Mesir Pecas Ndahe

Februari 4, 2011 § 36 Komentar

nointernetRakyat Mesir tampaknya harus berterima kasih kepada Ujjwal Singh — dan Google. Berkat inovasi Manajer Produk Google untuk Timur Tengah dan Afrika Utara inilah pemblokiran Internet oleh pemerintah Mesir bisa ditembus. Para pengguna Twitter dapat terus berkicau tentang situasi negeri yang tengah bergejolak itu ke seluruh penjuru dunia.

Pemblokiran saluran komunikasi yang dimulai pada 28 Januari itu adalah salah satu cara membungkam suara rakyat yang menentang pemerintah Husni Mubarak. Rakyat menuntut Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun mundur dari jabatannya. Mereka menggunakan, salah satunya, Twitter sebagai sarana komunikasi dan menggalang kekuatan.

Akibat pemblokiran itu, seluruh jaringan Internet di Negeri Piramida tersebut padam total. Para penggunanya tak bisa mengakses ranah mayantara. Informasi perihal demo berdarah yang sebelumnya mengalir lewat jejaring sosial, baik Twitter, Facebook, maupun Skype, pun mandek. « Read the rest of this entry »

Murid Pecas Ndahe

Desember 3, 2010 § 54 Komentar

Beginikah tingkah anak-anak sekolah zaman sekarang?

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Bagaimana kelakuan anak-anak sampean?

Melbourne Pecas Ndahe

Oktober 20, 2010 § 85 Komentar

Musim semi di Melbourne. Angin berdesir-desir dingin pagi itu ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandar udara Tullamarine, Sabtu pekan lalu. Saya naikkan kerah jaket dan bergegas menuju meja imigrasi.

“Welcome to Melbourne, Sir. Have a nice day,” petugas imigrasi itu menyapa dengan ramah.

Saya membalas dengan tersenyum dan berlalu.

Jam di atas pintu keluar menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat. Melbourne sudah sibuk. Orang lalu lalang di trotoar. Kendaraan melaju di atas jalanan beraspal yang licin. Tiba-tiba handphone saya berdering. Sebuah SMS masuk.

Ehm! Rupanya dia tahu jadwal saya. Setelah bertukar kabar, saya pun masuk kendaraan yang hendak mengantar ke arah kota Melbourne. « Read the rest of this entry »

Al Capone Pecas Ndahe

Januari 18, 2010 § 45 Komentar

NEW YORK, musim dingin 1899. Salju jatuh dan membuat kawasan Brooklyn Borough seputih kapas. Orang malas keluar. Jalanan menyepi.

Didera oleh suhu yang menggigit tulang, pasangan Gabriele dan Teresina Capone tengah berharap-harap cemas menanti kelahiran anak ke-4 mereka.

Tak banyak yang diketahui orang perihal detik-detik kelahiran bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Alphonse Gabriel Capone itu. Tapi sejarah mencatat, kemunculan Alphonse pada 17 Januari 1899 bagaikan api yang menghangatkan rumah Keluarga Capone. « Read the rest of this entry »

Hikmah Pecas Ndahe

Agustus 12, 2009 § 65 Komentar

Iklan yang bagus, konon, bukan sekadar pameran merek atau produk yang membujuk orang untuk membeli. Bukan iming-iming. Godaan. Ia bahkan tak semata-mata bicara tentang konsumerisme itu sendiri.

Begitulah yang saya tangkap dari iklan sampo yang memukau ini. Iklan ini saya temukan dari blog sang Begawan Paman Tyo. Saya bagikan kembali untuk sampean semua agar dapat ikut mengambil hikmahnya.

Apa yang menarik dari iklan itu? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Duniasana category at Ndoro Kakung.