Angels Pecas Ndahe

Oktober 11, 2008 § 37 Komentar

Baiklah kekasih, aku akan bercerita tentang seorang pengarung malam-malam yang sunyi di kota di mana para bidadari jatuh. Tapi ini bukan dongeng tentang Venesia yang ditulis John Berendt dalam City of Falling Angels. Ini kisah tentang lelaki yang digigit sepi setelah rembulan dipinang malam.

Orang-orang menuturkan dongeng tentang lelaki itu setiap kali musim panas yang lengas tiba. Mereka membicarakannya sambil menatap pucuk-pucuk cemara di lereng bukit gersang.

Seseorang mengisahkan, setelah sayap-sayap cinta dan kebahagiaannya yang terakhir lenyap dari laci hatinya, lelaki itu berkelana ke delapan penjuru angin. Ia menggelandang bersama bintang-bintang setelah matahari tergelincir di barat. Langkahnya berat — seperti senapati kalah perang. Parasnya lesi. Matanya udara kering musim gugur.

Seorang pengelana yang bertemu dengannya bertanya, “Mengapa kau menggelandang, Tuan? Apa yang kaucari?” « Read the rest of this entry »

Bursa Pecas Ndahe

Oktober 10, 2008 § 50 Komentar

Penutupan sementara perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berlanjut. Setelah disuspensi Rabu lalu, hari ini lantai bursa direncanakan dibuka kembali. Tapi, ternyata otoritas BEI belum juga membuka sesi perdagangan. Apakah penutupan ini berkaitan dengan ambruknya saham-saham perusahaan milik Grup Bakrie?

Silakan tanya ke para pialang dan para pengamat bursa. Saya cuma mau menunjukkan fakta bahwa suspensi perdagangan saham enam perusahaan milik Bakrie itu faktor penyumbang terbesar ambruknya indeks harga saham yang berakibat penutupan sementara BEI.

Memang suspensi BEI merupakan efek domino dari kepanikan pelaku pasar setelah ambruknya bursa regional. Tapi, tetap saja ada pengaruh kuat dari pelaku pasar dalam negeri.

Benarkah lelaki itu memang duri dalam daging republik ini — setelah kasus lumpur Lapindo?

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean merasa hidup makin sulit dan situasi perekonomian kian menekuk pinggang?

Aesthetica Pecas Ndahe

Oktober 9, 2008 § 38 Komentar

aestheticaPerempuan itu datang dari pinggir galaksi yang kelam pada awal musim gugur yang biru dan membeku. Dia melayang, menggelandang bersama bintang-bintang di ruang kekal tanpa sinar, tanpa jalur, dan bumi yang dingin, bergoyang: buta.

Sosoknya adalah bangunan yang sempurna, pahatan patung Yunani yang mulus tanpa cacat. Sepasang matanya perpaduan terang cahaya matahari dan keteduhan sanubari — membuat diriku tenggelam ke dasar palung yang membahayakan: antara cinta dan hasrat memiliki.

Ia datang pagi, dan pergi tanpa membawa siang. Aku terkesima melihat sayapnya yang lisut, geraknya yang gemulai, perlahan, menari di antara gelap debu-debu purba yang muntah dari kepundan Tambora.

Siapakah dia? Bidadari yang tak pernah menangis? Peri dari negeri kabut?

Entah. Tapi setiap kali terkenang padanya, ingatanku melayang pada bait-bait liris lagu Sinatra yang dilantunkan Sting lagi dengan suara serak … « Read the rest of this entry »

Asmara Pecas Ndahe

Oktober 8, 2008 § 63 Komentar

Sudah beberapa bulan terakhir ini, Jakarta memiliki layanan taksi eksekutif baru dari sebuah armada. Menggunakan Toyota Alphard pelat kuning, layanan ini terlihat mentereng.

alphard pelat kuning

Saya ndak tahu berapa tarifnya, baik flag fall hingga per kilometernya. Saya juga ndak tahu sudah berapa banyak warga Ibu Kota yang mencicipi taksi mewah ini.

Hanya saja, begitu melihat taksi ini, ingatan saya melayang ke sebuah posting di blog lama saya. Sekadar mengingatkan kembali, saya tampilkan tulisan saya waktu itu, kira-kira begini … « Read the rest of this entry »

iReport Pecas Ndahe

Oktober 7, 2008 § 59 Komentar

Apakah tulisan warga itu tak bisa dipercaya? Benarkah warga tak bisa diharapkan sebagai citizen journalist? Bagaimana dengan blogger yang sesungguhnya juga warga pewarta?

Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya setelah terjadi kegegeran pada Jumat, 3 Oktober, di Amerika Serikat. Kegegeran tersebut dipicu oleh berita tentang Steve Jobs yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah kena serangan jantung. Berita ini ditulis seseorang di situs jurnalisme warga milik jaringan televisi berita CNN, iReport (sekarang sudah dihapus).

Kabar yang ternyata bohong itu sempat membuat harga saham Apple Inc anjlok 5,4 persen. Untunglah, Apple buru-buru mengeluarkan berita sanggahan dan CNN menghapus berita itu dari iReport. Dan, harga saham Apple pun rebounding.

Berita hoax tentang Steve Jobs ini memang bukan yang pertama. Pada akhir Agustus lalu, kantor berita Bloomberg secara tak sengaja bahkan pernah menerbitkan draft obituari Steve Jobs yang menggemparkan dunia.

Kali ini CNN yang ketiban sial. Dan, segera setelah kabar itu beredar ke mana-mana, CNN mendapat serangan kritikan tajam dari delapan penjuru angin. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Oktober, 2008 at Ndoro Kakung.