Deja Vu Pecas Ndahe
Mei 29, 2008 § 48 Komentar
Iwan Fals menendangkan lagu Galang Rambu Anarki (Opini) dengan pedih, 26 tahun silam. Hari-hari ini, syair lagu itu seperti sebuah deja vu …
Galang Rambu Anarki anakku
Lahir awal Januari
Menjelang pemiluGalang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru
MenyambutmuGalang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM membumbung tinggiMaafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi …
Lihat dan perhatikan. Setelah lebih dari seperempat abad, ternyata masalah kita masih sama: orang pintar tarik subsidi, harga BBM naik, susu tak terbeli, dan bayi-bayi kurang gizi.
Hari-hari ini sejarah berulang. Dan, sebetulnya kita tak pernah ke mana-mana. Jalan di tempat, bahkan sejak 26 tahun yang lalu.
Jadi untuk apa kita bikin pemilu, gonta-ganti presiden, dan pemerintahan, jika masalah yang sama tak pernah diselesaikan? « Read the rest of this entry »
Percakapan Pecas Ndahe
Mei 27, 2008 § 41 Komentar
Tadi pagi, di ruang tunggu sebuah kantor. Saya sedang menunggu giliran dipanggil ke depan meja layanan. Para tamu, sekitar sepuluh orang termasuk saya, sabar menanti di kursi.
Saya duduk persis di belakang sepasang (tampaknya sih) suami-istri berseragam sebuah departemen. Saya taksir usia mereka pertengahan 40-an. Suasana tak terlalu ramai sehingga saya bisa mendengarkan percakapan suami-istri dengan jelas. Dan, tanpa sengaja saya ikut menguping.
Begini petikan obrolan mereka … « Read the rest of this entry »
Lindu Pecas Ndahe
Mei 27, 2008 § 22 Komentar
Pagi ini, dua tahun yang lalu. Lindu mengguncang kota kelahiran, sangkan paraning dumadi, saya: Yogyakarta.
Di pagi yang kelabu itu, gempa datang seperti pencuri, tanpa tanda-tanda. Yogyakarta pun porak poranda dihajar gempa tektonik berkekuatan 5,5 pada skala Richter pada pukul 05.55 WIB. Lebih dari 5.000 orang meninggal dan ribuan lainnya luka-luka. Rumah-rumah lantak. Duh, Gusti….
Tak terasa, waktu bergulir begitu cepat. Hari berubah pekan. Pekan berganti bulan, lalu tahun. Dan kenangan tertinggal di belakang. Tapi, kengerian dan duka itu tak lekas pergi.
Pagi ini, saya ingin sendirian mengenang kembali peristiwa yang memilukan itu. Mengingat ibu yang sudah sepuh dan sakit-sakitan di kediamannya. « Read the rest of this entry »
Istana Pecas Ndahe
Mei 26, 2008 § 39 Komentar
Istana Merdeka dibuka untuk umum mulai Sabtu, 24 Mei 2008. Rombongan yang pertama kali berkunjung adalah anak-anak sekolah. Mereka diterima langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, bersama para menteri.
![]()
Sampean juga bisa melihatnya melalui tautan video liputan tentang open house Istana Merdeka milik Okezone.
Terus terang saya senang dan terkesan melihat pintu tempat kerja presiden akhirnya dibuka lebar, meski hanya di hari Sabtu dan Ahad. Open house merupakan strategi pemasaran yang baik di era keterbukaan dan program Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 2008.
“Desakralisasi,” kata Paklik Isnogud dengan sedikit mencibir. “Sekaligus personal branding. Dengan kata lain: tebar pesona, Mas.” « Read the rest of this entry »