Rumor itu beredar dari milis ke milis, juga di beberapa blog dan situs jurnalisme warga. Isinya kurang lebih begini:
Hari Kamis tgl 29 Mei 2008 di bandara Soekarno Hatta telah dilakukan pemeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer.
Kepada mereka yang komputernya terinstallasi software-software tidak berlisensi, dilakukan sidang di tempat dan dikenakan denda sebesar Rp 9.500.000,- per komputer. Selanjutnya komputer ditahan dan harus ditebus di polres yang telah ditentukan.
Menurut info yang didapat, pemeriksaan komputer ini telah dilakukan selama seminggu oleh aparat kepolisian beserta tim HAKI di bandara, cafe-cafe dan tempat umum lainnya.
Kejadian ini disaksikan langsung oleh pak Rahmat Saptadirdja (Xsis) dan pak Bima Kurniawan (Anabatic) yang akan melakukan perjalanan melalui bandara Soekarno Hatta.
Kepada rekan-rekan yang menggunakan komputer notebook, harap berhati-hati dalam menggunakan komputernya di tempat umum dan segera melegalisir software-software yang digunakan atau menghapus software yang tidak legal.
Kabar itu memicu keresahan di kalangan pemakai laptop/notebook, terutama yang memakai sistem operasi ilegal. Tapi, para aktivis sistem operasi terbuka justru menunggangi memanfaatkan kabar itu sebagai bahan kampanye penggunaan peranti lunak terbuka.
Saya ndak keberatan sama sekali terhadap kampanye pemakaian sistem operasi legal. Masalahnya, apakah razia peranti lunak ilegal itu benar-benar terjadi? Jawabannya: TIDAK!
Meski isu ini sudah agak basi, koran yang ringkas dan cergas itu telah memastikan bahwa rumor tentang razia laptop di beberapa tempat umum tak lebih dari isapan jempol.
![]()
Jadi singkirkan kekhawatiran itu segera, Ki Sanak … paling tidak untuk sementara ini.
Juni 5, 2008 pukul 12:26 pm
Masalah yang lumayan sensitif setelah isu BBM dan Monas. Coba cek dan ricek ke BIN ah…
Juni 5, 2008 pukul 1:00 pm
kalo iya, tu pulisi iseng amat.. kaya gada krj an laen yg lebih penting..
kerjaan yg ada aja belom beres dg sempurna koq.
lg an emang pulisi nya ngerti cara meriksa nya? hahahaaa.. ga bermaksud ngerendahin sih, tp pulisi endonesa mah bisa diukur kepinteran nya.. heheheee ups! ma’ap ya pak pulisi..
Juni 5, 2008 pukul 1:01 pm
saiia juga denger tuhh kabar itu.. bneran ga??
sekarang kantor dikejer-kejer suruh nge-lisensi-kan softwarenya.. dan itu mahalllll.. poooollll..
Juni 5, 2008 pukul 1:06 pm
barusan juraganku pergi ke aceh, lewat bandara bawa laptop yg aku tau ada beberapa software tak berlisensi tapi lancar2 aja tuh, nggak kena razia.
Juni 5, 2008 pukul 1:09 pm
koran siapa dulu dong…
Juni 5, 2008 pukul 1:12 pm
syukurlah..
Pemerentah sepertinya mati-matian mbikin rumor serbaneka semata-mata membuktikan bahwa sumbu ingatan bangsa ini pendek nian..
Apa kabar BBM dan BLT..?
Juni 5, 2008 pukul 1:26 pm
Lha kok semua pada pake razia tho.
Agama/aliran lain dirazia, sekarang sopwer juga dirajia
Juni 5, 2008 pukul 1:30 pm
so far aku belum pernah ngerasain razia notebook.
pengen juga rasanya kena “tilang software”
Juni 5, 2008 pukul 1:31 pm
wah iya tuh… hampir disemua milis pasti ada..
kacau banget..
Juni 5, 2008 pukul 1:37 pm
["...paling tidak untuk sementara ini"]… kalimat ini justru nyang mengkawatirkan Ndoro..
Juni 5, 2008 pukul 2:05 pm
ah, ndak pernah bawa notbuk ke bandara. Punya aja endak
Juni 5, 2008 pukul 2:14 pm
jadi, mari kita langganan koran tempo
Juni 5, 2008 pukul 2:21 pm
saya si aman… klo pake laptop asal aja penengnya juga aman koq, itu di anggap asli …
Juni 5, 2008 pukul 2:33 pm
Untung ndak punya leptop, apalagi ke bandara, nggak pernah. Hmm… tapi kalo beneran, kayaknya musti nyiapin sekoper dolar. Buat jaga2.
he..he..
Juni 5, 2008 pukul 2:47 pm
[OOT]
cuman mo bilang salam kenal yo, mas… katanyah mo jadi Chairman Pesta Blogger nih..
[/OOT]
Mo nyari halaman about kok ndak ada yaa.. hee…
Juni 5, 2008 pukul 2:48 pm
keduluan komen novee, gimana cara polisi ngecek software itu asli/bajakan. dan berapa lama waktu yg mesti terbuang?
Juni 5, 2008 pukul 2:53 pm
Rumor kok dipercaya ???
tu kan boong2an kiranya….
tambah pecas ndahe…
ndoro aku link ya…
Juni 5, 2008 pukul 2:59 pm
mas, rumornya lagi ndoro di opinikan jadi chairman di Pesta Blogger 2008 nanti ya ??? mantab..ndoro…. apa nggak pecas ndahe kepala ndoro….amanah lagi ya ndoro.?? hehe
Juni 5, 2008 pukul 4:08 pm
…..atuuuttttt…..
Juni 5, 2008 pukul 4:16 pm
Wach, pantesan semua user-userku pada ribut semua kemarin hari Rabu,4-Juni-2008. Mendengar ini saya langsung memberi Instruksi ke bawah, dan meyakinkan semuanya menggunakan Operating System yang Legal. termasuk semua Application di dalamnya. Namun, terlepas dari semua itu tergantung dari masing-masing user yang suka menambahkan software atau Application sendiri perlu memperhatikan apakah itu bersifat Freeware/Shareware seperti Games yang ber-type “Trial”misalnya. Apalagi yang berhubungan dengan Crack, dll.
Thx. Ndoro atas infonya.
Juni 5, 2008 pukul 4:18 pm
sama kayak GIE
ndak punya laptop n blom pernah ke Bandara
Juni 5, 2008 pukul 4:22 pm
Cara ngecek itu softwer asli atau tidak:
polisi mesti bawa PAKAR kemana-mana pas razia!
Juni 5, 2008 pukul 4:45 pm
dan jangan lupa kalau berpergian, bawa itu lemari berisi dokument legal pembelian “sop”ware, kuitansi-kuitansi pembeliannya.
juga kalau ada Mp3, bawa semua CD aselinya.. plus cover dan BOn pembelian..
terakhir biar mantap jangan lupa bawa pulo Box dari laptop, dan CD sofware.. karena kalau dak ada box harga turun-dan diraguakan keaseliannya
Kalau yang pakai corporate lisensi, bawa juga IT kantor untuk jelasin apa itu corporate licency.
ribet nya test program aseli..
Juni 5, 2008 pukul 5:38 pm
misalpun dirazia, ngertinya gimana ituh kalo punya kita bajakan ato legal?
bilang aja legal.
trus kalo ditanyain “mana buktinya?” , jawab aja “rumah sayah di zimbabwe, pak.. mari ikut sayah ke zimbabwe..”
Juni 5, 2008 pukul 5:40 pm
kita tunggu aja di TV2 kalo ada yang ketangkep kan nanti heboh di TV
Juni 5, 2008 pukul 6:22 pm
isu yang sengaja ditiupkankah? agar orang-orang tak membeli software bajakan?
Juni 5, 2008 pukul 6:29 pm
lho.. mbah kakung, kok kata si kompas beda ya ama tempo.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/05/08511512/laptop.penumpang.diperiksa.di.bandara.soekarno-hatta
Juni 5, 2008 pukul 7:01 pm
wah pada makin pinter bikin berita bohong ya ndor :p
coba ada yang bikin hoax yang bisa bikin orang banyak harta membagiku secara sukarela xixixixi…
Juni 5, 2008 pukul 7:11 pm
saya
terpaksapake linux!Juni 5, 2008 pukul 7:21 pm
Thinxxx: Perang … perang lagi …………
Juni 5, 2008 pukul 7:26 pm
kompas mah bener2 gak mutu. beritanya sering di delete. tapi apa mereka gak nyadar ya? kan tetap terindex di google. (naggepin commentnya kadal)
Juni 5, 2008 pukul 7:34 pm
teman saya lolos bawa leptop kesini tanpa ditanyain macem-macem. soalnya dibungkus pake bubble wrap sama amplop dokumen coklat dan ditaruh di koper.
eh komen saya gak nyambung ya?
Juni 5, 2008 pukul 8:06 pm
Wah… wah! :O
Juni 5, 2008 pukul 8:39 pm
rumornya, ndoro jadi chairman pestablogger ya?
Juni 5, 2008 pukul 8:55 pm
ahhh… untung ndak punya laptop…
ahhh… untung ndak pernah kebandara…
ahhh… kamyu… dasar blogger!!!
(ndak tahan kalo ndak nin ggalin komentar aneh… hahahahahaha…)
Juni 5, 2008 pukul 9:09 pm
ow, jadi percuma donk saya kemana2 bawa hologram CoA ya
Juni 5, 2008 pukul 10:07 pm
windows saya asli…
xandros saya asli :d
Juni 5, 2008 pukul 10:08 pm
hah.. untungnya cuma isapan jempol,
lega dah..
Juni 5, 2008 pukul 10:49 pm
Laptopnya di paketin aza
Juni 5, 2008 pukul 10:53 pm
Sapa yang keplok-keplok dibalik rumor ndoro?
Juni 6, 2008 pukul 12:02 am
fiuh… syukur deh kalo ini cuma isapan jempol belaka.
jd bingung mau percaya yg mana… hmmm…
kok banyak banget seh hoax bertebaran di media?
Juni 6, 2008 pukul 10:05 am
Saya kalau mengajar cuma bawa flash dish…dan bahan mengajar sudah bisa diakses dari mana saja, jika yang dari flash dish terkena virus….jadi tak perlu menenteng laptop di bandara.
Masalahnya bagaimana jika kita mau on the spot, dan bahannya ada di laptop tsb…kalau laptop kantor biasanya udah sofware resmi, tapi kalau milik staf?
Juni 6, 2008 pukul 11:05 am
saya sampe kebawa mimpi, masak mau pergi aja mesti install linux, padahal dokumen2 saya kan uda disiapin di windows….:(,hehehe
Juni 6, 2008 pukul 2:07 pm
ih, ngeselin. padahal pan mending beli beras ma minyak tanah daripada beli software asli yang hanya memperkaya satu orang doang. hahaha…pembajak :p
Juni 6, 2008 pukul 3:19 pm
wedew,,kalo betulan piye jal?????
Juni 6, 2008 pukul 9:29 pm
besok2 kalo bawa laptop. hardisk-nya tak copot… men…
Juni 6, 2008 pukul 9:51 pm
pakde, kabar dari pak budi,tadi pagi ada razia lektop di soetta,tp acak. dan katanya bukan buat meriksa sopwer bajakan atau sejenisnya. mbuh opo sing diperiksa
Juni 7, 2008 pukul 12:20 am
loh, bukankah org2 di bandara sana tidak punya hak utk melakukan cek tsb? kecuali jika yg diperiksa itu mmg tersangka kasus kejahatan tertentu, itupun dgn surat ijin yg mmg dikeluarkan pengadilan.
Juni 7, 2008 pukul 12:48 pm
kapan ya.. bisa liat orng dirazia?
kapan ya.. bisa ke bandara?
kapan ya.. bisa ikut merazia?
Juni 9, 2008 pukul 5:53 pm
[...] soal bantahan tentang berita razia notebook ini ada di blog ndorokakung, dalam artikelnya yang berjudul rumor pecas ndahe. [...]
Juni 9, 2008 pukul 11:28 pm
tapi ttp aja bikin resah ndoro, gmn enggak .. leptop meblinya cmn 7jutanan .. lha dendanya segitu. Saya masih ttp khawatir walau isu itu cmn isapan jempol. Mongkin skg enggak, tapi ndak tau masa2 nanti nya. Mendingan konco2 smua hati2 ttp perlu, toh hati2 gk ada ruginya khan ? ..
Juni 10, 2008 pukul 11:18 am
[...] Ndoro Kakung juga membantah rumor tersebut. [...]
Juni 11, 2008 pukul 12:40 pm
Jadi mikir nih… aman ga ya bawa laptop skr ke bandara ? harga laptop saya aja ga sampe 9.5 jt. Ga masuk akal tuh peraturannya.
Juni 11, 2008 pukul 4:26 pm
[...] soal bantahan tentang berita razia notebook ini ada di blog ndorokakung, dalam artikelnya yang berjudul rumor pecas ndahe. [...]
Juni 12, 2008 pukul 10:48 am
kalo ga pake sopwer illegal, ntar generasi saya jadi ga bisa mencerdaskan kehidupan bangsa dong. iya kalo pemerintah mensubsidi kita2 anak sekolah dgn sopwer asli nan gratis. bisanya ngomong doang!
Agustus 25, 2008 pukul 12:59 pm
bagus lah , sering seringlah dan teruskan operasinya biar linuk tampah populer hehehe
Oktober 31, 2008 pukul 7:45 pm
waduh…..klo d bilang isapan jempol itu bisa juga politik kan…???
biar orang2 yakin trs pada bawa “bajakan” akhirnya ketangkep deh….
itu hanya penerbangan domestik kan?
yg internasional masih simpang siur…
coba ada yg ceritain pengalaman pribadi yg tepat
di butuhkan kabar yg tepat