Selingkuh Pecas Ndahe

Februari 14, 2009 § 107 Komentar

Apakah arti cinta dan keluarga yang bahagia? Benarkah keluarga yang berselimut cinta pun tak luput dari kisah perselingkuhan?

Paklik Isnogud hanya cengar-cengir ketika saya menanyakan perihal itu. Tanpa membuka mulutnya, dia malah berdiri, lalu membuka lemari di belakang meja kerjanya. Wah, ada apa nih, saya membatin.

Saya lihat Paklik mengambil sebuah tape recorder kecil, kemudian meletakkannya di depan saya.

“Dengarkan, Mas,” katanya.

“Oh, apa ini, Paklik?”

“Rekaman pembicaraan seorang konsultan perkawinan dengan seorang suami yang sedang digugat cerai oleh istrinya. Saya mendapatkannya dari seorang teman. Sampean ndak perlu tahu siapa nama konsultan dan pasiennya,” jawab Paklik seraya menekan tombol “play”.

Wah … pasti asyik nih, saya membatin.

Kami lalu duduk dengan tenang. Saya mengunci mulut rapat-rapat karena penasaran dan ingin segera mendengarkan isi rekaman itu. Mendengar perbincangan orang lain memang selalu menggoda perhatian saya.

Sesaat kemudian mengalunlah suara kresek-kresek dari tape itu sebelum kemudian terdengar suara seorang perempuan bersuara lembut. Saya membayangkan usianya di atas 40-an tahun. Dia mungkin konsultan perempuan yang dimaksud Paklik.

“Baiklah, Pak. Kita mulai sesi ini ya. Bapak nggak keberatan kan pembicaraan ini saya rekam untuk keperluan dokumentasi dan analisis?” tanya perempuan itu.

“Sama sekali tidak, Bu,” terdengar jawaban seorang lelaki dengan suara bariton.

Percakapan itu pun dimulai. Sang konsultan memulainya dengan pertanyaan yang umum dan remeh temeh, misalnya tentang nama lengkap lelaki itu, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, hobi, dan kesan-kesannya tentang berita-berita yang tengah menghiasi koran-koran dan layar televisi.

Lelaki itu menjawab seperlunya. Kalimatnya kadang pendek, sesekali panjang. Semacam proses ice breaking.

Sampai kemudian, saya mendengar potongan percakapan tentang hal-hal yang lebih spesifik, sesuatu yang personal.

“Oke. Jadi bapak sudah sepuluh tahun menikah ya. Bapak bahagia?” tanya konsultan itu.

“Tentu saja. Saya bekerja di perusahaan asing dengan gaji dan posisi lumayan. Saya punya seorang istri dan anak perempuan yang cantik.

Istri saya sangat pintar memasak dan mengasuh anak. Anak saya satu-satunya, cewek, juga pandai. Ranking sekolahnya nomor satu terus. Kerabat saya dan istri saya juga rukun-rukun saja. Apa lagi yang kurang?”

“Lalu kenapa Bapak menjalin hubungan dengan perempuan lain, yang bukan istri Bapak? Buat Bapak, cinta itu apa, sih?”

Terdengar suara seorang lelaki tergelak.

“Ini pertanyaan klise dengan seribu satu jawaban. Ada yang bilang cinta itu serasa cokelat. Cinta itu membebaskan. Ada lagi yang bilang cinta adalah ini dan itu. Banyak sekali artinya. Setiap orang punya jawaban dan penafsiran masing-masing. Semuanya benar, sekaligus salah.

Buat saya, cinta adalah sesuatu yang menarik seseorang ke dalam hasrat bersatu, keinginan bertaut, memberi dan mengharap.

Memang kita sering tepekur oleh kisah-kisah tentang cinta dengan passion yang begitu nekat, tapi begitu indah dan tidak palsu pada dongeng seperti Romeo dan Juliet atau Pronocitro dan Roro Mendut. Dari cerita itu, kita jadi tahu bahwa pasangan seperti mereka ternyata bisa memberi harga pada sesuatu yang sia-sia.

Kita memperoleh semacam peneguhan kembali bahwa hidup manusia tidak seluruhnya berupa perhitungan laba-rugi. Manusia tak sepanjang waktu berjualan seperti halnya toko kelontong.

Hubungan tidak sepenuhnya tentang siasat mengambil hati orang lain dan memperoleh hasil besar karena senyum di bibir. Kita tidak bisa mengkomputasikan cinta, hati nurani, desakan ingin kebenaran, belas kasih, uneg-uneg, dalam analisa ‘menguntungkan’ atau ‘tidak’.

Tapi tetap saja saya laki-laki yang bukannya tanpa kelemahan. Saya mungkin bagaikan presiden Amerika Serikat ketiga, Thomas Jefferson. Ibu pernah mendengar cerita tentang Jefferson?”

Hening. Saya membayangkan konsultan itu menggelengkan kepalanya karena sesaat kemudian lelaki itu meneruskan kalimatnya tanpa menunggu jawaban sang konsultan.

“Ada sepenggal kisah menarik tentang Jefferson. Syandan, ketika masa jabatannya yang kedua telah selesai, Jefferson mengambil keputusan mengagetkan: ia tak bersedia dipilih lagi.

Padahal sebenarnya ia dapat dipilih kembali. Ia penulis utama Deklarasi Kemerdekaan Amerika yang termasyhur. Ia pemikir dan tokoh politik terkemuka bagi negeri yang baru itu. Dan ia punya prestasi yang cukup mengesankan sebagai administrator selama jadi kepala negara.

Apa sulitnya untuk menduduki jabatan terhormat buat ketiga kalinya?

Ternyata ia menolak. Ia memilih meninggalkan ibu kota untuk pulang ke kampung halamannya di pedalaman, di Monticello.

Rakyatnya terhenyak. Mereka ingat, sewaktu menduda, Jefferson pernah menjalin hubungan intim dengan budak wanitanya yang cantik, Sally Heings.

Di masa muda, Jefferson juga pernah dibisik-bisikkan mau menggoda seorang isteri teman. Dan waktu di Paris, ia pernah jatuh cinta kepada istri orang lain — serta menulis surat cinta panjang yang sangat bagus.

Tapi — mungkin karena menyadari bahwa dirinya tak berada di luar dosa itulah — Jefferson meninggalkan sesuatu yang ternyata memang berharga bagi orang Amerika beberapa generasi kemudian: satu ide tentang kekuasaan dan batas manusia, dan juga satu contoh perbuatan yang sejati.

Jefferson berhasil menyeberang abad. Dia melihat ke depan bersama sejarah, dan ia tidak dikutuk.”

“Err … maaf, Pak. Saya kurang paham. Apa hubungan antara kisah tentang Jefferson itu dan perselingkuhan Bapak?” tanya konsultan itu.

Saya mendengar respons suara samar-samar. Sepertinya lelaki itu tersenyum.

“Begini, Bu. Saya memang pernah melakukan kesalahan. Saya menjalin asmara dengan kolega saya. Tapi itu masa lalu. Saya sekarang ingin pulang, kembali kepada istri dan anak saya. Keluarga saya.

Bagaimanapun brengseknya saya waktu itu, asal tahu saja ya Bu, saya tak pernah menelantarkan anak dan keluarga. Saya selalu mencukupi kebutuhan mereka. Kenapa istri saya masih merasa kurang, dan minta cerai? Apakah saya tak berhak mendapatkan kesempatan kedua?”

“Mungkin bagi mereka, Bapak tak pernah memberikan satu hal yang jauh lebih penting: rasa aman. Eh, tapi saya bukan bermaksud menghakimi Bapak. Tugas saya sebagai konsultan perkawinan hanya mendengarkan, sebagai jembatan. Saya … ”

Klik. Paklik Isnogud menghentikan rekaman itu. Saya mendongak, kaget. “Kok distop, Paklik. Terusannya apa tuh?”

Paklik Isnogud mesam-mesem. “Ndak perlu diteruskan, Mas. Sisanya ndak penting lagi. Saya kira sampean sudah mendengarkan inti percakapan mereka dan mampu mengambil hikmahnya.

Lagi pula, sampean mestinya tahu cinta itu bukan sesuatu yang final. Ia selalu terbuka untuk ditafsir ulang. Tapi justru itu menariknya. Kita akan terus menemukan definisi baru tentang cinta, sesuai ruang dan waktu.

Dalam perkara hubungan, cinta saja ndak cukup, Mas. Ia membutuhkan komitmen. Tapi komitmen pun selalu bisa ditinjau ulang. Terbuka untuk ditengok, dievaluasi, dikoreksi, bahkan mungkin dibatalkan.

Apa boleh buat, Mas. Ini soal manusia. Dan manusia bukan benda mati. Ia selalu berubah, setiap saat. Karena itu, kalau sampean — atau siapa pun — hendak menjalin hubungan, jalani saja dulu. Serahkan urusan lainnya belakangan,” kata Paklik seraya meneruskan membaca koran yang tadi terhenti gara-gara saya bertanya.

Saya mengumpat dalam hati. Semprul. Ya sudah, saya akhirnya meninggalkan ruang kerja Paklik Isnogud dengan pertanyaan yang belum terjawab tuntas, tentang cinta, keluarga, dan perselingkuhan ….

>> Selamat hari Sabtu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean ikut-ikutan merayakan Hari Kasih Sayang?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 107 Responses to Selingkuh Pecas Ndahe

  • Oca berkata:

    Ndak, (eyang) kakung.hehehe.lam kenal ya.sumpah saya g ikut-ikutan ngerayain.nih saya baru komen sekarang, apadahal udah beberapa kali baca postingannya eyang.hihihi

  • suryaden berkata:

    komitmen bisa berubah ya?

  • Obi-Wan berkata:

    Sampai saat ini belum, Ndoro. Dan tidak tahu apakah akan. πŸ˜€

  • kumel berkata:

    Cinta itu nafsu dan hidup itu sandiwara… selamat dini hari ndoro!

  • Epat berkata:

    wew….
    *menebak-nebak*

  • Bray berkata:

    Topiknya tentang cinta.
    Rupanya Ndoro kena “demam valentine”s day” juga nih….

  • restlessangel berkata:

    well, saya udah sampe pada kesimpulan, bahwa selingkuh ga ada hubungannya dg cinta, tp pd masalah komitmen saja.
    ketoke sebenang merah yo, ndor ? hehe…

    tp menarik, bhw komitmen, dalam perjalanannya, bisa dievaluasi, diperbarui, atau bahkan dibatalkan.

  • arya berkata:

    ini pasti persenel eksperiens! pasti!
    *ngilang*

    lepas dobermen buat ngejar alyak

  • biatch berkata:

    Dasar laki2!!! Pembenaran wiss…

  • hedi berkata:

    taman sari apa kabarnya, bos?

    *kalem*

  • blup berkata:

    uhuk… sampai tersedak…

  • bayu nugroho berkata:

    setuju dengan perkataan terakhir kalu mau jalani aja dulu hubungannya sisanya belakangan. benar setuju berat! salam merdeka!

  • edratna berkata:

    Cinta harus memberikan rasa aman, namun juga membebaskan, artinya masing-masing harus punya ruang untuk tetap bisa melakukan kebebasan. Sifat anusia selalu ingin mencoba, terutama hal-hal yang melenakan, tanpa memahami bahwa pasangannya akan merasa dikhianati, dan sebuah maaf tak cukup menghapus rasa sakit itu.

  • mesinkasir berkata:

    perjalanan cerita cinta tidak pernah berakhir, selalu ada cerita selalu ada romantika, perjumpaan perpisahan dan kasih, belenggu dan pembebasan

  • Pitra berkata:

    hal spt itu (hampir) pasti kejadian pada semua orang ya, ndoro? tinggal selanjutnya bagaimana menemukan solusi dan mendapatkan definisi ulang cintanya.. Istilah “mendefinisikan ulang” ini kok lucu juga ya? πŸ˜€

  • serdadu95 berkata:

    Berikan kasih sayangmu kepada siapa ajahh, lalu perhatikan apa yang terjadi. Salam Superrrr ! (*mode:Mario Teguh:ON*)


    [ http://serdadu95.wordpress.com/2008/02/22/puisi-selingkuh/ ]

  • dony berkata:

    ndoro…..suka banget tulisan ini
    *save di hard disk*

    saya suka bagian ini πŸ™‚

    Apa boleh buat, Mas. Ini soal manusia. Dan manusia bukan benda mati. Ia selalu berubah, setiap saat. Karena itu, kalau sampean β€” atau siapa pun β€” hendak menjalin hubungan, jalani saja dulu. Serahkan urusan lainnya belakangan,” kata Paklik seraya meneruskan membaca koran yang tadi terhenti gara-gara saya bertanya.

  • Anang berkata:

    paklik is not good ups isnogud pasti bilang ‘is not good to have an affair’. wakakakakaka. dasar! isn’t good.

  • hardaka berkata:

    weleh weleh, ndoro kakung, jebulnya dunia perselingkuhan itu sudah sebegitu wajib to, sampek-sampek kita mengorbankan kebahagian anak, istri kita. emang enak nggak selingkuh………………….
    masalah komitment, perlunya PK (peninjauan kembali) memang itu diperlukan sebagaimana keris/pusaka keraton kan selalu di jamas setiap 1 syuro inipun berlaku juga dalam keluarga, hal ini untuk menumbuhkan rasa dan menghindari perselingkuhan.

  • KiMi berkata:

    Ehm… Tapi kalo katanya sih memang ada orang yang senang berselingkuh karena ada tantangannya tersendiri, blablablabla… Atau mungkin gak sih karena dia sendiri takut diselingkuhi jadi sebelum dia diselingkuhi pasangan resminya jadinya dia selingkuh duluan? *halah*

  • Rakimin Jr berkata:

    Weleh weleh…selingkuh. Sedikit sedikit selingkuh, sedikit sedikit selingkuh, selingkuh kok cuma sedikit. Kata simbahku dulu, selingkuh itu ndak bagus untuk kesehatan. Mendingan poligami, sehat tur berpahala. Betul tidak Aa’?

  • tonosa berkata:

    waaahh..!!!

    😯

    ternyata cinta itu bisa dibatalkan..???
    hmm..
    belajar.. belajar..

  • leksa berkata:

    ketoke, hari kasih sayang tahun ini lebih banyak diwarnai org putus dan selingkuh ya Ndoro?
    bukan begitu?

  • grubik berkata:

    Masalah menungso emang selalu samar-samar

  • cahayasura berkata:

    Valentine? Tidak.
    Kasih sayang? Mengapa tidak?

  • abdee berkata:

    saya justru pingin berselingkuh di hari kasih sayang ini ndoro…

    sayang, saya ndak sampe hati dan tak punya sumber daya nya.

  • silly berkata:

    Lahhhh… ngomongin gue yeeehhh???, hehehe πŸ™‚

    Ini pembenaran bagi perselingkuhan kaum adam kah?… atau “brainwash” agar level of exceptance people terhadap perselingkuhan itu sendiri menjadi lebih permisif???

    Semoga tidak… karena ketika pasangan berselingkuh… yang satu lagi happy-happy… yang satunya lagi serasa pengen ngiris2 nadi… NOT FAIR isn’t it???… πŸ™‚

  • detnot berkata:

    Punya tutorial [rekaman tape, slide, 3gp, dll) buat Belajar Selingkuh gak pakdhe?

    *maklum newbie

  • Genduk berkata:

    Nglik komennya Kang Hedi di atas? Ada cerita seru kyknya di balik kata taman sari… *ngikik*
    Tulisan ini ngingetin aku sama satu perempuan berhati besar yang tetap menerima suaminya skalipun ia tahu perselingkuhan yg dilakukan sang suami. *sedih*

  • bodrox berkata:

    Met hari valentine bOSs. Btw, saya sering baca tulisan kakung. Dan sering, menduga-duga… Isnogud itu siapa yah? tokoh khayal apa? Btw, kok namanya mirip-mirip Goenawan Mohamad?

  • Canon berkata:

    Udah bosen selingkuh trus pengin balik lagi tuh…..

  • -GoenRock- berkata:

    Hadooh, sebenarnya saya sudah merencanaken selingkuh eh, mangsud saya valentinan sama Luna Maya. Tapi gara2 saya lagi masup anjrit, batal deh ndor… *kruntelan sarung*

  • njepret berkata:

    ada yg disayang dan menyayang, ada yg diperhatikan dan memperhatikan 24 jam till death do us part.
    sesekali membuat hari lebih istimewa apa salahnya?

  • dobelden berkata:

    malam palentin begadang ronda .. hiks…

    Setia lah wahai manusia…

    *Setiap Tikungan Ada* πŸ˜†

  • GiE berkata:

    Soalan selingkuh, nggak banget deh buatku. Walau belum pernah ngerasain kawin. πŸ˜†

    Sebab, selingkuh itu egois. Nggak bisa dipake dalih atas nama cinta. Kalo ada lelaki selingkuh, trus bilangnya karena cinta. Ah ada-ada-aja, alesyan. Karena cinta itu sebenernya tulus, kalo ia selingkuh berarti cintanya nggak tulus.

    Bukan begitu, om? Hehe… πŸ˜†

  • marsitol berkata:

    kalau cinta itu membebaskan, berarti harus bisa membebaskan pasangan dari rasa takut dikhianati dan disakiti.
    seperti kata penasihat perkawinan tadi, rasa aman juga menjadi kebutuhan penting. melebihi nafkah lahir.

  • aroel berkata:

    mas GiE nich belum rasakan aja…..
    mungkin aja tokoh yang dibicarakan itu pada awalnya berkata seperti itu, ato lebih hebat dari itu….. tapi yah apa mau dikata (manusia tu hatinya berubah-ubah) hehehe…..
    Saya sendiri belum mencoba, terlintas diingatan sih ada, tapi jangan sampe deh…. mohon perlindungan pada Sang Pencipta (ALLAH)

  • eviwidi berkata:

    Cinta..oh..cintaa….tresno..oh tresno..
    palentine..? gak lah Ndoro…aku wong Jowo raperlu melu-melu palentinan koyo wong londo…:)

  • galihsatria berkata:

    Romeo Juliet, Rara Mendut Pranacitra, sampai ke Thomas Jefferson. Dengan kualitas isi seluas itu dan tuturan kata lancar bagai sedang menulis blog, saya jadi penasaran tentang bapak itu. Lebih fiktif mana antara dia dengan paklik isnogud he he he…

    anu, mas…ini cuma cerpen, fiktif semua πŸ˜€

  • Ya betul apa yang diungkapkan pada paragraf pembuka….Keluarga bahagiapun tidak semuanya memiliki cerita yang jujur dan baik. Banyak kok keluarga yang bahagia ternyata dibalik itu disesaki oleh cerita perselingkuhan dibelakang masing-masing pasangan.

  • suara hati berkata:

    Setahu saya suatu perjanjian bisa dibatalkan krn kemauan para pihak atau adanya wan prestasi dari salah satu pihak,saya baru tahu kalo cinta jg bisa dibatalkan.Makin ke sini cinta memang makin berubah wujud, dr semula abstrak mjadi benda materiil hingga bisa mjd objek pjanjian

  • […] Barusan itu adalah sepenggal pernyataan dari Pak Lik Isnogud, temannya Ndoro Kakung, dalam sebuah pembahasan soal selingkuh. […]

  • sanggita berkata:

    Ndoro, nyuwun pangapunten punawi kula nglunjak.

    *Alih bahasa ke Indonesia ajah* :
    Sepertinya saya pernah membaca alenia ke-20-24 di suatu tempat. Mungkin Ndoro bisa mencantumkan source-nya? Mohon maaf jika menghakimi.

    *Komen untuk konten* :
    Dulu saya pernah konsultasi ke seorang hipnoterapis. Tentang selingkuh, katanya sih karena ada ruang kosong di si A yang diisi si B. Udah. As simple as that.

    Oleh karena itu, selingkuh sebenarnya adalah pilihan sadar seseorang. Termasuk juga pilihan untuk melakukan cinta segi banyak. Sayangnya, masyarakat kan masih belum menerima konsep seperti itu.

    Jadi, kita harus berhati-hati meniti tali kesetimbangan antara intuisi individu dan konsesus sosial.

    *Wis wis…mulai sok tau*

  • diazhandsome berkata:

    wow… emang cinta itu berjuta rasanya yaa?? hehe…

    salam kenal… salam ganteng…
    http://diazhandsome.wordpress.com

  • zenteguh berkata:

    selingkuh memang selalu menggoda…(asem)

  • Enade berkata:

    Komitmen dan cinta? Ah referensiku cuma novel “Jomblo”nya Adhitya Mulya

  • kangtutur berkata:

    Terimakasih Cinta…
    Untuk Segalanya…

  • nenyok berkata:

    Salam
    namanya diselingkuhin tetep aja UUS Ndoro, Ujung-Ujungnya Suaakiit nyelekit πŸ™‚

  • Titis Sinatrya berkata:

    Sepakatkah “Cinta ada kadaluarsanya”…

  • masgodel berkata:

    mangutip dari atas…
    “siapa pun β€” hendak menjalin hubungan, jalani saja dulu. Serahkan urusan lainnya belakangan”

    bagaimana dengan komitment yang akan di jalani??, mohon pencerahan dari yang senior…

  • kaktuan berkata:

    wah….hidup memang penuh ketidakpastian….
    bijaksana…..bijaksini…bijaksana….bijaksini..

    seperti matahari kadang terbit di timur tepat, kadang meleset ke arah selatan kadang meleset ke arah utara.

    heheh
    ketidakpastian…..equal with statistics…

    sorry….iklan

  • aswad berkata:

    Saya menykai tampilan website anda dengan materi yang dibahas di dalamnya.
    saya akan slalu berkunjung untuk melihat informasi baru dari anda

  • lekdjie berkata:

    Saya ndak ikut2an ndoro,ra patut kaliyan mboten pareng.
    Selingkuh is no good…untukku,untukmu,untuknya dan untuk kita semua.

  • Ina berkata:

    Hidup Selingkuh…. !!

    *aroma kebejatan makin tajam tercium*

  • aCist berkata:

    aq benci perselingkuhan!!!!!!!

    selingkuh tidak bersyukur!!!

  • Bang Fer berkata:

    Cinta itu adalah suatu ujian yang indah ketika bersemi dan haru ketika kesulitan mendekap

  • DV berkata:

    komitmen itu untuk dibatalkan atau dihentikan, Ndoro ?

  • Mbelgedezβ„’ berkata:

    .
    Maap ya Ndoro, sayah cuman bisa bilang, hi…hi…hi….

    .
    ***melangkah mantap merasa aman-aman sajah…***

  • Suster Gila berkata:

    iya..iya..
    kali ini saya setuju dengan ndoro.
    *Ndoro tahu maksud saya πŸ˜‰

  • Supermance berkata:

    hmmm, ga ada hubungannya sama kehidupan asmara artis kan? hehe

  • dana berkata:

    Ah, paklik Isnogud emang yahud.

  • kita berkata:

    harusnya namanya paklik isgud tuh!!!hihihih..

  • silent reverie berkata:

    Komitmen tanpa cinta… hambar.
    Cinta tanpa komitmen… pincang.

    Believe this: life’s unpredictable!

  • genduk sinta berkata:

    duh….duh…..ndoro kalo benar komitmen itu terbuka untuk ditengok, dievaluasi, dikoreksi, bahkan mungkin dibatalkan, pasti menyakitkan kalo akhirnya a/ DIBATALKAN 😦
    sabar……….sabar……….sabar………..

  • hanny berkata:

    hari sabtu lalu saya naik taksi, lalu supir taksinya mengucapkan selamat valentine πŸ˜€

  • Benar-benar semprul.
    Hehehe… becanda…

    *kabur sebelum ditimpuk semprul*

  • selingkuh? hmm.. ga pernah kepikiran.. wong selalu dilaksanakan.. πŸ˜›

    *becanda..

  • fie berkata:

    hmm..hmm…itu konselor bisa dituntut karena menyalahi kode etik

  • vatonie berkata:

    *Sedang menjalani hari-hari tanpa istri sejak Agustus kemarin*

    Kalo setia pas istri ada di dekat mah biasa, tapi setia ketika istri jauh: BERAAAAATTTTTTT!!!!!!!

    Ampun….. 😦

    *Masih berusaha setia mengingat istri dan anak yg nun jauh disana, gogling n blogging aja buat membunuh waktu*

    Salam kenal ndoro…..

  • arista berkata:

    oalah ndoro palentinan juga tho

  • herikukuk berkata:

    ni aku juga selingkuh ndoro..
    enak juga loh..
    salam kenal wae..

  • dini berkata:

    kata suami saya… selingkuh itu biayanya mahal ndoro, ga sanggup dah. apalagi buat kita2 yang masih masuk golongan elit (ekonomi sulit).

    kira2 kata2 suami saya bisa dipegang ga yah ndoro… tau ah.. gelap

  • boyin berkata:

    masih suasana valentine..uasik banget ngerayain ama istri….gak pake selingkuh deh..berat di ongkos..hee

  • Santoso berkata:

    opo iku valentine.. ngertiku yo terpentin kae sing nggo ngencerke cat, ambe bensin sing nggo ngombe montorku kae…., sing penting tekan ngomah.. ketemu bojo… adus terus ngopy lak mak nyuss….

  • Audi berkata:

    Nggak merayakan ndoro. Masih belum menemukan seseorang buat saya berikan hati saya kepadanya.

    BTw, menarik juga artikelnya ndoro…

  • opappi berkata:

    apapun alasannya..iman adalah jawabannya ndoro

  • budimeeong berkata:

    Nda ndoro…perayaan hari kasih sayang bagi saya tiap hari…tiap waktu

  • yande berkata:

    Wess, artinya Ndoro Kakung juga belon tau jawabannya la apa lagi saya yang masih bau kencur, cuma klo yang saya rasakan sekarang ngga kepengen selingkuh bukan lantaran takut sama istri tapi lantaran takut sama anak πŸ™‚

  • roberthendrik berkata:

    “Dalam perkara hubungan, cinta saja ndak cukup, Mas. Ia membutuhkan komitmen. Tapi komitmen pun selalu bisa ditinjau ulang. Terbuka untuk ditengok, dievaluasi, dikoreksi, bahkan mungkin dibatalkan.”

    stuju pak… KOMITMEN memang yang paling perlu… wajah canti bisa ilanbg, perasaan cinta bisa berubah, bisa muncul kebosanan, dll dll dll.. tapi yang bikin bertahan ya KOMITMEN…

  • abu salam berkata:

    “Lagi pula, sampean mestinya tahu cinta itu bukan sesuatu yang final. Ia selalu terbuka untuk ditafsir ulang. Tapi justru itu menariknya. Kita akan terus menemukan definisi baru tentang cinta, sesuai ruang dan waktu.”

    hhmmm… that’s all we need, ada ruang untuk meredefinisi makna cinta, bukan pada subyeknya tapi pada obyeknya ..

  • sanggita berkata:

    @Roberthendrik,
    Kutipan itu sudah pernah saya baca di blog penulis terkenal.

    Ndoro!!! Plz deh, komen saya mbok digagas.

  • roberthendrik berkata:

    ^sanggita, mba.. itu kutipan dari tulsan di atas mba,hehehe….belum baca ya???

  • siput berkata:

    @ sanggita,
    klw ga salah dari “pronocitro dan pragmatisme” di caping-nya GM ya?saya juga merasa pernah baca..tp tulisannya ndoro bagus kok..tp lebih bagus klw itu di-insert dalam bentuk quote aja tapi ndoro line itu..quote dari mas goen..kan ndak enak sama penggemar2 senior sampeyan itu..hehe

    anu, itu saya ngutip rekaman bapak pasien itu je. makanya diberi tanda kutip. bapak itu ngutip caping gm? mungkin saja, kenapa tidak? mohon maaf kalau membuat ndak nyaman.

  • arsyad berkata:

    SELINGKUH = selingan indah keluarga tetap utuh πŸ™‚

  • siwi berkata:

    Huh. Aku benci banget sama orang yang selingkuh.

    Lho, kok jadi emosi? Hehe..
    πŸ˜›

  • aprikot berkata:

    Mendengar perbincangan orang lain memang selalu menggoda perhatian saya.

    sepertinya ini memang hobby ndoro, atau sudah ada dalam darah? *dikampleng*

  • antown berkata:

    semoga tidak sempat selingkuh deh nanti

  • Sugiyanto berkata:

    Kalau benar-benar cinta….tak mungkin akan selingkuh

    Jadi jgn bicara Cinta kalau masih selingkuh…

    Karena kita tak mungkin akan mencari pembanding bila kita sdh mendapatkan / puas dg apa yang kita jalani….

    Dr: Penjujung cinta sejati

  • Mbah Jiwo berkata:

    Hmmm ……….. hehe …. hihihi ….

    Lapor Ndoro,
    Dari atas gunung Kelud saya kabarkan saya menemukan sejenis cinta dalam bentuk lain. Mbuh jenenge opo ….

    Ya mungkin semacam rokok ndoro, ada ‘rasa’ secara biologis, ada ‘cita rasa’ secara psikologis, ada ‘tenggang rasa’ secara sosial karena wong2 sekitar gak mau diracuni, ada ‘pati rasa’ soale wis bebal gak iso dikandani trus iso nekad karepedewe, dst … dst …

    Cinta ??? Hmmm … opo yo artine ?

    Kalo sudah cinta sama rokok, biar orang lain bilang racun, penyakit, sampah, mbuh … tambah menjadi-jadi … hihihi …

    Cinta rokok ? Kayaknya aku butuh pembenaran2 dari luar planet ini untuk melawan argumen yang logis dari anti perokok.

    Mungkin para koruptor juga gitu, mungkin. Kadung kesengsem karo korupsi, ketagihan, terus, … terus, … senggama, … lupa … dan seterusnya …

    Selingkuh ? …. Iki tema-ne soal cinta biologis ya ndoro ? Hmmm … ?

    Sek … yo … tak tanyak-no Mbah Sudrun dulu ya ….

  • juliach berkata:

    Itulah komitment perkawinan. Jika sudah tidak cinta lagi (apapun alasannya) ya lebih baik dibatalkan(cerai) saja daripada saling menipu malah hanya menyakitkan hati saja.

  • Raihan_naufal berkata:

    Pagi Ndoro Kakung,

    Menarik ,…β€œMungkin bagi mereka, Bapak tak pernah memberikan satu hal yang jauh lebih penting: rasa aman. sepertinya Mudah dikatakan sulit dilakukan ya.., Rasa aman terhadap pasangan kadarnya berkurang dan terus berkurang tidak seperti “berlian”. There’s life u will go on..

  • brokencode berkata:

    mantap. tiap baca tulisan selingkuh rasanya gimana gitu deh …

  • babynda berkata:

    Sek baca berulang-ulang dulu.. humph… ga mudeng juga neh…*bengong*

  • ricohsanusi berkata:

    selamat buat andi & devi, juga upi & susan yg menikah di hari kasih sayang ini..
    owh, so sweet..

  • just me berkata:

    kalo saya, selalu ingin liat pasangan saya bahagia, senyum, dan tertawa…dan itu karena saya tentunya!! Tapi memang ndak bisa dipungkiri ndoro, kalo saya bertemu dengan orang lain yang mungkin sedikit saja lebih baik dari pasangan saya, rasanya naluriah jika saya sedikit berpikir nakal….gimana ya kalo saya pindah ke lain hati saja???? kalo cuma berfikir spt itu, saya berdosa g ya ndoro??? he…

  • shuLuh berkata:

    cinta .
    ia ditakdirkan menjadi kata tanpa benda .
    tak terlihat . hanya terasa . tapi dahsyat .

    cinta .
    ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar .

    cinta .
    ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan .

    cinta adalah kata tanpa benda . nama untuk beragam perasaan .
    muara ribuan makna . wakil dari sebuah kekuatan yang tak terkira .

    barangkali kita memang tidak memerlukan definisi cinta .
    seperti kita tidak membutuhkan penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari .
    kita hanya perlu tahu cara kerjanya .
    cara kerjanya itulah … definisinya :
    karena … kemudian … semua keajaiban terjawab di sana .

    *sedikit mengutip . hhe :B

  • Retty berkata:

    Ih sebel…paklik is no good…orang lagi nguping kok dimatikan….more…more…more…(eh pasiennya udah poligami istri ke4…penonton bubar…)

  • ardha berkata:

    hmm..

    Seandainya hari ini laki-laki dan perempuan rasionya 1:4

    Tahun depan mungkin saja jadi 1:6 dan akan terus bertambah..

    Nah,

    jika cinta hanya milik berdua..

    Hari ini : Tiga yang lainnya mau diapakan??

    Tahun depan : Bagaimana nasib Lima yang lainnya??

    ….

    Jika kita termasuk orang-orang yang berbagi cinta, kita pasti masih bisa bersyukur..

    Tapi gimana kalo ternyata kita termasuk orang-orang yang tidak kebagian cinta??

    Pikirkanlah lagi..

    Dunia tidak tercipta untuk dimiliki berdua

    Cinta pun terlahir untuk semua

    …..

    Berbagilah.. πŸ™‚

  • Jo berkata:

    temenku ada yg dulu-nya anti beratz dgn selingkuh. HARAM!!! setia selalu dijunjung tinggi. aku sendiri ragu, dia setia karena mau atau karena hubungan dgn pasangannya sudah (terlanjur) lebih dr 5 th. eh, belakangan ini dia setuju bangetz dgn selingkuh. so???? hehehe….

  • roberthendrik berkata:

    @jo, mungkin aja lagi masa2 kejanuhan dalam rumah tangga, biasanya tahun2 ke 4-10 itu masa – masa kejenuhan… well itulah namanya komitmen. tetap bertahan walaupun jenuh….

  • Tips Kecantikan berkata:

    komitmen bisa berubah seiring perjalan waktu dan usia komitmen tersebut, hanya jika tidak ada ‘maintenance’ hubungan agar tidak jadi kebosanan.

    biasanya selingkuh muncul akibat telah datang kebosanan diantara pasangan

  • Miss Anna berkata:

    perselingkuhan kbanyakan dilakukan sm pasangan yang udah berkeluarga kbanyakan, tapi gag menutup kemungkinan buat yang masih pacaran loh…….

    mengagumi secara emosional jugag termasuk perselingkuhan emosional…hohoho..

  • mrpall berkata:

    hmmmm…selingkuh….tapi banyak juga yg melakukan loh
    emang harus mengakui semua apakah yg pada selingkuh itu merasa selingkuh ????

  • indah berkata:

    sy hanya mau bercerita saja.. saat ini sy ingin menikah dg mantan pacar yg dulu sempat loose contact krn penugasan pekerjaan. masalahnya kami berdua saat ini sdh sama2 berkeluarga & keluarga kami juga bahagia. kami tdk ingin berselingkuh tp kami jg tdk ingin menyakiti pasangan kami dg bercerai. kekuatan cinta kami, menurut saya, terlampau hebat untuk bisa dipisahkan begitu saja. dan itu blm pernah sekalipun saya rasakan sebelumnya, bahkan dg suami sy sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Selingkuh Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: