Demokrat Pecas Ndahe

Maret 15, 2010 § 56 Komentar

Syahdan pada saat cuaca buruk melanda sebagian Amerika Serika, Maret 1809. Seorang lelaki tua rnengendarai kuda dari kota Washington. Umurnya 66 tahun, tapi tubuhnya yang jangkung masih gagah — cukup kuat untuk terlonjak tegak di atas pelana selama 8 jam. Ia melintasi salju yang merintangi pandang. Ia seharusnya naik kereta tadi. Tapi begitu buruk dan roda kereta itu berkali-kali selip. Dan ia tak sabar lagi. Lain cepat-cepat pulang. Masa jabatannya telah selesai.

Dia Thomas Jefferson. Ia baru saja rampung sebagai Presiden setelah 8 tahun memerintah. Sebenarnya ia dapat dipilih kembali. Ia penulis utama Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang termasyhur. Ia pemikir dan tokoh politik terkemuka bagi negeri yang baru itu. Dan ia punya prestasi yang cukup mengesankan sebagai administrator selama jadi kepala negara. Maka, apa sulitnya untuk menduduki jabatan terhormat buat ketiga kalinya?

Toh dia tetap menolak. Mengapa? « Read the rest of this entry »

Klakson Pecas Ndahe

Maret 9, 2010 § 50 Komentar

Pemain sinetron disangka menganiaya seorang pria hanya gara-gara klakson. Kemacetan telah membuat sumbu frustrasi jadi pendek?

Insiden itu terjadi pada Minggu, 7 Maret malam lalu. Menurut situs Okezone, pemain sinetron Rio Reifan terlibat cekcok dengan Pribadi Gunawan di kawasan Jatinegara. Cekcok dipicu oleh klakson yang dibunyikan Pribadi Gunawan terhadap mobil Rio yang berada di depannya.

Karena diklakson seperti itu, Rio pun naik pitam dan langsung menghampiri Pribadi Gunawan yang saat itu berada di dalam mobilnya. Bersama sang kakak, Rio mengeroyok Pribadi yang berada di balik setir mobilnya. Akibatnya, Pribadi pun babak belur.

Kenapa orang mudah naik pitam? « Read the rest of this entry »

Montara Pecas Ndahe

Maret 8, 2010 § 25 Komentar

Pagi di Laut Timor. Jarum jam menunjukkan pukul 05.30 waktu Australia bagian Barat pada 21 Augustus 2009. Di tengah samudera yang sepi itu, sebuah kecelakaan tiba-tiba terjadi. Anjungan Sumur Montara, unit pengeboran bergerak West Atlas yang berada 140 mil laut sebelah utara pantai Australia Barat, menyemburkan hidrokarbon tanpa kendali, memicu kebakaran.

Kebakaran di Ladang Montara di Blok West Atlas, Laut Timor, perairan Australia posisi 12041’S/124032’ T mengakibatkan kebocoran. Sedikitnya 400 barel (64 ton) minyak mentah ringan mengalir ke permukaan samudera dan gas hidrokarbon lepas ke atmosfir setiap hari. Ada versi lain yang menyebut tumpahan minyak mentah itu mencapai 500 ribu liter. Angka ini tergolong cukup besar. Dampak pencemarannya mencapai ke kawasan pantai selatan Pulau Rote dan Pulau Timor bagian selatan.

Dalam senyap, jauh dari riuh-rendah konflik politik di Senayan, invasi lingkungan pun diam-diam telah mengendap dari selatan. Adakah di antara kita yang menyadari ancaman itu? « Read the rest of this entry »

Obama Pecas Ndahe

Maret 7, 2010 § 42 Komentar

Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan datang ke Indonesia dua pekan ke depan. Tapi kabar kedatangannya mulai panas hari-hari ini.

Di Facebook, misalnya, saya melihat sudah ada halaman khusus untuk menyambut kedatangan Obama di sini.

Facebook Fans Page ini katanya ini akan menjadi sumber informasi pertama dan tepercaya tentang kunjungan Obama, bahkan sebelum media tradisional mengendusnya. « Read the rest of this entry »

RPM Pecas Ndahe

Februari 15, 2010 § 105 Komentar

Ini bukan cerita tentang RPM (revolutions per minute) di dashboard mobil itu. RPM yang sedang bikin geger di Indonesia adalah Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Konten Multimedia. Mengapa dia memicu kontroversi?

Yusuf Nurrachman bukan tokoh nasional. Dia juga bukan seseorang yang populer seperti para pesohor itu. Meski posisinya tinggi, bos perusahaan web hosting Rumah Web, Yusuf jauh dari liputan dari media massa.

Saya sering bertemu lelaki yang santun itu di kantor cabang Rumah Web di Jalan Langsat, Jakarta Selatan. Salah satu pertemuan terjadi Februari tahun lalu, ketika Rumah Web merayakan ulang tahun yang ke-7.

Malam itu, di antara riuhnya obrolan para tetamu, saya melihat Yusuf berbincang serius dengan seseorang berbaju batik. “Itu tadi perwira polisi dari unit cybercrime,” Yusuf menjelaskan kemudian, setelah kami akhirnya sempat ngobrol malam itu.

Polisi? Apakah Yusuf tersangkut urusan pidana? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.