Petisi Pecas Ndahe

Februari 25, 2008 § 56 Komentar

Kabar itu saya peroleh dari Andry S. Huzain melalui email. Dia mengatakan ada sebuah petisi baru untuk mengeluarkan Budi Rahardjo dari agregator Planet Terasi.

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

“Sumpah, bukan gw yang bikin. Gw sih senang2 saja dengan yg beginian, secara dunia blog makin lama makin membosankan. Dan, mengesalkan,” begitu komentar Andry.

Hahaha … tentu saja kita boleh setuju atau berbeda pendapat dengannya. Begitu juga dalam menyikapi petisi ini. Tapi, mari kita runut dulu persoalan dari awal, dari sangkan paraning dumadi, kenapa sampai muncul petisi itu.

Saya menduga semua ini berawal dari posting “tamparan” Budi pada dua blogger, yakni Adinoto dan Eep.

Kepada Adinoto dan Eep, kalau Anda tidak suka dengan blog saya silahkan tidak baca. Apa susahnya sih? Anda berdua selalu memberikan komentar negatif terhadap pribadi saya. Silahkan runut komentar-komentar Anda sebelumnya.

Benarkah, kedua blogger itu sering berkomentar negatif pada Budi? Kalau iya, apa sebabnya? « Read the rest of this entry »

Buru Pecas Ndahe

Februari 25, 2008 § 24 Komentar

Perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa, kata Milan Kundera. Untunglah penghapusan ingatan juga tak semudah membalik tangan.

Arkian seorang perupa bernama A. Gumelar Demokrasno. Ia melakukan “perjuangan melawan lupa” melalui karya-karya grafisnya yang dikumpulkan dalam sebuah buku, Dari Kalong Sampai Pulau Buru: Kisah Tapol Dalam Sketsa.

Saya beruntung memperoleh buku yang cukup langka ini dari seorang kawan sekaligus guru yang baik, eks penghuni Pulau Buru juga, Amarzan Ismail Hamid. Karena itu saya ingin membagikan secuil isinya pada sampean. « Read the rest of this entry »

Altis Pecas Ndahe

Februari 20, 2008 § 48 Komentar

Akhirnya saya datang juga ke acara Blogger Luncheon with Corolla siang tadi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Sengaja kali ini saya ndak mengulasnya panjang kali lebar karena acara perkenalan dengan sedan All New Corolla Altis itu ndak terlalu penting buat sampean, Ki Sanak. Apalagi acara makan-makannya.

Selain itu, saya ndak terlalu paham urusan kendaraan model beginian. Sampean sendiri juga bisa mencari informasi tentang mobil itu di Google atau di situs resmi Toyota — dengan catatan kalau sampean berminat.

Buat saya, ada banyak kejadian yang lebih menarik dan penting di acara itu. Misalnya saja, saya bisa melihat bagaimana aksi Paman Tyo yang duitnya sudah tak meteran lagi itu mencari bahan posting untuk blognya. « Read the rest of this entry »

Lapindo Pecas Ndahe

Februari 18, 2008 § 46 Komentar

Ah, untungnya para wakil rakyat itu ndak sekalian saja mengatakan bahwa lumpur Lapindo itu peristiwa biasa-biasa saja.

Cuma saya jadi mikir, mengapa mereka membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mengatakan bencana dahsyat itu peristiwa alam?

Karena informasi yang tak cukup? Pengetahuan geologi yang tak dipunya? Prasyarat politik? Atau sekadar setoran yang kurang?

Rudyanto Pecas Ndahe

Februari 15, 2008 § 32 Komentar

Hidup itu penuh perjuangan. Sungguh susah kalau cuma bisa jual abab, omong ndobos, sana-sini. Seperti halnya nge-blog, bekerja itu butuh krenteging ati, niat teguh, juga upaya yang benar-benar keras.

Maka dari itu, segala daya upaya pun mesti dikerahkan. Bila perlu sampai harus menyediakan jasa touris (tanpa t) dan travel.

Semua usaha itu demi meraih gelar yang terhormat dalam Ilmu Manajemen pada Program Pasca Sarjana IBII (Institut Bisnis dan Informatika Indonesia). Karena jualan mie saja ternyata tak cukup. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.