Misi Pecas Ndahe
Januari 5, 2009 § 66 Komentar
Bencana datang silih berganti. Korban terus berjatuhan. Kemarin saudara-saudara kita di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, yang tertimpa musibah gemba bumi. Besok atau lusa mungkin giliran kita.
Setiap kali bencana menghumbalang, kita tak bisa hanya berharap dan menunggu bantuan pemerintah pusat maupun daerah, yang sering terlambat. Sudah saatnya masyarakat, juga para blogger, berdiri di barisan terdepan dan melakukan sesuatu. Bencana tak mau menunggu. Saat ini juga, kita harus bergerak.
Epat, kawan baik saya itu, telah melempar gagasan dahsyat: membuat Blogger Response Team. Apa itu? « Read the rest of this entry »
Sekolah Pecas Ndahe
Januari 1, 2009 § 59 Komentar
Apa yang lagi tersisa setelah piring-piring bersih, gelas-gelas kosong, dan terompet tahun baru tak lagi menyalak? Senyap? Tidur panjang? Kesiangan atau kenangan?
Setelah almanak disobek, dan 2009 dimulai hari ini, barangkali ada baiknya kita kembali menghadapi kenyataan. Mari melihat jalanan. Lihatlah anak-anak dan para perempuan yang menengadahkan tangan di perempatan seraya menutup wajahnya.

Apa boleh buat, wajah tahun baru masih agak sedikit suram. Krisis global yang menghumbalang banyak negara Barat mungkin sebentar lagi bakal sampai di sini. Bayang-bayang kelesuan ekonomi barangkali akan segera terlihat.
Saya mendengar ada beberapa perusahaan lokal yang mulai memecat sebagian karyawan. Dalihnya macam-macam, misalnya atas nama pensiun dini — seperti kabar yang sayup-sayup terdengar dari sebuah pabrik media ternama.
Lantas bagaimana sampean akan memulai hari di tahun yang baru ini, Ki Sanak? « Read the rest of this entry »
Bocah Pecas Ndahe
Desember 23, 2008 § 46 Komentar
Saya menemukan anak ini pada sebuah pagi di salah satu sudut Terminal Bus Blok M, Jakarta Selatan. Ia tengah tertidur nyenyak. Wajahnya yang polos terlihat begitu damai.

Saya tak tahu siapa nama, asal, dan siapa orang tuanya. Saya juga tak tahu ia sedang melukis mimpi tentang apa. Barangkali juga ia tak sedang bermimpi. Siapa yang bisa menebak apa isi kepala anak ini?
Tidurnya begitu tenang seolah tak terganggu oleh lalu lalang para penumpang. Bising mesin Metromini yang meraung kencang, semburan asap knalpot yang bikin sesak paru-paru tak mampu mengusik. Satu-satunya tanda kehidupan hanyalah napasnya yang teratur.
Saya menemukan foto itu di antara tumpukan dokumen-dokumen di dalam laptop ketika sedang bersih-bersih. Saya ingat, paras anak itu bersih. Begitu pula pakaian dan celananya. Ada semburat cat di rambutnya yang keriting. Oh, bocah. Siapakah engkau? « Read the rest of this entry »
Ibu Pecas Ndahe
Desember 22, 2008 § 39 Komentar
Sosok ibu mungkin seperti yang digambarkan oleh Dewi Lestari lewat sebuah lagu. “Malaikat tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan.”
Seorang ibu memang tak selalu cemerlang dan rupawan. Tapi ia adalah malaikat bagi anak-anaknya.
Dari rahim seorang ibu, lahir seorang Dewi Lestari yang pintar menyanyi, juga Very Idham Henyansyah alias Ryan yang jago memutilasi.
Selalu ada ibu sebagai akar dari tokoh-tokoh paling mulia sekaligus paling brengsek di dunia ini. Obama punya ibu, begitu juga Idi Amin.
Karena ibu itu nomor satu — siapa pun dia dan siapa pun yang pernah dilahirkannya. Karena ibu itu malaikat tak bersayap, tak selalu cemerlang dan rupawan.
>> Selamat hari Senin, selamat Hari Ibu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah mengenang ibu-ibu sampean dengan semestinya?
Motif Pecas Ndahe
Desember 21, 2008 § 59 Komentar
Posting saya tentang blog uneg-uneg yang diduga kuat milik seorang karyawan stasiun televisi korban pemecatan ternyata berlanjut dengan sangat menarik.
Kenapa menarik? Mari kita runut kronologinya. Karyawan TV itu ditangkap pada Sabtu, 12 Desember 2008, lalu dimasukkan ke sel polisi Jakarta.
Di sel, ia tak mendapatkan akses Internet, baik lewat HP, laptop, maupun perangkat lainnya. Itu sebabnya, blog yang memicu heboh itu, tak diperbarui lagi sejak tanggal penangkapannya. Seorang kawan memberi tambahan info penting, “Dia sudah mengaku sebagai pemilik dan pengelola blog itu, dan tampaknya dia bekerja sendirian.”
Tapi anehnya, blog itu tiba-tiba memiliki posting baru. « Read the rest of this entry »