja saya merasa terhibur menemukan etalase baru yang memajang pikiran dan perasaan para perempuan seperti Ngerumpi. Kita, setidaknya saya, jadi lebih tahu dan paham apa saja yang ada di hati dan benak Venus.

Venus? Errr … maksudnya saya kaum hawa. Bahwa Simbok Venus memang komandan situs Ngerumpi itu, ya urusan dia. Bukan urusan saya. Salah dia sendiri memilih nama pena Venus. Coba dia ganti nama jadi …. eh, misalnya … kambing. Pasti seru!

Ngerumpi memang tempat bacaan yang seru — paling tidak di mata saya. Selain Simbok Venus, ada Silly yang setia menjadi penjaga gawang Ngerumpi. Sampean mestinya sudah kenal reputasi Silly si Ratu Ngocol itu, kan?

Duet maut itu memang bidan di balik kelahiran Ngerumpi. Merekalah yang kemudian merawat dan membesarkannya. Seperti yang telah dipamerkan di blog mereka selama ini, posting-posting mereka di Ngerumpi sarat dengan jurus-jurus pemikat pembaca.

Baru beberapa hari lahir di jagat daring, Ngerumpi telah mendapat dukungan dari para netters. Sebagian dengan sukarela langsung menjadi pengisi Ngerumpi yang memang berbasis web 2.0. Sebagian lagi hanya menjadi anggota non aktif. Maksudnya hanya membaca dan berkomentar, tapi belum ikut membuat posting.

Sampean juga boleh ikut meramaikan Ngerumpi, baik hanya sebagai pembaca maupun penulis aktif. Situs itu menyediakan kanal-kanal yang beragam, seperti Famly, Living Single, Relationship, dan X&Y. Kalau mau mengunggah foto juga bisa kok. Dengan cara itu, Ngerumpi akan berkembang seperti pohon-pohon yang selalu disirami air setiap pagi.

Saya membayangkan Ngerumpi kelak akan menjadi salah satu ruang para perempuan untuk berdiskusi, sekadar curhat, atau berbagi informasi. Mungkin juga dia sebuah kanal, saluran pembuang kekesalan hati. Sebuah oase di tengah teriknya kehidupan.

Para lelaki bisa menjadikannya sebagai tempat mengintip kegiatan dan gagasan di sekitar kehidupan perempuan. Hanya dengan cara saling mengenal seperti itulah, dan memahaminya, saya membayangkan relasi antara perempuan dan lelaki jadi lebih baik.

Ngerumpi sekadar memulai. Sampeanlah yang akan menghidupkannya seribu tahun lagi …

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah sampean tertarik mendengar dan mengetahui suara para perempuan?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 45 Responses to Ngerumpi Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ngerumpi Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: