Aliran Pecas Ndahe

November 1, 2007 § 39 Komentar

Bisakah sebuah keyakinan atau aliran diadili, lalu dihukum? Perlukah negara mengurus soal keyakinan warga negaranya? « Read the rest of this entry »

Kubu Pecas Ndahe

Oktober 30, 2007 § 44 Komentar

Setelah pesta usai, lampu panggung dimatikan, piring kotor dicuci, dan disimpan lagi, sekarang saatnya saya leyeh-leyeh. Dua hari kemarin, Minggu dan Senin, saya sempatkan blogwalking membaca aneka ulasan kawan-kawan bloger, juga melihat [dan mentertawakan foto-foto] yang bertebaran di Flickr tentang Pesta Blogger 2007.

Secara sepintas saya menemukan sesuatu yang menarik: ada dua kubu ulasan tentang Pesta Blogger 2007. Kubu bloger senior [untuk tak menyebut umur mereka yang sudah 35+] dan idealis umumnya menilai Pesta Blogger masih kurang ini dan itu, mestinya harus begina dan begini. Seraya memberikan sedikit pujian, kelompok yang ini merasa para bloger mestinya ndak cuma bisa ngumpul dan hura-hura.

Kubu kedua, para bloger yang umurnya lebih muda [-35], generasi tanpa beban, kebanyakan menulis hal-hal yang lebih kasual, santai, ndak terlalu peduli dengan misi ini dan itu. Tapi, kelompok yang ini lebih antusias. Bergelora semangatnya.

Mereka ini merasa Pesta Blogger adalah kesempatan langka. Bisa hadir di Pesta Blogger saja merupakan sebuah kegembiraan, apalagi bertemu langsung dengan teman-teman sepergaulan di ranah digital yang semula hanya bisa ditemui di kotak komentar atau shout box.

Saya termasuk yang mana? « Read the rest of this entry »

Pemuda Pecas Ndahe

Oktober 26, 2007 § 22 Komentar

Terus terang, saya gamang juga menghadapi perhelatan akbar Pesta Blogger 2007 Sabtu besok. Soale saya ndak tahu mau ngomong apa di sana.

Untuk menenangkan pikiran yang byar-pet itulah saya sengaja sowan, sekaligus mohon doa restu kepada Paklik Isnogud. Saya ingin mendengar dan mendapat pencerahan dari “telaga yang meneduhkan” itu. Siapa tahu Paklik akan memberi saya sesuatu yang bisa saya bagi ke teman-teman sesama bloger.

Begitulah. Saya pun melangkahkan kaki ke rumah Pakliklah yang asri. Begitu tiba di rumahnya, orang yang saya cari ternyata berada di kebun belakang. Dia sedang berdiri sambil memandang deretan pot-pot anthurium dengan daun-daun ajaibnya. Ada Gelombang Cinta, Jenmani, dan sebagainya.

Ia tersenyum begitu melihat saya datang. « Read the rest of this entry »

Seleb Pecas Ndahe

Oktober 24, 2007 § 51 Komentar

Adakah jalan pintas untuk menjadi pesohor di ranah blog (baca: seleb blog)? Seorang kawan pernah mengajukan pertanyaan itu ke saya tempo hari. Dia bertanya karena tertarik membuat blog dan ingin langsung terkenal.

Karena merasa pertanyaan itu agak mengada-ada, saya pun balik bertanya, “Kenapa sampean mau jadi seleb blog? Kenapa sampean tak menjadi bloger saja dulu, menulis rutin, dan ajeg, baru setelah itu — kalau beruntung — sampean baru bisa menjadi seleb?”

Eh, dia menjawab dengan bertanya lagi, “Lah buat apa kita nge-blog kalau bukan untuk terkenal, Mas? Buat apa kita jadi bloger yang biasa-biasa saja? Selain itu, mengapa harus berlama-lama nge-blog kalau ada cara cepat jadi seleb blog? Ini zaman instant, Mas.” « Read the rest of this entry »

Hamilton Pecas Ndahe

Oktober 22, 2007 § 22 Komentar

Saya baru saja menyaksikan sejarah dipahat di Sirkuit Interlagos, Sao Paulo, Brasil. Pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen, untuk pertama kalinya menjadi juara dunia Grand Prix Formula 1.

Menyelesaikan finish di urutan pertama, pembalap berjuluk The Ice Man itu mengungguli rekan setimnya, Felipe Massa, dan Fernando Alonso dari McLaren-Mercedes. Raikkonen sekaligus mengubur impian pembalap Inggris, Lewis Hamilton, menjadi juara dunia GP F1 termuda dalam sejarah.

Tapi, buat saya, bukan Raikkonen bintang balapan Interlagos, melainkan Hamilton. Dia bertarung seperti banteng ketaton dalam lomba yang sangat dramatik. Sayang, Dewi Fortuna sedang menjauh dari pembalap McLaren-Mercedes itu … « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Piwulang category at Ndoro Kakung.