Vonis Pecas Ndahe

Desember 29, 2009 § 57 Komentar

Hari ini, sejarah ditulis di Pengadilan Negeri Tangerang. Majelis hakim menjatuhkan vonis bebas murni kepada Prita Mulyasari yang didakwa mencemarkan nama baik dokter dan Rumah Sakit Internasional Omni.

Dan pengunjung pun meneriakkan, “Allahu Akbar!”

Siang tadi, saya ikut menjadi saksi ketika sebuah sejarah peradilan kita ditulis dengan tinta emas. Bersama pengunjung sidang lainnya, saya melewatkan detik demi detik, menunggu majelis hakim yang bergantian membacakan putusan.

Kalau saya tak salah ingat, inilah untuk pertama kalinya hakim memutus perkara pidana dengan dakwaan yang memakai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik. Dan, untungnya, putusan itu membebaskan terdakwa secara murni. Artinya, Prita tak terbukti mencemarkan nama baik siapa pun dan melanggar pasal-pasal yang dikenakan kepadanya. « Read the rest of this entry »

Drama Pecas Ndahe

Juni 5, 2009 § 87 Komentar

If there’s not drama and negativity in my life, all my songs will be really wack and boring or something. ~ Eminem.

Yeah, hidup memang bisa menyebalkan dan membosankan tanpa drama. Hidup bakal datar-datar saja tanpa tangis dan air mata. Kurang greget. Itu sebabnya kita umumnya menyukai drama. Sesuatu yang dramatik membuat kita bergairah. Membuat kalbu tercabik-cabik. Membuat perasaan teraduk-aduk.

Begitulah pelajaran yang saya peroleh setelah menghadiri persidangan pidana perdana kasus Prita Mulyasari di Pengadilan Negeri Tangerang kemarin. Dalam sidang yang hanya berlangsung 15 menit, Prita didakwa jaksa telah mencemarkan nama baik dokter dan Rumah Sakit Internasional Omni Tangerang.

Sidang kemarin mirip sebuah pentas. Lengkap dengan panggung, lamput sorot, dan kamera-kamera yang siaga menembak setiap adegan. Pengunjung sidang ibarat penonton sebuah pertunjukan. Kilat mata-mata mereka yang penasaran menatap tanpa berkedip, khawatir kehilangan setiap potong adegan. Orang berharap sebuah drama. Sebuah adegan dramatik.

Adakah? « Read the rest of this entry »

Demo Pecas Ndahe

Juni 3, 2009 § 116 Komentar

“Apakah para blogger akan demo untuk mendukung Prita?”

Begitulah pertanyaan yang masuk lewat SMS ke handphone saya pagi ini. Pengirimnya kawan lama saya, seorang petinggi di sebuah stasiun televisi swasta. Saya tak tak tahu kenapa dia bertanya. Mungkin dia hendak memerintahkan anak buahnya meliput. Barangkali sekadar iseng. Bisa jadi karena sebab lain. Saya tak tahu.

Yang jelas, saya hanya termangu setela membaca SMS itu. Pagi bukan saat yang tepat untuk memikirkan persoalan serius. Kepala belum diinjeksi kafein, saya tak segera mampu berpikir jernih. Saya biarkan SMS itu tak terjawab. Selain karena saya sedang mengemudikan kendaraan, saya belum tahu bagaimana mesti menjawab pertanyaan itu.

Tapi kita semua tentu sudah mendengar sedikit cerita tentang Prita Mulyasari. Ibu berusia 32 tahun ini memang sedang dirundung masalah. Email keluhan terhadap Omni International Hospital, Tangerang, yang dikirimkan ke teman-temannya telah membuat Prita dipenjara. Ibu rumah tangga dengan dua anak yang masih balita itu dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit itu.

Lantas apa hubungannya dengan blogger dan demonstrasi? « Read the rest of this entry »

Penculikan Pecas Ndahe

September 18, 2008 § 67 Komentar

Tiga nama terseret dalam sebuah pusaran sejarah dan terpelanting ke ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Mereka adalah almarhum Munir, Desmon Junaedi Mahesa, dan Muchdi Purwoprandjono. Tiga orang ini memiliki satu kata yang menjadi benang merah hubungan mereka: penculikan.

desmon sang pembela

berita hari ini di koran yang tangkas dan cerdas

Munir, kita tahu, adalah aktivis hak asasi manusia yang terbunuh di atas pesawat Garuda Indonesia. Bersama beberapa aktivis, Desmon pernah diculik pada awal Januari 1998 dan dilepaskan pada 3 April 1998. Sebagai orang Kontras, Munirlah yang waktu itu memberikan advokasi kepada aktivis korban penculikan.

Siapakah para penculik mereka? Sejarah mencatat, beberapa anggota pasukan khusus Angkatan Darat (Kopassus) terlibat dalam penculikan itu. Para pelaku bahkan sudah divonis. Muchdi diduga kuat juga terlibat dalam aksi itu. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with sidang at Ndoro Kakung.