Influencer Pecas Ndahe

November 30, 2009 § 66 Komentar

Beberapa kawan kerap bertanya, bagaimana mencari blogger yang bersedia diajak membantu kampanye pemasaran sebuah produk atau event secara daring (online)? Di manakah gerangan mencari mereka?

Sampean mungkin tertawa mendengar pertanyaan itu. Barangkali juga maklum. Mereka yang bertanya seperti itu memang teman-teman saya yang bekerja sebagai konsultan humas atau pemasaran dari pelbagai perusahaan. Kebanyakan di antara mereka nyaris tak pernah sama sekali berurusan dengan media sosial. Mereka memang punya account di Facebook, tapi tidak di Twitter. Blog pun hanya mereka kenali tapi tak mereka punyai.

Ketimbang menjawab satu per satu, mending saya tuliskan saja di sini. Siapa tahu sampean juga bisa mengambil manfaatnya. Tapi jangan dikira saya sedang berganti haluan menjadi ahli pemasaran, konsultan humas, atau ahli media sosial. Sama sekali bukan. Saya hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan yang saya dapat dari sana-sini. Jangan khawatir, saya tak sedang merebut ladang siapa pun, hihihi … « Read the rest of this entry »

Bold Gemini Pecas Ndahe

November 25, 2009 § 75 Komentar

Hari ini, BlackBerry Bold 9700 a.k.a Onyx secara resmi diperkenalkan di Jakarta. Dalam sebuah perhelatan di Dragon Fly, Jakarta, smartphone itu dipamerkan ke hadapan para jurnalis nanti sore pukul 15.00 WIB.

Dijual dengan harga eceran Rp 6.450.000 (di luar pajak dan tanpa kartu), seri terbaru BlackBerry teranyar ini dijejali sistem operasi versi 5.0 untuk komunikasi high-end, wifi, dan koneksi GSM berbasis 3G — seperti yang sudah ada di Bold pendahulunya. Kabarnya, jaringan BlackBerry messenger di versi ini sudah tingkatkan sehingga jauh lebih nyaman dibanding pendahulunya.

Apa lagi yang baru? Seperti BlackBerry Gemini 8520, seri Bold 9700 Onyx juga telah mengganti Trackball dengan Trackpad yang lebih sensitif. Dengan alat navigasi tersebut, pengguna terhindar dari risiko tombol ngadat gara-gara debu yang menumpuk.

Mengenai spesifikasi lengkap BlackBerry Bold 9700, silakan baca-baca penjelasannya di sini. Soalnya, terus terang saya belum merasakan sendiri keasyikan memainkan perangkat baru ini. « Read the rest of this entry »

Mafia Pecas Ndahe

November 23, 2009 § 44 Komentar

Dalam pidatonya di Istana Senin malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tekadnya untuk memberantas mafia hukum. Pemerintah, katanya, juga akan membentuk Satgas Antimafia Hukum.

Saya ndak tahu bagaimana cara Presiden memberantas mafia dan berapa lama perang melawan mafia itu akan berlangsung. Tapi saya jadi teringat tentang upaya pemerintah Amerika Serikat memerangi gerombolan mafia di era 1980-an. Waktu itu, pemerintah federal sampai mengeluarkan orang-orang terbaiknya untuk menumpas serikat-serikat darah asal Sisilia itu.

Sejumlah benggolan mafia berhasil diseret ke balik terali besi. Sebagian lagi terpaksa didor. Salah satu kisah yang menarik dibaca di era perang melawan mafia itu adalah ketika pemerintah federal mulai menjangkau wilayah mafia yang paling basah: bisnis. « Read the rest of this entry »

Ajisaka Pecas Ndahe

November 16, 2009 § 70 Komentar

Syahdan di Pulau Majethi hidup seorang satria tampan bernama Ajisaka. Ajisaka berilmu tinggi dan sakti mandraguna. Dia mempunyai dua orang pengikut: Dora dan Sembada. Kedua punggawa itu sangat setia kepada Ajisaka dan sama sekali tidak pernah mengabaikan perintahnya.

Pada suatu pagi yang basah, Ajisaka meninggalkan Pulau Majethi. Ia hendak berkelana melanglang buana. Ia ditemani Dora. Sedangkan Sembada tetap tinggal di Pulau Pulo Majethi karena menjaga pusaka milik Ajisaka. Sebelum berangkat, Ajisaka berpesan kepada Sembada agar tak menyerahkan pusaka tersebut kepada siapa pun kecuali kepada Ajisaka sendiri — apa pun taruhannya. Sembada menyanggupi akan melaksanakan perintahnya.

Ketika Ajisaka berkelana itulah, di tanah Jawa waktu itu ada kerajaan yang terkenal makmur, tertib, aman, dan damai. Kerajaan itu namanya Medhangkamulan dan dipimpin oleh Prabu Dewata Cengkar, seorang raja yang luhur budinya serta bijaksana. « Read the rest of this entry »

Italia Pecas Ndahe

November 12, 2009 § 101 Komentar

Untuk memberantas korupsi, Italia melancarkan Operasi Tangan Bersih. Hasilnya, banyak korban yang bunuh diri dan meletakkan jabatan karena malu. Kita mungkin perlu meniru Italia.

suapIndonesia mirip Italia pada 1990-an. Wabah korupsi berkecamuk di setiap sudut. Dari yang namanya ”uang rokok” sampai komisi tingkat tinggi berseliweran dengan telanjang. Tak tersentuh.

Di Italia, korupsi sudah sedemikian parah sehingga perlu Operasi Tangan Bersih. Mulai dilancarkan pada awal 1992, temuan-temuan operasi itu membuat orang Italia kaget. Rakyat marah dan mempermalukan para politikus dan pengusaha yang bertahun-tahun menikmati kemewahan hasil korupsi.

Korban pun berjatuhan. Raul Gardini, seorang pengusaha terkemuka Italia yang dijuluki tukang sulap keuangan Italia dasawarsa 1980, bunuh diri karena malu atau tak bisa membayangkan disekap di sel tahanan. Ini kasus bunuh diri ke-12 setelah Operasi Tangan Bersih. Operasi yang dilancarkan Hakim Antonio Di Pietro itu tergolong pemberantasan korupsi terbesar di Eropa.

Di Pietro tidak pandang bulu. Bekas Perdana Menteri Giulio Andreotti dan Bettino Craxi ia seret ke ruang pengadilan. Perdana Menteri Guiliano Amato pun terpaksa mengundurkan diri pada Maret. Padahal pemilihan perdana menteri Italia berikutnya berlangsung September 1993.

Russel Miller, wartawan The Sunday Times Magazine, mewawancarai Carlo De Benedetti, orang nomor satu di Olivetti, yang membuat pernyataan penting di depan Hakim Di Pietro. Wawancara itu dilengkapi dengan reportase dan riset Peter Semler, yang membeberkan liku-liku korupsi di Italia, dan dimuat di The Sunday Times Magazine, pada Juli, 1993.

Tulisan mereka, yang pernah dimuat di majalah Tempo, memamerkan banyak hal. Tentang modus-modus korupsi, kekuasaan yang korup, juga upaya seorang hakim yang tak kenal lelah memberantas korupsi.

Lebih dari itu semua, laporan Miller merupakan karya jurnalistik yang jempolan. Layak dipelajari dan ditiru. Saya sengaja mengutip dan membaginya untuk sampean, sebagai pelajaran tentang bagaimana melawan korupsi. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for November, 2009 at Ndoro Kakung.