Situ Gintung Pecas Ndahe
Maret 30, 2009 § 60 Komentar
Petaka itu datang ketika warga masih dibuai mimpi. Fajar belum juga merekah pada Jumat, 27 Maret 2009. Tiba-tiba bendungan Situ Gintung di Tangerang, Banten, ambrol. Dan air bah pun menghumbalang, menerjang, semua yang ada di bawahnya.
Hingga kemarin, lebih dari 90 orang ditemukan meninggal, ratusan rumah luluh lantak, dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa mengungsi di beberapa tempat yang dijadikan kamp pengungsian sementara.
Bencana. Korban. Dan — apa lagi kalau bukan — bantuan. Ya, korban bencana jebolnya bendungan Situ Gintung membutuhkan uluran bantuan dari kita semua. Sumbangan bisa berupa uang, makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan.
Pemerintah dan sejumlah relawan memang sudah turun tangan. Partai-partai politik juga mengirimkan bantuan, sekalian kampanye. Tapi, rasanya masih kurang. « Read the rest of this entry »
Iman Pecas Ndahe
Maret 23, 2009 § 100 Komentar
Awal pekan, kata orang, adalah waktu yang baik dan tepat untuk mengumumkan sesuatu. Karena itu, saya juga memilih hari ini untuk mengumandangkan kabar tentang perkembangan terbaru Pesta Blogger 2009.
Kabar menyangkut tentang siapa Manusia Kursi alias Chairman forum alternatif ajang temu blogger nasional itu, yaitu Iman Brotoseno.
Panitia Pesta Blogger 2008 sepakat memilih Iman setelah mengangkat isu ini dalam sebuah tret di pelbagai microblogging, seperti Plurk, Twitter, juga Facebook, beberapa waktu yang lalu, serta mendengar komentar-komentar dari teman-teman, berdiskusi dengan panitia Pesta Blogger 2008.
Kenapa Iman?
Pertama-tama karena Iman bersedia menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran tanpa syarat demi Pesta Blogger. Dia memiliki kharisma dan, ini yang penting, leadership. Sebagai blogger, Iman aktif dalam beberapa kegiatan komunitas. Jangan lupa, dia anggota panitia Pesta Blogger 2008. « Read the rest of this entry »
Enda Pecas Ndahe
Maret 21, 2009 § 58 Komentar
Blogger Indonesia mencatat sejarah baru. Setelah diundang berbincang-bincang santai oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, blogger juga diundang Ketua Umum Partai Golkar itu mengikuti perjalanan kampanyenya.
Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Indonesia ada orang partai, politikus, ketua partai besar, dan orang nomor 2 di negeri ini yang mengajak wakil dari wilayah penulisan daring (online) mengikuti perjalanan politiknya menemui konstituen.
Dan blogger yang beruntung itu adalah Enda Nasution, blogger terkemuka dan pendiri Politikana, situs diskusi politik web 2.0.
Tapi jangan berprasangka buruk dulu, Ki Sanak. Enda bukan pendukung dan sedang berpromosi untuk JK. Dia juga bukan kader Golkar. Seperti yang ditulis Enda di Twitter:
To make it clear. I am not campaigning for JK nor a kader partai. Just invited on the campaign trail. I’ll welcome invitation from others.
Buat saya, Enda adalah blogger yang sangat beruntung mendapatkan kesempatan pertama mengikuti perjalanan politik seorang ketua partai ke daerah. « Read the rest of this entry »
JK Pecas Ndahe
Maret 20, 2009 § 106 Komentar
Kejutan sering datang tanpa memilih waktu. Seperti Rabu siang itu. Seseorang tiba-tiba menelepon dan mengajukan sebuah pertanyaan.

Jusuf Kalla berbicara kepada blogger - Foto: Tempo Interaktif
“Pak Jusuf Kalla ingin bertemu bloggers. Bisakah kau undang beberapa kawan?”
Saya terpana. Begitu mendadak. Begitu tiba-tiba. Saya balas bertanya. “Kapan?”
“Kamis. Tapi waktu dan jamnya nanti saya kabari,” jawab suara di ujung telepon. Seorang perempuan.
Telepon ditutup. Siang begitu panas dan lengas. Jakarta mendadak terasa begitu sibuk. Tapi pabrik saya masih lengang. Saya masih dalam kondisi antara percaya dan tidak. Seorang Wakil Presiden mendadak mengundang para blogger. Dia ingin mendengar suara para penulis daring. Kampanye?
Bisa jadi. Bendera start kampanye terbuka memang sudah dikabarkan mulai Senin awal pekan ini. Semua partai, calon legislator, dan juru kampanye mereka giat menjual diri. Tapi jika seorang Jusuf Kalla, wakil presiden dan ketua umum partai besar di negeri ini, tiba-tiba ingin bertemu blogger, saya rasa ini tentu bukan sekadar sebuah kampanye. Lalu apa? « Read the rest of this entry »
Politikana Pecas Ndahe
Maret 16, 2009 § 64 Komentar
Binatang apakah gerangan politik itu? Mengapa generasi iPod terkesan ogah bersentuhan dengan politik, dan mereka seolah menganggapnya semacam penyakit menular yang harus dijauhi?
Paklik Isnogud cuma tersenyum geli ketika saya menanyakan perihal politik dan bagaimana generasi muda menilai politik masa kini. Ia malah mengacak-acak kepala saya yang nyaris tiada berambut.
Saya maklum dan menerima nasib diperlakukan seperti itu. Selain usianya jauh di atas saya, Paklik yang telah menelan asam-garam kehidupan dan pentas politik tentu jauh lebih paham soal ini ketimbang saya. Jadi saya cuma bisa mengumpat dalam hati, “Semprul!” « Read the rest of this entry »