Seusai pesta yang menyakitkan

Januari 2, 2023 § Tinggalkan komentar

Cerita hari ke-2.

Setelah pesta tahun baru yang menyakitkan, Annabelle terbangun di kamar hotelnya sendiri. Kekasihnya, James, sudah pergi tanpa meninggalkan pesan atau jejak.

Annabelle merasa kehilangan dan tidak tahu harus melakukan apa. Ia merasa ada sesuatu yang hilang di hatinya, seolah ada kekosongan yang tak terisi.

« Read the rest of this entry »

Pesta yang berakhir menyakitkan

Januari 1, 2023 § 1 Komentar

Cerita hari ke-1.

Pesta tahun baru di kota kecil di pantai telah menjadi tradisi setiap tahun. Kebanyakan orang di kota kecil ini menyambut tahun baru dengan pesta di pantai, menyalakan kembang api, dan menyanyikan lagu-lagu tahun baru.

Tahun ini, Annabelle dan James, kekasih yang telah bersama selama tiga tahun, juga ikut serta dalam pesta tersebut.

« Read the rest of this entry »

Suami Pecas Ndahe

Oktober 16, 2015 § 38 Komentar

Seperti apakah sosok suami idaman? Banyak perempuan mengangankannya, tapi banyak yang kemudian hanya mendapatkan rasa kecewa.

Ada begitu banyak kisah tentang suami yang menyia-nyiakan istrinya, mengabaikannya, meninggalkannya begitu saja, atau bahkan ada yang tega menganiaya ibu dari anak-anaknya.

Oleh sebab itu, saya seperti tersengat setelah membaca kisah tentang suami-istri yang diterbitkan di Beritagar.id ini.

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Alkisah ada seorang istri yang hendak memberi kejutan pada suaminya. Kejutan itu berupa koleksi foto seksi dirinya. « Read the rest of this entry »

Pertanyaan Pecas Ndahe

September 23, 2014 § 73 Komentar

Aku suka pertanyaan. Terutama pertanyaan yang datang dari mulutmu yang tak henti merenyeh. Kamu sering menanyakan hal-hal yang tampaknya tak penting dan aneh, tapi selalu mengusik hatiku.

Suatu kali, misalnya, kamu pernah bertanya, “Berapa liter air mata yang tumpah di Jakarta setiap hari?”

Pasti sulit sekali untuk mengukur berapa liter air mata yang tumpah di kota ini. Karena kita tahu ada orang-orang yang hanya menangis dalam hati sambil memandangi keluar jendela kantornya. Jendela apartemennya. Jendela rumahnya. Jendela bus Transjakarta. Atau jendela taksi.

Tapi begitulah caramu bertanya. Sesuatu yang aku sukai sejak dulu. Sampai sekarang. « Read the rest of this entry »

Perlip Pecas Ndahe

September 22, 2014 § 36 Komentar

Your words and my thoughts are heavy clouds over my head, but I know the sun is somewhere hidden behind. I want to rest for a moment now to gather my pieces. I want to take time to sort out the gem from the junk. I want things to flow again and I know only one thing to do: to be silent again, for just a moment….

Begitulah bait terakhir yang kuterima malam itu darimu. Selanjutnya hening.

Dan aku teringat pada kutipan yang masyhur itu, “Women use silence to express pain.”

Aku tak tahu kebenaran pernyataan itu. Sebab, tentang perempuan, ada sejuta tebakan sekaligus sejuta kemungkinan untuk salah.

Seseorang pernah mengatakan, “Bahkan 1001 malam pun tak cukup buat mendefinisikan perempuan.”

Ia mungkin hiperbolis … atau barangkali justru tahu diri. Perempuan memang susah ditebak. Meski para pria sering sok tahu, sesungguhnya mereka sangat kerap tertipu. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with cinta at Ndoro Kakung.