Pohon Pecas Ndahe

Agustus 24, 2007 § 20 Komentar

Sebatang pohon bisa bercerita tentang banyak perkara: seks, kemasyhuran, uang, juga kekuasaan. Saya beroleh kisah ini setelah melihat kiriman foto-foto dari kawan lama saya, Mas Gandrik.

Adalah Paklik Isnogud yang bercerita tentang pohon itu. Seperti biasa, menjelang salat Jumat, sebagai bekal menghadapi siraman rohani dari khatib di masjid nanti, saya memang sering meminta Paklik bertutur tentang hidup dan lain-lain.

“Kalau sampean mau belajar tentang hidup, dengarlah dongeng tentang kalpataru, Mas,” kata Paklik memulai ceritanya.

“Kalpataru? Kenapa, Paklik?” « Read the rest of this entry »

Gogon Pecas Ndahe

Agustus 23, 2007 § 22 Komentar

Sampean tahu Margono alias Gogon kan? Iya, Gogon yang pelawak anggota Srimulat itu. Nah, pelawak yang punya ciri khas jambul di ujung kepalanya itu ditangkap polisi pada Rabu dini hari lalu di rumahnya di Tangerang karena sering ngisep sabu-sabu.

Saya cuma bisa geleng-geleng kepala membaca berita itu. Apalagi setelah tahu pengakuan Gogon bahwa ia bisa terjerat barang laknat itu gara-gara pergaulan di kalangan artis [tuh … kan, makanya saya ndak mau jadi artis, hehehe …].

Dunia artis, dunia yang gemerlap, memang sering disebut-sebut dekat dengan dunia kenikmatan sesaat yang bisa membawa celaka. Gogon bukan yang pertama. Beberapa rekannya sesama pelawak, seperti Polo, Doyok, dan Derry, juga artis lain seperti Roy Marten, sudah lebih dulu masuk hotel prodeo karena tersandung kasus yang sama: narkoba.

Mengapa mereka sampai bisa terjerat narkoba? « Read the rest of this entry »

Raisya Pecas Ndahe

Agustus 22, 2007 § 15 Komentar


[foto: koleksi keluarga]

Oalah Nduk, Nduk … malang benar nasibmu. Masih kecil, baru juga lima tahun, kok sudah digondol orang. Padahal apa salahmu? Apa dosa bapak-ibumu?

Tega bener para penculik yang mencegatmu di jalan dan membawa dirimu entah ke mana. Apa mereka ndak punya anak perempuan ya? Bagaimana perasaan mereka seandainya anak perempuan mereka yang masih kecil diculik? Apa ya ndak sedih dan nelangsa?

Raisya Ali, si genduk yang lucu. Sudah berapa lama kamu menghilang? Sepekan? Oh, lebih ya? Apa kabarmu di sana, Nduk? Semoga kamu baik-baik saja. Moga-moga para penculik itu masih punya sedikit belas kasihan dan memberimu makan.

Kami di sini semua cuma bisa mendoakan agar kamu bisa cepat pulang …

UPDATE: Raisya akhirnya kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat. Mereka dipertemukan di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 24 Agustus 2007, sekitar pukul 10.30 WIB. Penculiknya tertangkap. Alhamdulillah …

Supersemar Pecas Ndahe

Agustus 21, 2007 § 41 Komentar

Moga-moga sampean belum bosan, Ki Sanak. Saya mau cerita lagi tentang Roy Suryo. Ya, Roy yang suka bikin geger itu. Memangnya siapa lagi?

Saya baru saja membaca berita tentang Roy lagi di koran lokal Semarang, Suara Merdeka, Ahad lalu. Di koran itu disebutkan bahwa Roy Suryo bakal mengungkapkan lebih banyak lagi dokumen sejarah bangsa yang tersembunyi. Beberapa di antaranya tentang Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dan rekaman suara Presiden Soekarno saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI. « Read the rest of this entry »

UGM Pecas Ndahe

Agustus 20, 2007 § 31 Komentar

Jadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, di zaman sekarang ternyata makin susah. Bayar SPP mahal, kuliah pun belum tentu cepat lulus — seperti Momon itu. Hehehe …

Kantor berita Antara malah mengabarkan bahwa mahasiswa baru dari jalur SPMB di UGM yang tidak mampu membayar Sumbangan Pengembangan Mutu Akademik (SPMA) diminta oleh pihak rektorat untuk menandatangani surat pernyataan akan hidup sederhana selama mengikuti pendidikan.

Sampean tahu apa isi surat pernyataan itu, Ki Sanak? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.