Pasangan Pecas Ndahe

Februari 7, 2012 § 85 Komentar

Kehebohan itu disulut oleh sebuah tanda pagar di linimasa pada pekan terakhir Januari silam. Beberapa pekicau menulis status di Twitter dengan mencantumkan #ItsAPerfectMatch.

Saking riuhnya orang menyebut, tanda pagar atawa tagar itu bahkan sempat menjadi trending topic. Situs SalingSilang mencatat tagar menghasilkan data seperti gambar di bawah ini.

data traffic itsaperfectmatch

Tapi ada apa sebenarnya di balik tanda pagar “pasangan yang sempurna” itu? « Read the rest of this entry »

Kompetisi Pecas Ndahe

Mei 23, 2011 § 78 Komentar

Pas belum punya uang, pengen beli handphone. Setelah punya uang, bingung mau beli handphone yang mana. Begitulah masalah yang selalu dihadapi Mat Bejo teman saya.

Makanya, dia bertanya melulu setiap kali bertemu saya. “Kalau iPhone4 bagus nggak, Mas?” tanya Mat Bejo sambil melipat koran yang menayangkan iklan iPhone4.

“Bagus,” jawab saya sambil lalu.

“Terus sebaiknya pakai kartu apa, Mas? Operator mana yang lebih bagus?”

“Kartu penduduk.”

“Ah, serius nih, Mas, bagus yang mana? Mending operator yang itu atau yang ini, Mas? Soalnya saya bingung, karena semua mengaku paling bagus, paling murah, sinyalnya paling kenceng ….” Mat Bejo mencecar saya.

Lama-lama saya pun kesal. “Begini ya, Mat. Sampean harus teliti sebelum membeli. Zaman sekarang ini konsumen harus cerdas karena semua produk mengaku paling bagus. Persaingan begitu ketat. Tapi kompetisi itu bagus,” jawab saya. « Read the rest of this entry »

iPhone4 Pecas Ndahe

Desember 22, 2010 § 48 Komentar

Para pecinta produk Apple di Indonesia sekarang sudah bisa membeli iPhone4. Tersedia di banyak lokasi dengan pelbagai paket harga. Seberapa canggih iPhone4 ini?

Menjadi narablog itu ada enak dan tak enaknya. Mendapat banyak teman baru, diajak kumpul dan makan-makan, diundang mengunjungi tempat-tempat wisata adalah beberapa contoh bagian yang enak-enak.

Lantas di mana bagian tak enaknya? Seorang blogger kawan saya punya cerita. Suatu hari dia ditanya temannya. “Eh, kamu tahu nggak jadwal kereta api Solo-Prambanan?”

Kawan saya yang narablog itu dengan jujur menjawab tidak karena ia memang jarang naik kereta api itu sehingga tak hapal jadwalnya. Eh, temannya malah heran. “Kok nggak tahu sih? Kamu kan blogger?”

Hohoho … saya tertawa ngakak mendengar kisah yang sungguh-sungguh terjadi itu. Mungkin dia mengira bahwa narablog itu kelompok orang yang tahu segalanya. Blogger pasti mengetahui banyak hal, dari soal tulis-menulis sampai fotografi. Dari politik hingga antropologi. Dari peniti sampai jadwal kereta api.

Padahal narablog itu orang biasa, seperti kita ini. Keterampilan dan pengetahuannya macam-macam. Ada yang pintar menulis dan mempunyai pengetahuan luas. Ada yang hanya piawai memotret tapi pengetahuan umumnya pas-pasan. Mereka tak selalu mampu menjawab setiap pertanyaan. Jadi anggapan bahwa blogger selalu tahu segalanya itulah bagian tak enaknya. « Read the rest of this entry »

Koneksi Pecas Ndahe

Juli 19, 2010 § 122 Komentar

Bayangkan sampean mahasiswa di Wates, Yogyakarta. Tapi sampean bisa mengikuti kuliah seorang dosen di ITB yang tengah menerangkan mesin traktor lewat konferensi video jarak jauh di telepon genggam.

Bayangkan sampean seorang petani di Gorontalo. Tapi sampean dapat mengikuti program penyuluhan pertanian hijau dari petugas lapangan di Bogor melalui siaran video jarak jauh di laptop.

Kualitas siaran video itu begitu jernih, koneksinya tak pernah terputus, sebagus sampean menonton siaran televisi saat ini.

Semua itu kemungkinan bisa terwujud bila di negeri ini sudah tersedia jaringan koneksi nirkabel dengan teknologi LTE.

Uji coba video streaming tiga dimensi (3D) yang diakses menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE).

LTE adalah generasi keempat (4G) dari teknologi radio untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan dari jaringan telepon selular. LTE konon lebih cepat dan efisien dibanding generasi sebelumnya (3G). « Read the rest of this entry »

Lagu Pecas Ndahe

Februari 19, 2010 § 49 Komentar

Bagaimana menjadi pemimpin yang kreatif, efektif, dan efisien? Seth Godin menuliskan kiatnya dalam salah satu bukunya yang laris, Tribe.

Di halaman 120 buku itu, Godin menulis kisah tentang Jacqueline yang berhasil menyampaikan sebuah pesan kepada tribe, ibu-ibu di Rwanda, Afrika, dengan cara yang berbeda. Jacqueline adalah contoh tentang seorang pemimpin yang mampu mengubah keadaan yang tak menguntungkan menjadi peluang untuk meraih kesuksesan.

Bagaimana kisahnya?

Jacqueline bercerita tentang Unicef yang menghabiskan dana besar untuk menciptakan poster kampanye vaksinasi anak bagi ibu-ibu di Rwanda. “Poster itu menakjubkan — menampilkan foto ibu dan anak dengan pesan sederhana yang ditulis dalam bahasa Kinyarwandan (bahasa lokal) mengenai pentingnya vaksinasi untuk setiap anak. Sempurna. Tapi sayang mereka tidak memperhitungkan tingkat buta huruf wanita Rwanda yang melebihi 70 persen. Pesan yang ditulis dalam bahasa Kinyarwandan secara sempurna pun menjadi tidak terlalu berpengaruh.”

Jacqueline memang memilik ide hebat. Agar pesan tersebut menyebar di Rwanda, ia mengubahnya menjadi lagu. Sekelompok wanita akan bernyanyi untuk kelompok lainnya, dengan demikian mereka bisa menyebarkan pesan sekaligus menyenangkan orang lain. Tidak ada lagu, tidak ada pesan. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with telkomsel at Ndoro Kakung.