Sheila Marcia Pecas Ndahe

September 9, 2009 § 119 Komentar

Sheila Marcia hamil. Hah? Siapa tuh Sheila? Memangnya kenapa kalau dia hamil? Perempuan kan? Normal dong. Kenapa heboh?

sheilaSampean ndak perlu ikut-ikutan heboh, Ki Sanak. Santai saja. Kehamilan itu sesuatu yang normal, alamiah, manusiawi. Bahwa penyebab atau pelaku yang membuat Sheila hamil belum diketahui, itu bukan urusan sampean atau saya. Biarlah misteri siapa yang membuat Sheila berbadan dua menjadi santapan media-media hiburan hari-hari ini.

Lagi pula, siapa sih, Sheila Marcia?

Saya sih, cuma penasaran saja. Rasanya baru kemarin Sheila membuat berita karena masuk penjara lagi setelah Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus penggunaan narkotika. Dan Sheila yang pernah ditahan beberapa bulan itu pun harus menjalani sisa hukuman. Eh lah kok sekarang dia sudah menghiasi halaman-halaman media lagi. Ada apakah gerangan?

Maaf, Ki Sanak. Saya bukan hendak bergunjing atau gibah di bulan puasa. Saya justru mau mengatakan bahwa sebagai perempuan normal, tentu saja Sheila bisa hamil setelah berhubungan badan. Dan ketika berhubungan intim dengan pasangannya, untungnya (atau sialnya) Sheila kebetulan sedang dalam masa subur. Maka, terjadilah proses pembuahan, dan seterusnya, dan seterusnya.

Saya ndak tahu apakah ketika Sheila dan pasangannya berhubungan badan waktu itu mereka masih sempat berpikir soal masa subur dan tidak [ah, ini sih retorik ya?]. Umumnya sih, hanya pasangan suami-istri yang sah, baik secara agama maupun negara, dan sangat mendambakan datangnya sang buah hati yang memperhatikan tentang masa subur — masa ketika tersedia sel telur yang siap untuk dibuahi.

Pasangan suami-istri harus menghitung betul kapan masa subur datang sebagai tanda waktu “perang” dilancarkan secara ekspansif atau bendera putih dikibarkan sebagai tanda “gencatan senjata”.

Cara menghitung masa kesuburan ini sekarang kian mudah. Ada alat khusus bagi wanita yang ingin tahu kapan masa subur dan tidak subur. Namanya Fertitest. Alat ini menguji masa subur wanita dengan cara mendeteksi kenaikan jumlah hormon LH (Luteinizing Hormon), FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan Estrogen pada urine wanita. Ketiga hormon tersebut sangat berperanan, mulai dari proses pematangan sel telor sampai dengan mempersiapkan dinding rahim agar siap menerima hasil pembuahan.

Cara menggunakannya cukup mudah. Celupkan strip Fertitest ke dalam wadah yang sudah berisi urine selama 5 detik. Dalam hitungan 3 x 60 detik, hasilnya sudah bisa terlihat.

Cara membaca hasilnya juga gampang. Jika muncul dua garis warna atau jika garis test band atau daerah Tes (T) lebih gelap atau sama dengan garis control band atau daerah Control (C), itu tandanya positif dan memasuki masa subur. Sedangkan jika hanya muncul satu garis warna atau jika garis daerah Tes (T) lebih muda dari garis warna daerah Control (C), itu tanda negatif yang berarti sedang dalam masa tidak subur. (Lihat pada gambar di bawah)

fertitest

Bagi perempuan yang ingin segera hamil, 24-48 jam setelah tes dengan hasil Positif, harus segera mengoleskan parfum di malam hari dan ajak pasangan naik ke ranjang, karena sel telur yang baik dapat bertahan selama 2 hari (48 jam). Tapi kalau sampean ingin menunda kehamilan, hindari hubungan intim 1 hingga 6 hari setelah hasil POSITIF.

Jika hasilnya NEGATIF, artinya masa subur belum datang. Silakan berhubungan intim tanpa takut hamil.

Tingkat keakuratan alat ini 99,99%, tapi sesungguhnya hanya Tuhanlah yang menentukan apakah kehidupan akan berlanjut atau tidak.

>> Selamat hari Kamis eh Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sedang subur?

Iklan

Tagged: , , , , ,

§ 119 Responses to Sheila Marcia Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sheila Marcia Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: