Ndoro Kakung


Beranda | Arsip


Data Pecas Ndahe

Oktober 13, 2008 12:03 pm

Inilah isu yang sepanjang akhir pekan lalu memicu kegegeran ranah blog dan plurk: Data Pokok Pendidikan Nasional.

Saya mendapatkan SMS dan email dari beberapa kawan, juga informasi dari RSS Reader beberapa blog mengenai isu itu. Apa yang bikin geger?

Data itu ternyata memuat informasi tentang semua siswa sekolah, dari tingkat SD hingga SMA negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, lengkap dengan nama dan alamah rumah mereka. Hingga pagi ini, saya masih bisa melihat, mengakses, dan mengunduh data itu.

Sebagian kalangan mengganggap informasi yang lengkap itu rawan disalahgunakan. Mereka lalu mendesak Departemen Pendidikan Nasional menghapus atau minimal membatasi akses ke informasi tersebut.

Mereka juga cemas karena Departemen Pendidikan sepertinya tak menyadari bahaya itu, dan belum banyak media mainstream yang membahasnya sebagai isu atau wacana publik yang lebih luas.

Saya memahami maksud dan tujuan Departemen Pendidikan Nasional mempublikasikan data itu seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan bagian dari transparansi.

Tapi, seperti halnya beberapa kawan blogger lain, saya juga jadi ikut risau. Informasi itu memiliki dua sisi mata uang. Bisa positif, bisa negatif. Ada wilayah privasi yang dilanggar oleh negara.

Apa yang bisa kita lakukan? Sampean bisa memilih, misalnya menyebarkan memperingatkan kawan-kawan lain, terutama para orang tua yang data anaknya tercantum di sana untuk waspada, mengirim surat/email atau mengontak Admin Jaringan Pendidikan Nasional, dan sebagainya.

Saya sendiri akan mencoba yang terbaik yang bisa saya lakukan.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean pernah menyadari potensi bahaya publikasi informasi privat di Internet?

Beri peringkat:

Diposkan oleh: Ndoro Kakung

Kategori: Indonesiana

Tag: , , ,

52 Tanggapan to “Data Pecas Ndahe”

  1. walah kan bahaya ya Ndor. lha piye toh kuwi ???? data privat kok di ekspos 😦

    By mantan kyai on Oktober 13, 2008 pada 12:13 pm

  2. menyangkut UU KIP itu sebenarnya saya lebih butuh data APBN dan APBD, hehehe

    By sofie on Oktober 13, 2008 pada 12:14 pm

  3. Iki jenenge salah tafsir. Mosok semua informasi terhadap isi negara ini bisa dengan mudah di telanjangi gitu sih….

    By masbagyo on Oktober 13, 2008 pada 12:29 pm

  4. pemerintah.. kok guoblok benerrrrrrrrrrrrrrr

    By andry on Oktober 13, 2008 pada 12:38 pm

  5. Yang posting mikir ga sich ??

    By anto on Oktober 13, 2008 pada 12:41 pm

    1. wess kerrrrrren foto nd mna tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !!!!!!!!!!!!!!

      By shaffahugi on Februari 11, 2010 pada 1:55 pm

    2. wwwiiiiiiiiiiissssssssssss

      By shaffahugi on Februari 11, 2010 pada 1:57 pm

  6. bener2 gak bisa mikir po?
    yang namanya transparansi itu tetap harus dibatasi, pada hal2 yang memang membutuhkan kontrol publik, bukan sembarang mempublikasikan privasi orang.

    apa gunanya ada hak pribadi, kalo semua orang bisa menelanjangi orang lain.

    * nelen ludah *

    By ning on Oktober 13, 2008 pada 12:46 pm

  7. diknas lagi cari sensasi….

    apa strategi pengalihan perhatian lagi ya??

    By alit on Oktober 13, 2008 pada 12:49 pm

  8. Anda mungkin terkejut saat gugel nama Anda sendiri.
    Ribut-ribut ini malah bikin orang jadi punya ide untuk nipu…

    By bootdir on Oktober 13, 2008 pada 12:58 pm

  9. edukasi masih diperlukan. dan ternyata masih banyak orang-orang yang memerlukan edukasi mengenai hal semacam ini, termasuk juga mereka yang ada di Diknas… hayooo, siapa yang mau memberikan edukasi kepada mereka? ndoro? 😀

    By hanny on Oktober 13, 2008 pada 1:07 pm

  10. Apa ada nomer hp, ukuran bra dan juga poto klos ap-nya ndoro?

    By Kyai slamet on Oktober 13, 2008 pada 1:14 pm

  11. ini ada hubungannya dng nasihat roy suryo gak ya….
    si biang kerok sok tau…

    By andry on Oktober 13, 2008 pada 1:31 pm

  12. Walahh…….. kalo data SMP ama SMA tetep gak bisa di tawarin sales kredit card donk, tapi kalo orang MLM tau tetep di prospek kayaknya. khan ceritanya potensi daftar nama…. mode kabur:) ON

    By boyin on Oktober 13, 2008 pada 1:35 pm

  13. walah….. edannnnn wis…

    By Anang on Oktober 13, 2008 pada 1:36 pm

  14. daripada kelamaan protes untuk ditutup, susah kontak yang tanggung jawan, biasanya situs pemerintah lebih gampang untuk dijebol/deface , jadi buruan deh daripada keburu nyebar dan ke index search engine, hehehe

    By utoko.com on Oktober 13, 2008 pada 2:31 pm

  15. ndang di simpen rapat-rapat sebelum di tutup,…
    buruan, barangkali lain kali berguna..hehehe..
    ora apa-apa mbokan?

    By kemangi-mania on Oktober 13, 2008 pada 2:58 pm

  16. data ini udah di-publish diknas lebih dari setahun lalu, ndoro.
    si mas dan adek suka pake data ini untuk nyari alamat temen-temennya.
    dengan hebohnya berita ini di blog dan plurk, bukannya malah membuka “peluang” negatif ya? malah memberi ide orang lain untuk berbuat jahat?

    By nengjeni on Oktober 13, 2008 pada 3:02 pm

  17. Kalau atas nama keterbukaan dan akuntabilitas publik, kok kayaknya lebih afdol kalau Depdiknas mempublikasikan perincian rencana anggaran dan belanjanya tiap tahun ya, Ndoro… Dan juga termasuk hibah dan bantuan yang diterima serta ke mana saja hibah dan bantuan itu disalurkan. Lha kok ini malah mempublikasikan data lengkap bocah-bocah itu to ya…

    Owalah gusti, gimana bangsa ini mo pinter kalau yang berwenang meminterkan bangsa ini gak pinter-pinter… *** ngelus dada ***

    By kalengkrupuk on Oktober 13, 2008 pada 3:43 pm

  18. depdiknas udah mulai buka2an. Selanjutnya departemen mana?

    By dondanang on Oktober 13, 2008 pada 4:14 pm

  19. Maksud baik belum tentu menjadi baik….jika ada yang menyalahgunakan…

    By edratna on Oktober 13, 2008 pada 4:19 pm

  20. sebaiknya data yg ditampilkan difilter dulu..

    By aRuL on Oktober 13, 2008 pada 5:07 pm

  21. wah hebat itu.. ngumbar data kiri kanan supaya dibilang hebat kali 🙂

    By arsyadsalam on Oktober 13, 2008 pada 5:48 pm

  22. Sudah beres ndoro, berarti saran ndoro di respon

    By Titis Sinatrya on Oktober 13, 2008 pada 5:59 pm

  23. Dengan disebarnya data ini, apakah akan muncul modus penculikan baru???

    By sapimoto on Oktober 13, 2008 pada 6:04 pm

  24. wong geblegg iku ndoro …

    By kutu kupret on Oktober 13, 2008 pada 6:37 pm

  25. mboten wonten alamat rumahe ndoro, cumak alamat sekolah thok, but still no privacy ya …

    By Dhani Aristyawan on Oktober 13, 2008 pada 6:58 pm

  26. ya celaka. seharusnya yang dipublikasikan adalah informasi untuk publik kayak rincian anggaran dan penggunaannya…bukan info macem ini.

    By yati on Oktober 13, 2008 pada 7:12 pm

  27. mendingan alamat lengkap ga usah ditampilkan.

    By test on Oktober 13, 2008 pada 8:20 pm

  28. Saya sangat menyadari Ndoro… nggak ada yang tersembunyi di internet ini..;)

    By Donny Verdian on Oktober 13, 2008 pada 11:39 pm

  29. asyik dong bisa tau alamat artis cilik!!
    huumm… tina toon? baim? AFGAN?!!

    *pedofil*

    By nonadita on Oktober 13, 2008 pada 11:42 pm

  30. […] anak nggak Selamat – Selamatkan Anakmu – Setelah Alamat Siswa Kemudian KK KTP dan Surat Nikah – Data – Save The Students Save Indonesia – […]

    By Blunder Departemen Pendidikan Nasional Indonesia | Fortress Of Solitude on Oktober 13, 2008 pada 11:48 pm

  31. pancen dilematis sih

    By antown on Oktober 14, 2008 pada 12:10 am

  32. mungkin mangsudnya baek ndoro, tapi cuma kelewat goblok 😀

    By den Koplak on Oktober 14, 2008 pada 12:26 am

  33. halah….. indosiana memang penuh jebakan, eh penuh kejutan dengan keanehan-keanehannya

    semoga tidak bikan pecah ndase aja deh…

    salam “jape methe”

    dab penyo
    http://eshape.wordpress.com/

    By eshape on Oktober 14, 2008 pada 5:21 am

  34. sudah dihapus sama diknas tuh…. blogger memang top! coba kalo blogger nggak ngangkat masalah ini? waw waw!

    By sandynata on Oktober 14, 2008 pada 8:31 am

  35. walah kan bahaya

    By Adwan on Oktober 14, 2008 pada 9:14 am

  36. trus siapa yang salah ya ndor ??

    By Wahyu HIdayat on Oktober 14, 2008 pada 9:19 am

  37. Hmm.. menurut saya ya gara-gara pemahaman mengenai sekuritas informasi yang masih rendah…

    By Gyl on Oktober 14, 2008 pada 9:48 am

  38. wah bisa bisanya ya itu salah kaparah nggih mbah lhakok saget ngaten meniko gek larahipun pripun lak yo ndadosaken kuciwane manah lan was was ing penggalih nggih Ndoro

    By genthokelir on Oktober 14, 2008 pada 10:41 am

  39. Kalo data caleg legislatif masih ok lah.. nah ini data anak2 dgn potensi disalahgunakan cukup tinggi malah diexpose. mungkin bisa dibuat dalam bentuk hierarki, untuk masuk detail data perlu pengamanan melalui user login dsb.

    salam,
    Akmal

    By akmalhasan on Oktober 14, 2008 pada 10:48 am

  40. Mending data sekolah mana yg perlu direhab dan sudah direhab, bukan data penghuninya 😐

    By dobelden on Oktober 14, 2008 pada 11:24 am

  41. saya sudah mampir di situs jardiknas, nampaknya data udah dibatasi oleh diknas, hanya sampe nomor NISN, nama siswa dan alamat sekolah…

    By yusran on Oktober 14, 2008 pada 11:46 am

  42. udah ga bisa di akses lagi kok Ndor.. Udah ditutup..

    By adproindonesia on Oktober 14, 2008 pada 11:48 am

  43. gobloooooog ndak ketulungan !!!!!

    By fey on Oktober 14, 2008 pada 12:31 pm

  44. ini KECOLONGAN atau KEBODOHAN yah ….

    By Muda Bentara on Oktober 14, 2008 pada 1:21 pm

  45. […] Ndoro Kakung […]

    By Updates and Rebuttals : on Depdiknas Matter on Oktober 14, 2008 pada 5:51 pm

  46. Sepertinya informasi yang dikeluarkan Departemen Pendidikan itu terlalu luas, Ndoro. Soalnya diantara mereka ada juga yang aktif menyuarakan pendapat mereka, secara sensitif. Masalahnya ada juga dari mereka yang belum tahu cara berpendapat.

    Kalau ada salah satu pihak yang kebakaran jenggot, bisa – bisa anak itu dalam bahaya. 😕

    By Mihael Ellinsworth on Oktober 14, 2008 pada 6:47 pm

  47. Harusnya data yang di publish itu di enkripsi, jangan terbuka seperti sekarang, bahkan cache nya aja masih bisa di unduh di go**. Mana tanggung jawab DEPDIKNAS, ide mereka dengan NISN (biar keren dengan data terpusat) gak kreatif .. banget !!

    By atrix on Oktober 15, 2008 pada 7:48 am

  48. […] sempat bermasalah dengan gagasan proyek beacon-nya, dan kasus dalam negeri terkahir tentang data siswa Indonesia di situs Departemen Pendidikan […]

    By Online Privacy: Kamu Yang Mana? | NavinoT on Oktober 16, 2008 pada 10:24 am

  49. Data saya ada nggak ya? 🙂

    By imcw on Oktober 16, 2008 pada 6:23 pm

  50. knapa harus ada embel2 pecas ndahe di belakang judul, saya jadi susah mencari informasi tentang parodi humor asal solo “pecas ndahe”,,

    lagian ni web sudah tidak terawat,, benar2 mengganggu,,

    By mboh on April 18, 2010 pada 11:58 am

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.