Murid Pecas Ndahe

Desember 3, 2010 § 54 Komentar

Beginikah tingkah anak-anak sekolah zaman sekarang?

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Bagaimana kelakuan anak-anak sampean?

PKN Pecas Ndahe

Maret 3, 2009 § 84 Komentar

Kali ini kita ngobrol tentang anak sekolah dan pekerjaan rumahnya. Syahdan ada seorang bocah lelaki dari salah satu kota satelit Jakarta. Dia masih duduk di bangku kelas 3 sebuah sekolah swasta cukup ternama, cabangnya ada di mana-mana.

Pada suatu hari, ibu guru meminta anak itu dan semua murid kelas 3 membuka buku pelajaran PKN atawa Pendidikan Kewarganegaraan. Pagi itu, ibu guru hendak menerangkan materi tentang harga diri. Setelah menerangkan panjang kali lebar, lengkap dengan contoh-contohnya, ibu guru mengambil kesimpulan atas pelajaran itu.

“Jadi harga diri adalah penilaian seseorang terhadap diri orang lain. Orang lain menilai diri kita berdasarkan tingkah laku kita. Paham anak-anak?” tanya ibu guru.

Murid-murid serentak menjawab, “Pahaaaaaaaaaam …”

Ibu guru melanjutkan penjelasannya. “Harga diri seseorang berperan penting dalam pergaulan. Orang yang harga dirinya baik adalah jika orang itu bertingkah laku sesuai norma. Sebaliknya, orang yang harga dirinya tidak baik adalah orang tingkah lakunya tidak sesuai norma. Tahu bedanya anak-anak?”

Anak itu menjawab berbarengan dengan teman-temannya, “Tahuuuuuuuuu …”

“Nah, kalau sudah tahu, sekarang ibu akan memberikan PR untuk kalian. Kalian harus membawa gambar-gambar contoh orang yang harga dirinya tidak baik. Tidak usah banyak-banyak. Satu saja sudah cukup. Besok dikumpulkan ya. Mengerti?” tanya ibu guru.

“Mengertiiiiiiiiiii …” jawab murid-murid. Dan bel tanda pelajaran berakhir pun berdentang. Murid-murid pulang dengan riang. « Read the rest of this entry »

Ponari Pecas Ndahe

Februari 12, 2009 § 288 Komentar

Siapakah sesungguhnya Ponari? Dukun cilik sakti atau hanya seorang anak kecil di pusaran absurditas zaman?

Saya ndak tahu. Kabar yang berseliweran menyebutkan bocah lelaki berusia 10 tahun dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, itu memiliki sepotong batu yang dipercayai mampu menyembuhkan aneka macam penyakit.

Entah bagaimana caranya, kabar kedigdayaan batu itu cepat menyebar. Orang berbondong-bondong datang meminta pertolongan kepada Ponari dan batu ajaibnya itu.

Pasiennya membanjir dari delapan penjuru angin. Surya Online melaporkan, “Jika sebelumnya rata-rata pengunjung 5.000-9.000, kemarin diperkirakan mencapai sekitar 15.000 orang.”

Dalam waktu sekejap, tak sampai sebulan, Ponari menjelma jadi sebuah brand yang menasional — mungkin efek viral marketing tanpa disengaja. Ia bagaikan sebuah mantra ajaib bagi mereka yang memercayai. Obat bagi sembarang penyakit.

“Membludaknya pengunjung juga bisa dilihat dari banyaknya sepeda motor dan mobil yang diparkir di jalan-jalan desa. Massa dan kendaraan yang parkir memenuhi radius sekitar satu kilometer dari rumah keluarga Ponari” — Surya Online.

Dari mana batu ajaib itu diperoleh? Konon batu ajaib berbentuk kepala belut sebesar kepalan tangan tersebut didapat awal Januari lalu, ketika Ponari disambar kilat. « Read the rest of this entry »

Drop-out Pecas Ndahe

Februari 6, 2009 § 47 Komentar

sekolahSeperti apakah wajah anak-anak Indonesia masa kini? Di sela-sela pendar-pendar gemerlap lampu-lampu neon pusat perbelanjaan, mal, dan deretan town square, di bawah gedung-gedung perkantoran dan apartemen jangkung yang menjilat langit, ada lebih dari 155 ribu anak yang berkeliaran di jalan. Sekitar 2,1 juta anak menjadi pekerja di bawah umur. Mereka drop-out dari sekolah dan menjadi sasaran empuk perdagangan anak.

Di Jakarta saja, data Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun 2008 menunjukkan jumlah anak drop out di tingkat SMA mencapai 1.253 orang. Jumlah anak putus sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan 3.188 orang. Di tingkat sekolah dasar, ada 571 pelajar yang putus sekolah. Di tingkat SMP, ada 1.947 pelajar.

Di Padang, Sumatera Barat, 7.682 siswa, mulai dari SD sampai SLTA, putus sekolah pada tahun ajaran 2007/2008. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat menyatakan penyebab utama anak putus sekolah adalah buruknya situasi ekonomi. « Read the rest of this entry »

Sekolah Pecas Ndahe

Januari 29, 2009 § 79 Komentar

:: Untuk para orang tua yang sedang kerepotan mencarikan anak-anaknya bangku perguruan tinggi.

Syahdan, seorang anak bertanya kepada ibunya. “Sekolah itu apa sih, Bu? Mengapa aku harus bersekolah?”

Di pagi hari yang basah oleh hujan, sang Ibu tersenyum mendengar anaknya bertanya seperti itu. Ia menatap mata anaknya yang bening, seperti telaga di musim semi.

Sang Ibu lalu menjawab. “Dulu, konon, orang menyebut sekolah dari kata schole bahasa Yunani. Konon pula kata itu berarti semacam waktu senggang, kesempatan sang guru dan sang murid saling bertemu, memberi dan menerima. Kini, waktu senggang, saat untuk bermain justru semacam pengkhianatan terhadap sekolah.”

“Pengkhianatan? Apa maksudnya, Bu? Aku tak mengerti.” « Read the rest of this entry »

Belanda Pecas Ndahe

Januari 13, 2009 § 42 Komentar

Sampean pengen lihat kincir angin berputar menderu-deru? Melihat warna-warni tulip bermekaran sepanjang hari? Atau sampean sekalian mau menimba ilmu di Belanda?

belanda

Ndak usah bingung, ndak perlu pusing memikirkan ongkos dan cara menuju ke sana. Sampean bahkan tak perlu mahir “holan spreken” alias bahasa Belanda.

Kenapa? Karena kuliah berlangsung dalam bahasa Inggris. Selain itu, ada peluang mendapatkan beasiswa.

Serius? Apa syaratnya supaya bisa kuliah di Belanda? « Read the rest of this entry »

Sekolah Pecas Ndahe

Januari 1, 2009 § 59 Komentar

Apa yang lagi tersisa setelah piring-piring bersih, gelas-gelas kosong, dan terompet tahun baru tak lagi menyalak? Senyap? Tidur panjang? Kesiangan atau kenangan?

Setelah almanak disobek, dan 2009 dimulai hari ini, barangkali ada baiknya kita kembali menghadapi kenyataan. Mari melihat jalanan. Lihatlah anak-anak dan para perempuan yang menengadahkan tangan di perempatan seraya menutup wajahnya.

anak jalanan

Apa boleh buat, wajah tahun baru masih agak sedikit suram. Krisis global yang menghumbalang banyak negara Barat mungkin sebentar lagi bakal sampai di sini. Bayang-bayang kelesuan ekonomi barangkali akan segera terlihat.

Saya mendengar ada beberapa perusahaan lokal yang mulai memecat sebagian karyawan. Dalihnya macam-macam, misalnya atas nama pensiun dini — seperti kabar yang sayup-sayup terdengar dari sebuah pabrik media ternama.

Lantas bagaimana sampean akan memulai hari di tahun yang baru ini, Ki Sanak? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with sekolah at Ndoro Kakung.