Optimisme Pecas Ndahe

Agustus 24, 2009 § 69 Komentar

Konon jika lebih banyak lagi orang baik di Kota Sodom dan Gomorah, azab tidak akan turun. Tapi lihatlah baik-baik. Setiap kali kita mengatakan bahwa kian bertambah jumlah pencuri di antara tetangga kita, setiap kali kita menambah jumlah itu dengan satu orang perampok di hati kita.

Kita memang mencuri dengar orang berbisik-bisik tentang garong dan maling, mafia dan bajingan — berjajar dari Barat sampai ke Timur. Tapi ingatkah Anda pada seseorang yang berjalan di pedalaman yang jauh, dan seorang anak hampir mati yang berbisik “terimakasih”?

Khotbah memang bicara tentang kebejatan akhlak — dan itu memang ada. Tapi adakah kita telah sepakat bahwa bangsa ini bangsa terkutuk? Acara diskusi kaum intelektuil memang kerap berbicara tentang kebobrokan dan korupsi — dan itu memang nyata. Tapi benarkah kita tidak punya apa pun untuk mengatasinya? « Read the rest of this entry »

Kontes Pecas Ndahe

Agustus 18, 2009 § 75 Komentar

photo contestIni dia kabar terbaru dari kegiatan Pesta Blogger 2009. Panitia mengadakan tiga lomba sekaligus tahun ini, yaitu: Photo Contest, Blog Award, dan Writing Contest.

Photo Contest merupakan lomba kedua tahun ini. Untuk keterangan lebih detail mengenai tema, syarat, dan ketentuan lomba, silakan klik tautan ini dan yang ini.

Adapun Pesta Blogger XL Blog Award adalah ajang penghargaan kepada pengelola blog (blogger) yang menuangkan ide dan kreativitasnya melalui blog.

Penghargaan yang diberikan adalah berdasarkan popularitas dan apresiasi terbanyak blog tersebut yang dipilih secara daring (online) oleh seluruh blogger di Indonesia melalui system voting online, sesuai dengan kategori yang telah ditentukan secara interaktif. Mekanisme online voting dilakukan oleh Bubu.

Dari setiap kategori akan dipilih 3 blog dengan jumlah suara terbanyak untuk kemudian dipilih kembali oleh para peserta yang hadir dalam acara puncak Pesta Blogger Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2009. « Read the rest of this entry »

Merdeka 2.0 Pecas Ndahe

Agustus 14, 2009 § 134 Komentar

Setiap orang ingin merdeka karena mereka tahu artinya tidak merdeka — setiap saat harus menderita. Merdeka berarti menyatakan suatu gerak yang ingin lepas, suatu gerak yang geram, gelisah …

merdekaDan Soekarno-Hatta pun memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sebab mereka juga tahu artinya tidak merdeka.

Lantas bagaimana anak-anak muda Indonesia merayakan kemerdekaan Indonesia ke-64 di era web 2.0? Masihkah mereka mengadakan lomba balap karung, makan krupuk, atau panjat pinang yang so yesterday?

Komunitas Milis Narablog Kopdar Jakarta memilih cara lain. Sesuatu yang so today. So narcism. Mereka mengekspresikan kebanggaan pada Indonesia dalam bentuk sebuah tayangan video musikal. Lewat cara yang sangat “Youtube banget” ini mereka meneguhkan semangat patriotisme, nasionalisme, dan kebangsaan seraya menyatakan keberanian melawan aksi terorisme. Ya, ini tentang gerakan #IndonesiaUnite.

Video musikal tersebut lantas ditayangkan secara serentak hari ini pada jam yang sama, pukul 14.00 WIB, di blog-blog milik anggota milis Kopdar Jakarta, Facebook, dan layanan microblogging seperti Plurk dan Twitter. Tanggal 14, pukul 14. « Read the rest of this entry »

E-Narcism Pecas Ndahe

Agustus 13, 2009 § 49 Komentar

cover-e-narcismSitus-situs media sosial bertebaran di ranah Internet. Dari Flickr sampai Facebook. Dari Cerpenista hingga Politikana. Dan khalayak pun berduyun-duyun memanfaatkannya.

Yang sudah biasa berselancar di Internet merasa mendapatkan mainan baru dari aneka media sosial itu. Tapi yang baru mengenal ranah maya barangkali malah jadi kebingungan.

Seorang aktivis dunia maya, Pitra Satvika namanya, menangkap fenomena itu. Dia lalu mengulasnya lewat sebuah buku, E-Narcism. Ini buku tentang media sosial dan segala pernak-perniknya. Buku ini bercerita bagaimana kita bisa memanfaatkan media sosial untuk membangun eksistensi diri kita di ranah maya.

Dengan membaca buku itu, pembaca diharapkan mengetahui bahwa blog, forum Internet, dan situs-situs Web 2.0 lain, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Buku ini juga membahas batasan antara kejujuran seseorang ketika aktif di internet, juga kerahasiaan pribadi yang harus dijaga. Seperti halnya dunia nyata, Internet juga memiliki wilayah terang, samar-samar, dan gelap. Tidak semua orang punya niat baik saat beraktivitas di ranah maya. Jadi meski sampean ingin gaul dan eksis, bukan berarti lalu mengabaikan faktor kehati-hatian. Stay on the net. But be prudent. « Read the rest of this entry »

Marshanda Pecas Ndahe

Agustus 12, 2009 § 147 Komentar

Kebajikan yang sering diajarkan ialah jangan mencari popularitas. Kemasyhuran bisa membunuh hati. Dan merusak perangai.

Siapa tak kenal Marshanda? Seandainya saja sampean baru datang dari negeri seberang setelah sepuluh tahun merantau. Jika sampean tak pernah nonton TV. Bila sampean benar-benar seorang peneliti yang sangat berdedikasi pada pekerjaan dan tak pernah keluar laboratorium barang sepuluh menit. Boleh jadi sampean tak mengenal Marshanda.

Baiklah, Ki Sanak. Saya juga tak mengenal anak gadis itu. Saya hanya pernah melihatnya beraksi di layar kaca. Marshanda memang pernah beberapa kali membintangi sinetron. Namanya juga disebut-sebut di media-media hiburan. Tapi sesungguhnya saya tak begitu mengenal siapa dia — sampai akhirnya saya menemukan video Marshanda di Youtube itu. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Agustus, 2009 at Ndoro Kakung.