Kelabu Pecas Ndahe
Januari 12, 2009 § 49 Komentar
Pagi ini, hujan tumpah di sana-sini. Langit abu-abu. Jalanan macet. Ah, Senin kelabu.
Begitu membuka koran pagi dan majalah, ternyata warnanya sama saja — juga muram. Sebuah kapal motor tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat. Lebih dari 250 penumpangnya belum ditemukan.
Dua tahun yang lalu, di lokasi kecelakaan kapal motor itu jugalah, pesawat Adam Air tertimpa nahas dan tenggelam. Ratusan penumpangnya juga hilang, terkubur di dasar laut.
Begitu membaca halaman berikutnya, terpampang kabar bencana banjir di sejumlah daerah. Di Majene dan Polewali, Sulawesi Barat, banjir menelan korban sepuluh orang meninggal. Banjir juga mengakibatkan sebuah jembatan ambruk dan memutuskan akses Trans-Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Barat dan Selatan. « Read the rest of this entry »
Wediombo Pecas Ndahe
Januari 9, 2009 § 30 Komentar
Sebuah cerita yang tercecer dari petualangan lima pengelana CahAndong menjelang tahun berganti. Sebuah kenangan menggelikan dengan para pemain Antobilang, Gage Batubara, Gunawan Rudy, Nicowijaya, dan Choro, yang menghabiskan waktu di Pantai Wediombo, dikemas dalam bentuk video oleh Gage Batubara, dan disimpan di Vimeo.
Entah kenapa tiba-tiba saya ingin berbagi video ini ke sampean semua. Mungkin karena saya sedang kangen laut. Barangkali karena saya pengen menunjukkan tingkah polah mereka yang lucu. Mungkin juga oleh sebab lain yang saya tak tahu. Mendadak saja saya ingin mengajak sampean juga menikmatinya.
Saya membayangkan suatu saat kita juga sempat ke Wediombo ramai-ramai. Untuk sebuah kopdar. Untuk sebuah kumpul-kumpul tiada artinya. Untuk apa saja. I wish … « Read the rest of this entry »
Misi Pecas Ndahe
Januari 5, 2009 § 66 Komentar
Bencana datang silih berganti. Korban terus berjatuhan. Kemarin saudara-saudara kita di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, yang tertimpa musibah gemba bumi. Besok atau lusa mungkin giliran kita.
Setiap kali bencana menghumbalang, kita tak bisa hanya berharap dan menunggu bantuan pemerintah pusat maupun daerah, yang sering terlambat. Sudah saatnya masyarakat, juga para blogger, berdiri di barisan terdepan dan melakukan sesuatu. Bencana tak mau menunggu. Saat ini juga, kita harus bergerak.
Epat, kawan baik saya itu, telah melempar gagasan dahsyat: membuat Blogger Response Team. Apa itu? « Read the rest of this entry »
