Sutiyoso Pecas Ndahe

Oktober 2, 2007 § 43 Komentar

Ini namanya baru ramai. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso — yang sebentar lagi akan diganti — kemarin secara resmi mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia 2009.

“Saya tidak menilai memiliki kelebihan, tetapi biar masyarakat sendiri yang menilai apakah saya layak atau tidak,” katanya dalam acara deklarasi yang diselenggarakan di sebuah hotel di Jakarta kemarin. « Read the rest of this entry »

Makian Pecas Ndahe

September 26, 2007 § 74 Komentar

Kangen Band yang ngetop dengan lagu Selingkuh itu rupanya menuai kontroversi. Selain lagunya digemari dan laris terjual sekitar 500 ribu kopi, Kangen Band tak luput dicaci-maki. Sebuah kelompok rap bahkan telah mengedarkan lagu dengan lirik sepedas cabe rawit.

Saya tahu kabar itu dari Anto dan kemudian menemukan berita di KCM tentang beredarnya lagu berisi sumpah serapah itu. Saya jadi heran, kenapa sampai begini? « Read the rest of this entry »

Kenikmatan Pecas Ndahe

September 25, 2007 § 15 Komentar

Setiap kali berpuasa, godaan itu terlihat semakin menawan. Es kelapa muda. Es blewah. Es jeruk. Es cendol. Baso urat. Soto ceker. Sate & sop kambing Casmadi. Halah.

Sampean mungkin bisa menyebutkan lebih banyak lagi daftar makanan dan minuman yang paling mengundang selera di bulan puasa ini.

Tapi, bayangkan ketika malam hari. Apa sampean ya masih pengen menjejali perut dengan aneka makanan itu? Apa sampean masih kebelet menenggak soda dingin dan teman-temannya itu? Rasanya kok tidak, kecuali sampean memang punya perut berisi tujuh kere lapar.

Begitu tanda waktu buka puasa tiba, seseruput teh manis dan secuil kurma manis rasanya sudah melebih segalanya. Kita seolah mendapatkan kenikmatan yang tiada banding.

Dari mana sebetulnya kenikmatan itu datang, Ki Sanak? « Read the rest of this entry »

Hamburger Pecas Ndahe

September 19, 2007 § 31 Komentar

Para buruh pabrik, teman-teman saya itu, sering nggaya bila sedang berpuasa. Begitu tanda waktu Magrib tinggal sejam lagi, biasanya mereka langsung sibuk kasak-kusuk merancang dan mencari tempat ngabuburit.

Ada banyak pilihan, dan karena itu ada banyak kebingungan. Maklum, pabrik saya memang berada di kawasan yang dikelilingi para pedagang makanan yang beragam dan memang uenak-uenak.

Masalahnya, selera orang bisa beda-beda. Tiap orang pun datang dengan satu usulan. Ada yang usul buka puasa dengan soto ceker ayamlah, soto Betawilah, soto kikilah, sop kambinglah, dan sebagainya.

Kebetulan, kemarin sore ada sekelompok buruh yang memilih hamburger sebagai menu buka puasa. Paklik Isnogud langsung ngakak begitu mendengar rencana itu. Saya sampai harus menginjak kakinya supaya Paklik ndak terlalu terlihat sinis. « Read the rest of this entry »

Tarawih Pecas Ndahe

September 12, 2007 § 32 Komentar

Maksud hati berangkat salat tarawih di masjid, apa daya senyum Paklik Isnogud membuat langkah saya terhenti di gerbang pabrik.

Buru-buru saya mendekati Paklik dan bertanya, “Kenapa sampean malah mesam-mesem? Ngece? Ngeledek ya?”

Masih dengan senyumnya yang bikin hati saya mangkel, Paklik menjawab, “Ora Mas, ora. Saya ndak meledek sampean. Saya cuma heran, kok sampean tumben malam-malam sudah pakai sarung dan bawa sajadah segala. Mau ke masjid?”

“Lah iya pasti ke masjid, Paklik. Mosok mau ke bengkel.”

Paklik ngakak. “Wah, nesu ki … nesu … “

“Ndak nesu kok, Paklik. Tapi, jengkel.” « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Paklik Isnogud category at Ndoro Kakung.