Koneksi Pecas Ndahe

Juli 19, 2010 § 122 Komentar

Bayangkan sampean mahasiswa di Wates, Yogyakarta. Tapi sampean bisa mengikuti kuliah seorang dosen di ITB yang tengah menerangkan mesin traktor lewat konferensi video jarak jauh di telepon genggam.

Bayangkan sampean seorang petani di Gorontalo. Tapi sampean dapat mengikuti program penyuluhan pertanian hijau dari petugas lapangan di Bogor melalui siaran video jarak jauh di laptop.

Kualitas siaran video itu begitu jernih, koneksinya tak pernah terputus, sebagus sampean menonton siaran televisi saat ini.

Semua itu kemungkinan bisa terwujud bila di negeri ini sudah tersedia jaringan koneksi nirkabel dengan teknologi LTE.

Uji coba video streaming tiga dimensi (3D) yang diakses menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE).

LTE adalah generasi keempat (4G) dari teknologi radio untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan dari jaringan telepon selular. LTE konon lebih cepat dan efisien dibanding generasi sebelumnya (3G).

Teknogi LTE ini diklaim mempunyai keunggulan 20 persen lebih baik dari output HSDPA. Ia juga, katanya, menghasilkan kapasitas suara hingga 10 kali lipat, kapasitas data 20 kali lipat lebih banyak, 10 persen jangkauan lebih banyak dan menghemat energi hingga enam kali lipat serta 30 kali lebih banyak memproses mode multi standart seperti GSM, WCDMA dan LTE).

Pada acara Mobile World Congress di Barcelona pada 2008, Ericsson memperlihatkan kecepatan transfer hingga 1 GB per detik.

Tapi janganlah sampean ikut pusing membayangkan kecanggihan LTE secara teknis. Silakan baca-baca saja informasi lebih lanjut mengenai LTE di sini.

Saya hanya berharap, dengan koneksi yang kencang itu, operator bisa menghemat belanja modal dan biaya operasionalnya. Dan semoga dapat memberikan layanan yang lebih murah lagi ke konsumen.

Konsumen seperti kita perlu mengantisipasi tarif dan kemampuan operator melayani kebutuhan. Sebab, ada yang pernah mengatakan pada 2013, lalu lintas data lewat Internet diramalkan akan melonjak hingga 1.683 persen. Nah, LTE memang dirasa cocok untuk menangani lonjakan tersebut.

Sebelum sampai ke sana, operator memerlukan lisesi teknologi LTE (4G) dari pemerintah. Terutama untuk penempatan frekuensinya. Sejauh ini sudah tiga operator seluler yang mengajukan permohonan untuk menjajal LTE, salah satunya Telkomsel.

Entah kapan surat izin itu keluar. Tapi sudah ada rencana bahwa operator akan mengetes LTE akhir tahun ini. Tahun depan uji coba akan dilakukan secara terbatas. Dan kemungkinan bisa dikomersialkan paling cepat pada 2012-2013.

Pada saat itu, kita juga mesti berharap sudah ada perangkat-perangkat, seperti ponsel dan laptop, yang mendukung LTEM. Kalau belum ya percuma. Kita tak bisa memanfaatkan LTE secara optimal.

Untuk sementara ini, mari kita menunggu dengan teknologi yang sudah ada dulu ya.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Bagaimana masa depan LTE di Indonesia menurut sampean?

Foto di atas dipinjam dari situs ini.

Iklan

Tagged: , , , , , , ,

§ 122 Responses to Koneksi Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Koneksi Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: