Data Pecas Ndahe
Oktober 13, 2008 § 52 Komentar
Inilah isu yang sepanjang akhir pekan lalu memicu kegegeran ranah blog dan plurk: Data Pokok Pendidikan Nasional.
Saya mendapatkan SMS dan email dari beberapa kawan, juga informasi dari RSS Reader beberapa blog mengenai isu itu. Apa yang bikin geger?
Data itu ternyata memuat informasi tentang semua siswa sekolah, dari tingkat SD hingga SMA negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, lengkap dengan nama dan alamah rumah mereka. Hingga pagi ini, saya masih bisa melihat, mengakses, dan mengunduh data itu.
Sebagian kalangan mengganggap informasi yang lengkap itu rawan disalahgunakan. Mereka lalu mendesak Departemen Pendidikan Nasional menghapus atau minimal membatasi akses ke informasi tersebut. « Read the rest of this entry »
Bursa Pecas Ndahe
Oktober 10, 2008 § 50 Komentar
Penutupan sementara perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berlanjut. Setelah disuspensi Rabu lalu, hari ini lantai bursa direncanakan dibuka kembali. Tapi, ternyata otoritas BEI belum juga membuka sesi perdagangan. Apakah penutupan ini berkaitan dengan ambruknya saham-saham perusahaan milik Grup Bakrie?
Silakan tanya ke para pialang dan para pengamat bursa. Saya cuma mau menunjukkan fakta bahwa suspensi perdagangan saham enam perusahaan milik Bakrie itu faktor penyumbang terbesar ambruknya indeks harga saham yang berakibat penutupan sementara BEI.
Memang suspensi BEI merupakan efek domino dari kepanikan pelaku pasar setelah ambruknya bursa regional. Tapi, tetap saja ada pengaruh kuat dari pelaku pasar dalam negeri.
Benarkah lelaki itu memang duri dalam daging republik ini — setelah kasus lumpur Lapindo?
>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean merasa hidup makin sulit dan situasi perekonomian kian menekuk pinggang?
Asmara Pecas Ndahe
Oktober 8, 2008 § 63 Komentar
Sudah beberapa bulan terakhir ini, Jakarta memiliki layanan taksi eksekutif baru dari sebuah armada. Menggunakan Toyota Alphard pelat kuning, layanan ini terlihat mentereng.

Saya ndak tahu berapa tarifnya, baik flag fall hingga per kilometernya. Saya juga ndak tahu sudah berapa banyak warga Ibu Kota yang mencicipi taksi mewah ini.
Hanya saja, begitu melihat taksi ini, ingatan saya melayang ke sebuah posting di blog lama saya. Sekadar mengingatkan kembali, saya tampilkan tulisan saya waktu itu, kira-kira begini … « Read the rest of this entry »

Perempuan itu datang dari pinggir galaksi yang kelam pada awal musim gugur yang biru dan membeku. Dia melayang, menggelandang bersama bintang-bintang di ruang kekal tanpa sinar, tanpa jalur, dan bumi yang dingin, bergoyang: buta.