Superhero Pecas Ndahe
April 18, 2008 § 43 Komentar
Kenapa Superhero menolak masuk Indonesia? Begitulah judul sebuah lelucon yang beredar dari milis ke milis.
Saya ndak tahu siapa pembuat lelucon itu karena saya pun memperolehnya dari sebuah milis. Sampean mungkin juga sudah pernah membacanya.
Mohon maaf kepada siapa pun pengarang asli lelucon ini karena saya sudah lacang tanpa izin menulis ulang dan menerbitkannya di sini. Saya cuma ingin berbagi dengan sampean yang belum pernah membacanya.
Lelucon ini dimulai dari kabar tentang tingginya tingkat kriminalitas di Indonesia dewasa ini. Untuk memberantas kriminalitas, konon pemerintah lalu mengirimkan proposal kepada sejumlah superhero dari manca negara. « Read the rest of this entry »
3D Pecas Ndahe
April 14, 2008 § 69 Komentar
Para blogger mengeluh tak bisa membuka blognya yang indekos di Blogspot dan Multiply. Saya cuma bisa ikut prihatin. Tapi, jangan khawatir. Hidup jalan terus.
![]()
Kalau blog sampean diblokade, ya tinggal pindah saja. Ada banyak beberapa blog hosting di dalam negeri yang bebas blokade. Salah satunya Dagdigdug. Halah. Promosiiiiii … hihihi … « Read the rest of this entry »
Kesengkarutan Pecas Ndahe
April 3, 2008 § 16 Komentar
Whereof one cannot speak, thereof one must be silent – Ludwig Wittgenstein.
Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi juga tak gampang untuk diam. Kita tak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai.
Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidak-acuhan. Semuanya teka-teki.
Perlukah kita mencerca dia? Haruskah kita melempang-lempangkan garis kata-kata yang dibuatnya secara bengkok?
Mungkin tidak. Karena toh setidaknya kita masih membutuhkan pembicaraan dengan diri sendiri. Kita tidak hanya bertindak. Setiap tindakan memerlukan penghalalan. « Read the rest of this entry »
Kelimun Pecas Ndahe
Maret 2, 2008 § 14 Komentar
dalam kelimun
aku mendengar kau menyengau
mendesah dengan keluh
suaramu mirip pelaut majenun
yang menceracau parau
mengutuk hati yang rusuh
“ah, payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi,” katamu.
jadi apa lagi yang kau tunggu? ayo kita nge-blog lagi …