Panas Pecas Ndahe

Oktober 17, 2008 § 54 Komentar

Benarkah matahari akan memancarkan sinarnya selama 36 jam hari ini? Benarkah fenomena inilah yang membuat kota-kota mendidih dan penduduknya kegerahan dalam hawa yang lengas?

Pertanyaan itu memenuhi halaman-halaman digital pelbagai milis sepanjang pekan ini. Orang-orang juga saling berkirim SMS mengedarkan atau justru menanyakan kebenaran kabar itu.

Saya bukan pakar ini dan itu. Tak bisa menjawab apalagi menganalisis fenomena alam dengan lebih detail. Tapi, pagi ini saya membaca keterangan Badan Meteorologi dan Geofisika yang mengklarifikasi isu ini. « Read the rest of this entry »

Pandan Pecas Ndahe

Oktober 16, 2008 § 39 Komentar

Setelah tujuh purnama dan malam-malam yang meranggas di musim panas, lelaki wangi pandan itu akhirnya bertemu dengan bidadari bersayap retak.

Seperti sebelumnya, pertemuan terjadi pada dinihari, batas antara malam dan pagi yang belum datang. Tapi, kali ini tanpa bintang dan rembulan. Awan hitam menyembunyikan mereka di pojokan langit. Kilat sesekali menyala di cakrawala.

“Kukira kau sudah terbang menuju tanah impian dan tak kembali lagi. Apa yang membawamu kemari, Bidadari?” tanya lelaki wangi pandan itu setengah tak percaya.

Bidadari bersayap retak memamerkan senyumnya yang seteduh telaga, lalu menjawab, “Kamu.”

Lelaki itu terhenyak. Jawaban itu seperti mantra yang membuatnya jadi bisu. “Aku?” « Read the rest of this entry »

Kemiskinan Pecas Ndahe

Oktober 15, 2008 § 52 Komentar

Tuan, tahukah kau tentang si miskin yang rudin? Siapakah mereka gerangan? Dari manakah mereka datang?

Seseorang baru saja memberi tahu — dengan wajah keruh. Ia berbisik ketika bercerita bahwa si miskin adalah tokoh sejarah dengan riwayat yang sangat panjang. Mungkin terlalu panjang. Ia ada sebelum para raja dinobatkan, dan ia tetap ada di zaman ini, sesudah para raja (kecuali di kartu remi) berhenti berfungsi.

Si miskin lahir, anehnya, bersamaan dengan lahirnya si kaya. Di masyarakat yang masih terbatas gerak naik-turunnya, di kalangan puak yang belum mengenal uang yang dimiliki sendiri dan barang yang diperjual-belikan, si miskin adalah tokoh cerita yang ganjil. Mereka tak punya makanan, tak punya teman.

Pernahkah Tuan bersalaman dengannya?

Mungkin belum. Tuan dan puan tentulah enggan berdekatan, apalagi bersalaman dengan mereka, kaum paria. Mereka, si rudin, jelata yang tak bernama datang dari mana-mana, dan bergerombol di mana-mana. Celakanya, sejarah mengajarkan, si miskin akan selalu bersama kita.

Pernahkah Tuan menjenguk rumah kardus mereka? Mengintip nasi kerak di piring mereka? « Read the rest of this entry »

Soledad Pecas Ndahe

Oktober 14, 2008 § 27 Komentar

Kepada lelaki di bawah gerimis itu, seorang bidadari mengajukan permintaan. Terdengarnya seperti pertanyaan. Sederhana, tapi membuat kata-kata yang semula menari-nari di pelupuk mata terbang entah ke mana.

“Ceritakan kepadaku tentang revenge, Tuan,” kata bidadari itu tiba-tiba.

Lelaki itu terhenyak. Ia tak pernah menyangka ada bidadari yang penasaran tentang hakekat sebuah usaha membuat impas, pembalasan. Adakah dia mendendam? Apakah ia pernah terluka?

Purnama nyaris sempurna ketika lelaki itu mendengar bidadari itu berkata ringan. Langit terhampar bak savana di jantung Afrika. Bersih. Nyaris tanpa cacat. Bintang-bintang berkeredep di ujung-ujung gelap.

Lelaki di bawah gerimis itu tersenyum. “Mengapa kau ingin tahu, duhai bidadari?” ia balik bertanya.

“Ceritakan saja, usah kau bertanya. Aku ingin mengetahui isi kepalamu,” bidadari itu menyergah. « Read the rest of this entry »

VivaNews Pecas Ndahe

Oktober 14, 2008 § 52 Komentar

Hari ini, tepat pukul 06.00 WIB, situs berita baru VivaNews direncanakan online secara lengkap, meski tetap dalam versi beta. Ketika posting ini dibuat, situs itu masih menampilkan skrinsut seperti di bawah ini.

vivanews

Saya belum tahu persis bagaimana konsep isi dan desainnya. Kabar yang berseliweran di udara sih, menyebutkan VivaNews yang semula akan diberi nama KanalOne ini mirip BBC News. Tapi, seperti apa sesungguhnya baru akan kita lihat sendiri nanti, beberapa jam lagi.

Posting ini akan diperbarui nanti, kalau saya sempat … dan berminat meneruskannya. Soalnya, siapa tahu rencana online perdana itu ternyata diundur karena alasan teknis … atau gara-gara sudah ditulis di sini, hehehe … UPDATED « Read the rest of this entry »