Bilbor Pecas Ndahe

Oktober 25, 2007 § 18 Komentar

Dua bilbor saling “berbalas pantun” di perempat Jalan Asia-Afrika, Jakarta, tak jauh dari Plasa Senayan.

Yang satu milik sebuah iklan rokok, yang satunya lagi milik sebuah partai politik. Saya baru melihatnya tadi pagi. Mungkin baru dipasang tadi malam.

Aha, ini mestinya bagian Pitra si Bajing Loncat itu untuk mengulasnya. Dia piawai membahas urusan beginian: advertensi, pemasaran spiral, eh … viral, dan temen-temennya. « Read the rest of this entry »

Genduk Pecas Ndahe

Oktober 25, 2007 § 34 Komentar

Makin banyak saja orang iseng dan kurang kerjaan di dunia ini. Salah satu buktinya ya blog ini.

Saya mengendus blog yang baru muncul kemarin ini karena tiba-tiba ada notifikasi sebuah tautan ke blog saya.

Begitu saya buka, saya langsung ngakak. Pemilik blog itu ternyata genduk-genduk saya yang bodinya ginak-ginuk karena kebanyakan makan gudeg Mbok Ginuk. « Read the rest of this entry »

Seleb Pecas Ndahe

Oktober 24, 2007 § 51 Komentar

Adakah jalan pintas untuk menjadi pesohor di ranah blog (baca: seleb blog)? Seorang kawan pernah mengajukan pertanyaan itu ke saya tempo hari. Dia bertanya karena tertarik membuat blog dan ingin langsung terkenal.

Karena merasa pertanyaan itu agak mengada-ada, saya pun balik bertanya, “Kenapa sampean mau jadi seleb blog? Kenapa sampean tak menjadi bloger saja dulu, menulis rutin, dan ajeg, baru setelah itu — kalau beruntung — sampean baru bisa menjadi seleb?”

Eh, dia menjawab dengan bertanya lagi, “Lah buat apa kita nge-blog kalau bukan untuk terkenal, Mas? Buat apa kita jadi bloger yang biasa-biasa saja? Selain itu, mengapa harus berlama-lama nge-blog kalau ada cara cepat jadi seleb blog? Ini zaman instant, Mas.” « Read the rest of this entry »

Garuda Pecas Ndahe

Oktober 23, 2007 § 19 Komentar

Sebagian teka-teki penyebab kecelakaan pesawat terbang Boeing 737 (GA 200) milik PT Garuda Indonesia di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, Maret silam, terungkap sudah.

Kemarin, Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyimpulkan kecelakaan itu disebabkan oleh kecepatan pesawat yang berlebihan (baca: ngebut).

Pesawat nahas itu menyentuh landasan pacu (touch down) dengan kecepatan 221 knot — 87 knot lebih cepat dari seharusnya.

Meski demikian, Komite menolak kecelakaan itu disebut sebagai kesalahan pilot atau human error, melainkan sistem. « Read the rest of this entry »

Balita Pecas Ndahe

Oktober 23, 2007 § 29 Komentar

Anak-anak memang makhluk yang luar biasa mencengangkan. Seperti spon, mereka menyerap apa saja. Seperti cermin, mereka meniru apa saja. Begitu juga ekspresi mereka yang selalu spontan dan di luar dugaan.

Lihat saja bagaimana anak-anak mengeksplorasi lawan jenisnya seperti foto di atas. Sampean pasti ndak pernah membayangkan bakal seperti itu, kan? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Oktober, 2007 at Ndoro Kakung.