Rumor Pecas Ndahe

Juni 5th, 2008 § 57 Komentar

Rumor itu beredar dari milis ke milis, juga di beberapa blog dan situs jurnalisme warga. Isinya kurang lebih begini:

Hari Kamis tgl 29 Mei 2008 di bandara Soekarno Hatta telah dilakukan pemeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer.

Kepada mereka yang komputernya terinstallasi software-software tidak berlisensi, dilakukan sidang di tempat dan dikenakan denda sebesar Rp 9.500.000,- per komputer. Selanjutnya komputer ditahan dan harus ditebus di polres yang telah ditentukan.

Menurut info yang didapat, pemeriksaan komputer ini telah dilakukan selama seminggu oleh aparat kepolisian beserta tim HAKI di bandara, cafe-cafe dan tempat umum lainnya.

Kejadian ini disaksikan langsung oleh pak Rahmat Saptadirdja (Xsis) dan pak Bima Kurniawan (Anabatic) yang akan melakukan perjalanan melalui bandara Soekarno Hatta.

Kepada rekan-rekan yang menggunakan komputer notebook, harap berhati-hati dalam menggunakan komputernya di tempat umum dan segera melegalisir software-software yang digunakan atau menghapus software yang tidak legal.

Kabar itu memicu keresahan di kalangan pemakai laptop/notebook, terutama yang memakai sistem operasi ilegal. Tapi, para aktivis sistem operasi terbuka justru menunggangi memanfaatkan kabar itu sebagai bahan kampanye penggunaan peranti lunak terbuka.

Saya ndak keberatan sama sekali terhadap kampanye pemakaian sistem operasi legal. Masalahnya, apakah razia peranti lunak ilegal itu benar-benar terjadi? Jawabannya: TIDAK!

Meski isu ini sudah agak basi, koran yang ringkas dan cergas itu telah memastikan bahwa rumor tentang razia laptop di beberapa tempat umum tak lebih dari isapan jempol.

razia laptop itu isapan jempol

Jadi singkirkan kekhawatiran itu segera, Ki Sanak … paling tidak untuk sementara ini.

§ 57 Responses to Rumor Pecas Ndahe

  • beberapa mengatakan:

    Masalah yang lumayan sensitif setelah isu BBM dan Monas. Coba cek dan ricek ke BIN ah…

  • novee mengatakan:

    kalo iya, tu pulisi iseng amat.. kaya gada krj an laen yg lebih penting..
    kerjaan yg ada aja belom beres dg sempurna koq.
    lg an emang pulisi nya ngerti cara meriksa nya? hahahaaa.. ga bermaksud ngerendahin sih, tp pulisi endonesa mah bisa diukur kepinteran nya.. heheheee ups! ma’ap ya pak pulisi..

  • ratutebu mengatakan:

    saiia juga denger tuhh kabar itu.. bneran ga??
    sekarang kantor dikejer-kejer suruh nge-lisensi-kan softwarenya.. dan itu mahalllll.. poooollll.. :cool:

  • mikow mengatakan:

    barusan juraganku pergi ke aceh, lewat bandara bawa laptop yg aku tau ada beberapa software tak berlisensi tapi lancar2 aja tuh, nggak kena razia.

  • bangsari mengatakan:

    koran siapa dulu dong…

  • kopdang mengatakan:

    syukurlah..

    Pemerentah sepertinya mati-matian mbikin rumor serbaneka semata-mata membuktikan bahwa sumbu ingatan bangsa ini pendek nian..

    Apa kabar BBM dan BLT..?

  • Donny Verdian mengatakan:

    Lha kok semua pada pake razia tho.
    Agama/aliran lain dirazia, sekarang sopwer juga dirajia

  • lies.surya mengatakan:

    so far aku belum pernah ngerasain razia notebook.
    pengen juga rasanya kena “tilang software”

  • waterbomm mengatakan:

    wah iya tuh… hampir disemua milis pasti ada..
    kacau banget.. :D

  • serdadu95 mengatakan:

    ["...paling tidak untuk sementara ini"]… kalimat ini justru nyang mengkawatirkan Ndoro..

  • Yahya Kurniawan mengatakan:

    ah, ndak pernah bawa notbuk ke bandara. Punya aja endak :mrgreen:

  • Hedi mengatakan:

    jadi, mari kita langganan koran tempo :P

  • suprie mengatakan:

    saya si aman… klo pake laptop asal aja penengnya juga aman koq, itu di anggap asli …

  • GiE mengatakan:

    Untung ndak punya leptop, apalagi ke bandara, nggak pernah. Hmm… tapi kalo beneran, kayaknya musti nyiapin sekoper dolar. Buat jaga2.

    he..he.. :D

  • GiE mengatakan:

    [OOT]
    Mo nyari halaman about kok ndak ada yaa.. hee… :D
    cuman mo bilang salam kenal yo, mas… katanyah mo jadi Chairman Pesta Blogger nih.. ;)
    [/OOT]

  • fahmi! mengatakan:

    keduluan komen novee, gimana cara polisi ngecek software itu asli/bajakan. dan berapa lama waktu yg mesti terbuang?

  • Alex mengatakan:

    Rumor kok dipercaya ???
    tu kan boong2an kiranya….
    tambah pecas ndahe…

    ndoro aku link ya…

  • Alex mengatakan:

    mas, rumornya lagi ndoro di opinikan jadi chairman di Pesta Blogger 2008 nanti ya ??? mantab..ndoro…. apa nggak pecas ndahe kepala ndoro….amanah lagi ya ndoro.?? hehe

  • Arief mengatakan:

    …..atuuuttttt…..

  • OFANK mengatakan:

    Wach, pantesan semua user-userku pada ribut semua kemarin hari Rabu,4-Juni-2008. Mendengar ini saya langsung memberi Instruksi ke bawah, dan meyakinkan semuanya menggunakan Operating System yang Legal. termasuk semua Application di dalamnya. Namun, terlepas dari semua itu tergantung dari masing-masing user yang suka menambahkan software atau Application sendiri perlu memperhatikan apakah itu bersifat Freeware/Shareware seperti Games yang ber-type “Trial”misalnya. Apalagi yang berhubungan dengan Crack, dll.
    Thx. Ndoro atas infonya. ;-)

  • potter mengatakan:

    sama kayak GIE

    ndak punya laptop n blom pernah ke Bandara

  • nonadita mengatakan:

    Cara ngecek itu softwer asli atau tidak:
    polisi mesti bawa PAKAR kemana-mana pas razia!

  • gali tenan mengatakan:

    dan jangan lupa kalau berpergian, bawa itu lemari berisi dokument legal pembelian “sop”ware, kuitansi-kuitansi pembeliannya.
    juga kalau ada Mp3, bawa semua CD aselinya.. plus cover dan BOn pembelian..
    terakhir biar mantap jangan lupa bawa pulo Box dari laptop, dan CD sofware.. karena kalau dak ada box harga turun-dan diraguakan keaseliannya
    Kalau yang pakai corporate lisensi, bawa juga IT kantor untuk jelasin apa itu corporate licency.

    ribet nya test program aseli..

  • tikabangetâ„¢ mengatakan:

    misalpun dirazia, ngertinya gimana ituh kalo punya kita bajakan ato legal?
    bilang aja legal.
    trus kalo ditanyain “mana buktinya?” , jawab aja “rumah sayah di zimbabwe, pak.. mari ikut sayah ke zimbabwe..”

  • ketela mengatakan:

    kita tunggu aja di TV2 kalo ada yang ketangkep kan nanti heboh di TV

  • hanny mengatakan:

    isu yang sengaja ditiupkankah? agar orang-orang tak membeli software bajakan? :D

  • kadal mengatakan:

    lho.. mbah kakung, kok kata si kompas beda ya ama tempo.
    http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/05/08511512/laptop.penumpang.diperiksa.di.bandara.soekarno-hatta

  • oon mengatakan:

    wah pada makin pinter bikin berita bohong ya ndor :p

    coba ada yang bikin hoax yang bisa bikin orang banyak harta membagiku secara sukarela xixixixi…

  • zam mengatakan:

    saya terpaksa pake linux!

  • Titis Sinatrya mengatakan:

    Thinxxx: Perang … perang lagi …………

  • chodirin mengatakan:

    kompas mah bener2 gak mutu. beritanya sering di delete. tapi apa mereka gak nyadar ya? kan tetap terindex di google. (naggepin commentnya kadal)

  • cK mengatakan:

    teman saya lolos bawa leptop kesini tanpa ditanyain macem-macem. soalnya dibungkus pake bubble wrap sama amplop dokumen coklat dan ditaruh di koper. :P

    eh komen saya gak nyambung ya? :P

  • kangtutur mengatakan:

    Wah… wah! :O

  • balibul mengatakan:

    rumornya, ndoro jadi chairman pestablogger ya?

  • Silly mengatakan:

    ahhh… untung ndak punya laptop…
    ahhh… untung ndak pernah kebandara…
    ahhh… kamyu… dasar blogger!!!

    (ndak tahan kalo ndak nin ggalin komentar aneh… hahahahahaha…) :D

  • kenji mengatakan:

    ow, jadi percuma donk saya kemana2 bawa hologram CoA ya :D

  • sluman slumun slamet mengatakan:

    windows saya asli…
    xandros saya asli :d

  • tamie mengatakan:

    hah.. untungnya cuma isapan jempol,
    lega dah..

  • Dedi Dwitagama mengatakan:

    Laptopnya di paketin aza :D

  • taliguci mengatakan:

    Sapa yang keplok-keplok dibalik rumor ndoro?

  • Juminten mengatakan:

    fiuh… syukur deh kalo ini cuma isapan jempol belaka.
    kok banyak banget seh hoax bertebaran di media? :(
    jd bingung mau percaya yg mana… hmmm…

  • edratna mengatakan:

    Saya kalau mengajar cuma bawa flash dish…dan bahan mengajar sudah bisa diakses dari mana saja, jika yang dari flash dish terkena virus….jadi tak perlu menenteng laptop di bandara.
    Masalahnya bagaimana jika kita mau on the spot, dan bahannya ada di laptop tsb…kalau laptop kantor biasanya udah sofware resmi, tapi kalau milik staf?

  • sofie mengatakan:

    saya sampe kebawa mimpi, masak mau pergi aja mesti install linux, padahal dokumen2 saya kan uda disiapin di windows….:(,hehehe

  • munyuk pemalu mengatakan:

    ih, ngeselin. padahal pan mending beli beras ma minyak tanah daripada beli software asli yang hanya memperkaya satu orang doang. hahaha…pembajak :p

  • ika mengatakan:

    wedew,,kalo betulan piye jal?????

  • ngodod mengatakan:

    besok2 kalo bawa laptop. hardisk-nya tak copot… men…

  • arya mengatakan:

    pakde, kabar dari pak budi,tadi pagi ada razia lektop di soetta,tp acak. dan katanya bukan buat meriksa sopwer bajakan atau sejenisnya. mbuh opo sing diperiksa

  • riadi mengatakan:

    loh, bukankah org2 di bandara sana tidak punya hak utk melakukan cek tsb? kecuali jika yg diperiksa itu mmg tersangka kasus kejahatan tertentu, itupun dgn surat ijin yg mmg dikeluarkan pengadilan.

  • ning mengatakan:

    kapan ya.. bisa liat orng dirazia?
    kapan ya.. bisa ke bandara?
    kapan ya.. bisa ikut merazia?

  • [...] soal bantahan tentang berita razia notebook ini ada di blog ndorokakung, dalam artikelnya yang berjudul rumor pecas ndahe. [...]

  • Gondes mengatakan:

    tapi ttp aja bikin resah ndoro, gmn enggak .. leptop meblinya cmn 7jutanan .. lha dendanya segitu. Saya masih ttp khawatir walau isu itu cmn isapan jempol. Mongkin skg enggak, tapi ndak tau masa2 nanti nya. Mendingan konco2 smua hati2 ttp perlu, toh hati2 gk ada ruginya khan ? .. :)

  • [...] Ndoro Kakung juga membantah rumor tersebut. [...]

  • pras mengatakan:

    Jadi mikir nih… aman ga ya bawa laptop skr ke bandara ? harga laptop saya aja ga sampe 9.5 jt. Ga masuk akal tuh peraturannya.

  • [...] soal bantahan tentang berita razia notebook ini ada di blog ndorokakung, dalam artikelnya yang berjudul rumor pecas ndahe. [...]

  • winda mengatakan:

    kalo ga pake sopwer illegal, ntar generasi saya jadi ga bisa mencerdaskan kehidupan bangsa dong. iya kalo pemerintah mensubsidi kita2 anak sekolah dgn sopwer asli nan gratis. bisanya ngomong doang!

  • ketiduran mengatakan:

    bagus lah , sering seringlah dan teruskan operasinya biar linuk tampah populer hehehe

  • ridho mengatakan:

    waduh…..klo d bilang isapan jempol itu bisa juga politik kan…???
    biar orang2 yakin trs pada bawa “bajakan” akhirnya ketangkep deh….
    itu hanya penerbangan domestik kan?
    yg internasional masih simpang siur…
    coba ada yg ceritain pengalaman pribadi yg tepat

    di butuhkan kabar yg tepat

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Rumor Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.