Prada Pecas Ndahe
Juni 14, 2007 § 36 Komentar
Bayangkanlah Anne Hathaway dibungkus Prada. Kulit langsat. Hidung mbangir. Bibir merah merekah. Dada padat.
Malam itu saya akhirnya mengantarkan sosok yang dalam imaji saya adalah Anne Hathaway mencari taksi beberapa meter dari kedai kopi tempat kami bertemu. Jalanan sepi. Sedikit gelap. Kawan perempuan saya itu berkali-kali melirik arloji Bvlgari yang melingkar di tangannya. Sesekali dia menarik dan menengok handphone Nokia merah hati dari tas tangan Prada maroon, barangkali ada SMS yang masuk tapi tak terdengar bunyinya.
“Ada yang ditunggu, Jeng?” saya berbasa-basi memecahkan keheningan di antara kami.
“Ah, enggak Mas,” jawabnya singkat. Tapi saya tahu matanya sangat gelisah.
Setelah hampir setengah jam, yang kami tunggu tak lewat juga. Saya menawarkan diri mengantarnya pulang naik gerobak butut hitam itu. « Read the rest of this entry »
Lajang Pecas Ndahe
Juni 13, 2007 § 24 Komentar
Lelaki yang baik jidatnya udah ada tempelannya, sold out. Yang tersedia tinggal remah-remah, yang ndak mutu, ndesit, katro.
Ups. Itu bukan kata saya, loh. Itu kata seorang teman perempuan saya. Lajang. Umurnya baru thirty something. Smart and charming.
Kami berjumpa di sebuah kedai kopi di jantung Ibu Kota pada sebuah malam. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, wetan-kulon, topik pembicaraan kami sampai ke tema-tema kosmopolitan. Salah satunya ya itu tadi, soal relasi Mars dan Venus. « Read the rest of this entry »
Napi Pecas Ndahe
Juni 12, 2007 § 16 Komentar
Inilah salah satu tikungan mengejutkan yang saya temui di dunia yang semakin tua: Bahkan para narapidana pun sekarang memanfaatkan blog. Saya mengetahuinya lewat Sir Mbilung Mac Ndobos via YM tadi siang.
Wis tau moco blog asosiasi napi indonesia? begitu ia mendadak bertanya.
Halah, blog napi? Antara terkejut dan penasaran, saya langsung menuju ke TKP. Eureka. Benar saja. Begitu saya klik, sebuah blog dengan header mencolok terpampang di layar. « Read the rest of this entry »
Pelukan Pecas Ndahe
Juni 12, 2007 § 21 Komentar
Mengapa orang suka berpelukan? Apa sih efek pelukan bagi pelakunya?
Dua orang yang sedang dimabuk asmara mungkin akan mengatakan pelukan itu tanda cinta. Dua orang yang sedang berseteru barangkali menganggap pelukan itu simbol perdamaian — seperti pak presiden dan pak profesor itu. Bagi para orangtua, pelukan pada anaknya bisa jadi bentuk curahan kasih sayang. Sampean mungkin akan memberi tafsir yang berbeda lagi tentang pelukan.
“Memangnya sampean ndak pernah dipeluk apa, Mas? Kok pakai nanya sih?” kata teman saya.
Tentu saja saya ndak perlu menjawab pertanyaan retorik itu. Karena, apa pun pendapat dan tafsir itu, pelukan dipercaya memberi efek hebat kepada pelakunya — baik yang memeluk atau dipeluk. « Read the rest of this entry »
Hiatus Pecas Ndahe
Juni 11, 2007 § 32 Komentar
Apa sih manfaat ngeblog?
Menyalurkan uneg-uneg biar ndak jadi bisul, Ndoro.
Gaul lagi, Mas.
Ikut trend, dong.
It’s about sharing, Sir.
Oh, buat belajar nulis, Pakde.
Embuh. Asal bikin aja kok, Mbah.
Untuk menyenangkan orang lain, Kang.
Saya mau membuat perbedaan di dunia ini …
Ki Sanak, sampean bisa menambahkan lebih banyak lagi jawaban tentang manfaat blog. Itu hak sampean. Semua jawaban sampean sah-sah saja, tergantung motivasi sampean ngeblog.
Ini bukan soal benar atau salah kok. Saya cuma penasaran saja. Jika ngeblog itu bermanfaat, siapa yang memetiknya? Sampean sendiri? Orang lain? « Read the rest of this entry »


