Naga Pecas Ndahe

Desember 11, 2008 § 56 Komentar

Pada sebuah siang yang meradang, lelaki naga berbulu merak berangkat ke timur. Ia hendak menantang matahari dengan segerobak pertanyaan. Tentang cinta, hidup, perempuan, dan hati yang remuk berjebai.

“Untuk apa kau datang kepadaku, lelaki?” matahari bertanya seraya meredupkan sinarnya.

“Aku ingin menjadi seperti dirimu. Memberi tak mengharap kembali. Engkau bersinar sepanjang hari, memberi napas dan kehidupan bagi penghuni bumi, tapi tak pernah berharap imbalan. Begitu ikhlas. Bagaimana kau bisa begitu?” tanya lelaki naga berbulu merak.

Matahari tersenyum, lalu bertanya, “Kenapa engkau hendak menjadi seperti diriku. Memberi tak meminta kembali?”

Lelaki naga berbulu merak terdiam. Ia tak segera menjawab. Ingatannya melayang pada perempuan bermafela kelabu yang menjerat kalbu. Lelaki dan perempuan itu berjumpa di awal musim semi. Pertemuan mereka laksana sebuah upacara — seperti ketika malam meminang rembulan. Udara wangi setanggi. « Read the rest of this entry »

Kambing Pecas Ndahe

Desember 10, 2008 § 58 Komentar

Ini berita lucu sekali. Pilot helikopter tempur Apache Angkatan Udara Amerika Serikat dikabarkan salah menembak sasaran. Bukannya gerombolan musuh yang dihajar, tapi malah sekelompok kambing yang dijadikan sasaran peluru.

Apakah mentang-mentang Senin lalu bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha yang identik dengan mengorbankan kambing?

heli tembak kambing

Berita di Koran Tempo edisi Selasa, 9 Desember 2008

Entah. Yang jelas para pemilik kambing itu lantas berang bukan kepalang. Mereka menggugat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Rp 177 juta. « Read the rest of this entry »

Alegori Pecas Ndahe

Desember 8, 2008 § 50 Komentar

Pada senja yang muram, perempuan bermafela kelabu itu datang. Hujan baru saja lesap bersama matahari di barat. Rembulan dan bintang sebentar lagi datang. Senja sedang termangu di tepi cakrawala – singgasananya yang nirmala.

Perempuan mafela kelabu itu melangkah gaduh. Kakinya dihiasi giring-giring yang selalu berdering setiap kali melangkah. Parasnya rusuh. Tubuhnya kuyup oleh rindu yang kian membeku.

“Duhai Senja sahabatku, aku datang hendak mencuri waktu dan kesediaanmu mendengar,” perempuan bermafela kelabu itu meminta.

“Ada apa? Angin apa yang mengantarmu ke sini?” Senja bertanya dengan suara baritonnya.

“Aku menunggang badai,” jawab perempuan mafela kelabu itu.

Bibirnya kelu. Dadanya mendadak bergemuruh dipicu resah. Ia merasa tak nyaman. « Read the rest of this entry »

Sekat Pecas Ndahe

Desember 5, 2008 § 50 Komentar

Pada sebuah malam yang redup. Di ujung tikungan yang basah oleh hujan. Di batas antara mimpi dan kenyataan. Kita bersilang jalan, Tuan. Tapi siapakah gerangan Tuan?

Aha, rasanya kita pernah bertemu Tuan … di suatu tempat, atau di banyak tempat, di Indonesia kini. Saya ingat, Tuan adalah orang yang telah menyiapkan sejumlah bagan, diagram, peta. Seraya menunjuk, dengan sebatang tongkat platina, pelbagai bentuk geometris pada peta di papan tulis itu, Tuan jelaskan pandangan Tuan.

Dunia adalah sebuah kotak wayang yang penuh, kata Tuan, dengan sejumlah tokoh yang tak semuanya bisa diingat, tetapi mengandung beberapa cerita pokok saja, variasi Mahabarata atau Ramayana. « Read the rest of this entry »

Wangsit Pecas Ndahe

Desember 4, 2008 § 28 Komentar

banner logo acara wangsit 3.0Wahai para publisher dan pemburu hantu dolar. Ini ada acara yang mungkin menarik buat sampean: Wangsit 3.0. Halah, apa lagi nih?

Wangsit 3.0 adalah event yang diadakan forum Jumatan di Yogyakarta, menyusul kesuksesan acara sebelumnya, Tolak Banned dan Dolar Ngepet. Acara yang bertema “Kere Kumpul Kene” ini akan digelar pada 20 – 21 Desember 2008 di Kaliurang, Yogyakarta.

Di Wangsit 3.0 sampean bisa bertemu dengan para pengumpul online earning, mulai yang nol koma sampai yang belasan ribu dolar per bulan. Ada siapa saja di sana?

Ada Pogung sang master SEO dan Afiliate+Adsense, Om Jumbet dan Om Ahmad yang juragan Adsense, Om Isnaini, Om Yudhis dan Om Andi yang master dan pembuat template Joomla, Om Ray yang web developer andal, Mbah Dewo yang pandai “memperbesar dan memperpanjang tanpa efek samping dengan Photoshop”, serta om-om centil pinter lainnya. « Read the rest of this entry »