Penistaan Pecas Ndahe

April 29th, 2010 § 106 Komentar

Sebuah blog memicu kegemparan. Saya pertama kali mengetahuinya dari salah satu follower saya di Twitter.

“Mas, tolong dilihat, apakah yang harus kita lakukan dengan blog ini?” begitu bunyi pesan yang masuk ke timelinesaya.

Pesan itu mencantumkan tautan yang ketika saya klik, ternyata mengarah ke alamat blog yang mengatasnamakan sebuah SMA swasta di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.

Saya kaget karena isi blog tersebut sangat provokatif dan sarat dengan isu agama. Judul blognya saja sebuah ajakan membasmi sebuah agama dari bumi pertiwi. Lalu tulisan-tulisan di dalamnya bernada menghina dan menyebarkan kebencian terhadap agama itu. Gambar dan fotonya pun provokatif. Contohnya ada foto kitab suci di dalam toilet.

Singkat kata, menurut undang-undang, blog itu bisa dianggap telah menistakan sebuah agama. « Read the rest of this entry »

3 Dimensi Pecas Ndahe

April 23rd, 2010 § 57 Komentar

Roda kemajuan teknologi terus melaju. Begitu sebuah teknologi muncul, dalam waktu tak lama muncul teknologi pembarunya.

Di ranah pertelevisian, teknologi paling seksi saat ini adalah 3D atawa tiga dimensi. Dengan teknologi ini, pesawat-pesawat TV mampu menampilkan tayangan kualitas tinggi, nyaris realistis.

Kelahiran TV-TV berformat 3D didukung oleh para penyedia konten. Pada tahun ini ada beberapa program televisi menarik yang akan ditayangkan dalam versi 3D.

Fitur 3D alias tiga dimensi itu tentu akan menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda bila dibandingkan tayangan yang umum saat ini. Beberapa program televisi yang akan menampilkan versi 3D-nya adalah ESPN dan Discovery.

ESPN akan meluncurkan jaringan televisi 3D pada Juni mendatang. Jaringan itu akan menayangkan setidaknya 85 event olahraga dalam format 3D. Sebagai pembukanya adalah pertandingan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan antara Mexico dan Afrika Selatan pada 11 Juni. « Read the rest of this entry »

TV Pecas Ndahe

April 20th, 2010 § 60 Komentar

Teknologi pertelevisian makin canggih. Setelah plasma TV, LCD, sekarang TV LED pun kian marak. Mana yang cocok buat saya?

Saya bukan pecandu siaran televisi. Kecuali ada berita penting, misalnya insiden bentrokan seperti di Tanjung Priok tempo hari, saya nyaris tak pernah menonton televisi.

Sehari-hari, saya menyalakan TV menjelang berangkat kerja atau sebelum tidur. Sabtu atau Ahad, baru agak lama saya menikmati siaran televisi. Itu pun biasanya pas acara hiburan atau berita.

Acara masak? Yah, sesekali saya memang menikmatinya. Lumayan buat bahan kicauan di Twitter. Aha! Tentu saja soal tisu itu.

Saya lebih suka menikmati tayangan film-film DVD di layar kaca di akhir pekan, menjelang berangkat ke peraduan. « Read the rest of this entry »

Priok Pecas Ndahe

April 14th, 2010 § 81 Komentar

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja bentrok dengan massa di kawasan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bentrok dipicu rencana petugas menertibkan kawasan pemakaman Mbah Priuk.

Jumlah korban luka-luka dan meninggal masih simpang siur. Tapi apa bedanya? Mau satu, dua, tiga atau seratus, yang namanya korban tetap korban.

Ingatan saya melayang pada sebuah esai Goenawan Mohamad tentang “korban” dan “massa”. Korban, tulis GM, adalah mereka yang lari dari desa dan digusur dari perluasan kota.

Perubahan selalu melahirkan korban. Revolusi industri di Inggris, perang saudara di Amerika, revolusi Bolshewik di Rusia, pembangunan kota Paris.

Hari-hari ini kita juga melihat korban jatuh di kawasan pecinan Benteng, Tangerang, dan di Tanjung Priok — atas nama perubahan.

Mengapa yang jadi korban hanya mereka, orang kecil sejak dulu? Bukankah itu pertanda ketidak-adilan dari strategi pembangunan? Tidakkah ada jalan lain, yang jika perlu ada korban maka itu biarlah mereka yang pernah nikmat di atas? « Read the rest of this entry »

Aspartam Pecas Ndahe

April 13th, 2010 § 56 Komentar

Email tentang bahaya aspartam terus bertebaran. Beberapa merek produk makanan dan minuman disebut-sebut mengandung pemanis sintetis ini. Benarkah aspartam menyebabkan diabetes, kanker otak, dan sebagainya?

Tunggu dulu. Untuk sampean yang belum paham topik ulasan kali ini, aspartam adalah pemanis buatan pengganti gula yang biasa digunakan di dalam makanan dan minuman. Karena kandungan kalorinya rendah, aspartam juga dipakai sebagai pengganti gula bagi orang-orang yang melakukan diet dan penderita diabetes.

Di industri makanan dan minuman, aspartam telah dipakai secara luas bersama pemanis kimia lain seperti sakarin dan siklamat. Dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel, aspartam telah digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama digunakan di minuman soda dan permen. Aspartam disukai karena memiliki rasa yang lebih manis 180-200 kali dari gula yang biasa.

Entah kenapa, tiba-tiba beredar kabar bahwa aspartam ternyata memicu pelbagai penyakit berbahaya. Saya pertama kali mendapatkan surat elektronik yang mengingatkan tentang bahaya aspartam itu beberapa bulan yang lalu. Pesan yang sama juga saya peroleh melalui pesan pendek (SMS) yang masuk ke handphone dari kawan-kawan. Sampai beberapa hari yang lalu, masih ada satu dua email tentang aspartam itu masuk ke inbox.

Semula saya sempat kaget karena email itu lengkap menyebutkan merek-merek terkenal, seperti Extra Joss, M-150, Kopi Susu Gelas, Kiranti, Kratingdaeng, Hemaviton, Marimas, Frutillo, Segar Sari, dan sebagainya. Email itu bahkan mencantumkan Ikatan Dokter Indonesia sebagai sumber.

Saya jadi bertanya-tanya, benarkah aspartam memicu beberapa penyakit seperti yang disebut dalam email itu? Benarkah merek-merek yang disebut itu mengandung aspartam? Jika ya, mengapa pemerintah — Departemen Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan — tak melarang peredaran makanan dan minuman yang disebut-sebut memakai aspartam? « Read the rest of this entry »

Di mana saya?

You are currently viewing the archives for April, 2010 at Ndoro Kakung.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 251 pengikut lainnya.