Coin Pecas Ndahe

Desember 18, 2008 § 38 Komentar

Selalu ada dua sisi mata uang. Begitu kata pepatah-petitih kehidupan. Karena hidup mengajarkan ada saat menerima, ada kalanya pula kita memberi.

saatnya berbagi dan memberi, coin a chance

Sampean juga bisa memberi, mengulurkan sesuatu kepada orang lain dengan pelbagai cara. Salah satunya dengan bergabung ke dalam gerakan sosial Coin A Chance.

Apa itu? « Read the rest of this entry »

Hening Pecas Ndahe

Agustus 5, 2008 § 78 Komentar

Di tengah suara bising dan berisik yang berkelindan menjadi sengkarut, mungkin sekarang saatnya kita berhenti sejenak dan menengok telaga yang tenang.

Becerminlah dan melihat lebih dalam di balik bayang-bayang yang lindap. Barangkali kini waktunya kita merumuskan kembali apa yang mesti kita susun dalam ujaran kehidupan.

Begitulah piwulang Paklik Isnogud yang selalu terngiang di telinga setiap kali saya di tengah kelimun kabut dan badai yang membutakan mata angin.

“Sebab hidup,” kata Paklik, “bukan cuma kata-kata yang berisik. Diam, kekosongan, juga keheningan, adalah penduduk lain dari kehidupan.” « Read the rest of this entry »

Psikopat Pecas Ndahe

Juli 29, 2008 § 104 Komentar

Siapakah sebenarnya Very Idam Henyansyah alias Ryan? Seorang psikopat? Gay pencemburu? Atau sekadar begundal kriminal yang haus rupiah?

Saya ndak tahu. Yang jelas, Ryan diduga telah membantai sepuluh orang korban — salah satu rekor pembunuhan terbanyak di Indonesia setelah Ahmad Suraji alias Dukun AS yang menewaskan 42 orang di Sumatera Utara. Korban-korban itu sebagian dikubur di rumah orang tuanya di Jombang, Jawa Timur.

Aksi Ryan membuat publik terhenyak. Mereka tak menyangka ada pemuda berusia 30 tahun dengan sosok yang digambarkan media massa sangat kalem itu ternyata sanggup membunuh. Dia bahkan sampai tega memutilasi salah satu korbannya.

Sebagian kalangan lalu berang dan marah. Mereka mengutuk ulah Ryan. Saya bahkan mendengar tak sedikit komentar yang menuntut agar kelak Ryan dihukum mati atas perbuatannya itu meski persidangan belum dimulai, dan penyidikan polisi justru pun masih berlangsung. Artinya, Ryan belum diputuskan bersalah, Ki Sanak. « Read the rest of this entry »

Arisan Pecas Ndahe

Juli 11, 2008 § 46 Komentar

korupsi anggota dpr

WAKIL RAKYAT STOP KORUPSI

Korupsi mungkin seperti arisan: yang mengunduh berganti-gantian. Hari ini si A, besok si B, lusa si C, dan seterusnya. Dan di ujungnya sana, semua kebagian, semua senang. Hidup jalan terus.

Adakah yang bisa kita lakukan untuk membasminya? Kalaupun ada, dari mana memulainya? « Read the rest of this entry »

Peran Pecas Ndahe

Juli 7, 2008 § 38 Komentar

badutTingkah laku para tokoh publik makin lama kian lucu dan menggemaskan. Ada yang suka disuap, berubah jadi calo perkara, hobinya melepas syahwat dengan sekretarisnya, dan sebagainya.

Di tempat lain, ada yang sibuk menunggangi. Ada pula yang sering menyalakan kompor, bakar ini dan itu, seraya menggalang angket. Bahkan ada juga yang sukanya lempar tangan sembunyi batu, berteriak semprul bin sontoloyo.

Mereka bukan hanya membikin kita merasa geli, melainkan juga menyodorkan satire paling pahit. Kalau sudah begini, ada kemungkinan mereka akan berebut lahan rejeki dengan para pelawak sejati.

Benarkah tokoh-tokoh itu sudah berubah peran jadi badut? Apa sih bedanya antara joker, clown, dan comedian?

Paklik Isnogud yang tengah menimang-nimang cangkir kopi di tangan hanya tersenyum ketika saya menanyakan perihal itu.

“Meski ada beda sedikit perbedaan arti dan makna, mereka punya fungsi dan peran yang sama di masyarakat,” jawab Paklik.

“Apa peran mereka, Paklik?” « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Pitutur category at Ndoro Kakung.