Game Pecas Ndahe

Februari 5, 2010 § 40 Komentar

Manusia adalah makhluk bermain (homo ludens). Seorang sejarawan Belanda, Johan Huizinga, pernah menulis buku klasik dengan judul seperti itu, Homo Ludens, pada 1938.

Dalam buku itu, Huizinga membuktikan bahwa kebudayaan tumbuh dalam permainan dan-paling tidak pada mulanya-tetap tinggal dalam suasana permainan. “The play element OF culture, and not the play element IN culture,” katanya.

Kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pemenuhan hidup, seperti berburu, juga diawali dengan permainan. Tarian dan nyanyian adalah dialog dalam bentuk permainan.

Tapi dunia berubah. Begitu juga peradaban. Semakin maju kebudayaan, makin lemah peran permainan di dalamnya. Ada kecenderungan umum dalam umum suatu kebudayaan, permainan berubah semakin serius sehingga permainan melarut dalam bentuk-bentuk kultural yang lebih mantap, seperti olahraga, kesenian, ilmu pengetahuan, dan tata negara. Untunglah, karena lebih tua dari kebudayaan dan sudah ada dalam taraf bawah manusiawi, permainan selalu muncul kembali. « Read the rest of this entry »

Kompetisi Pecas Ndahe

Januari 26, 2010 § 52 Komentar

Membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit itu sudah biasa; membuat sesuatu yang sulit menjadi sederhana, menjadi sangat sederhana – nah, itu namanya memiliki daya cipta. Begitulah kata pemusik jazz, Charles Mingus, kepada majalah Sport Illustrated.

Agar memiliki daya cipta, konon kita harus mempunya imajinasi. Karena, imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Anugerah imajinasi adalah inti kemampuan kita untuk berinovasi, kata Albert Einstein.

Imajinasi adalah kunci.

Saya baru melihat hubungan dari elemen-elemen penting itu setelah tempo hari menjadi juri sebuah kompetisi yang diadakan oleh perusahaan teknologi terkemuka.

Kompetisi tersebut bertujuan mencari individu-individu yang berpikiran terbuka, seorang inspirator, generator, aktif dalam pelbagai kegiatan sosial di dunia nyata maupun daring (online), sekaligus mampu menciptakan terobosan dalam bidang pendidikan berbasis teknologi. « Read the rest of this entry »

Keluarga Pecas Ndahe

Januari 19, 2010 § 57 Komentar

Hari ini Intel Indonesia Corporation secara resmi memperkenalkan jajaran keluarga prosesor terbarunya, Core i3, i5, dan i7. Apa manfaatnya bagi hidup kita?

CEO Intel Indonesia Corporation, Budi Wahyu Jati (tanpa helm), memamerkan prosesor Core terbaru


Hujan jatuh berderai-derai membasahi Jakarta tadi pagi. Mendung tebal menggantung di langit. Lalu lintas macet di beberapa titik. Kaki-kaki melangkah tergesa menghindar dari kuyup.

Di sebuah kafe di lantai dasar Wisma Mulia, Jakarta, tetamu berdatangan. Dalam sekejap, ruangan sesak. Acara pun bisa segera dimulai.

Di tengah lampu penerangan yang temaram, di ruangan yang diwarnai oleh jajaran laptop dan komputer meja seri terbaru, Intel Indonesia Corporation secara resmi memperkenalkan keluarga prosesor berbasis Core: i7, i5, dan i3.

Keluarga prosesor terbaru itu dibuat dengan teknologi 32 nanomilimeter. Berkat teknologi ini, sebuah komputer diklaim bekerja jauh lebih cepat dari sebelumnya, namun tetap hemat energi. Daya tahan baterai sebuah laptop, misalnya, jadi lebih panjang. « Read the rest of this entry »

Otak Pecas Ndahe

Januari 17, 2010 § 48 Komentar

Tidak semua komputer diciptakan sama. Untuk setiap kebutuhan, dibuat satu jenis komputer sendiri. Ada komputer desktop dengan otak dan mesin digdaya bagi mereka yang pekerjaannya berhubungan dengan fotografi, desain grafis, penyuntingan video/film.

Ada pula laptop jenis netbook bagi mereka yang hanya membutuhkan mesin untuk menulis dan mengakses Internet. Perangkat seperti ini cocok untuk para narablog.

Apa pun komputernya, ada satu bagian terpenting di dalamnya: prosesor. Inilah otak dari semua komputer — menentukan kecepatan pengolahan data dan instruksi, kualitas grafis, kemampuan kerja ganda, dan sebagainya. « Read the rest of this entry »

MyPulau Pecas Ndahe

Desember 16, 2009 § 45 Komentar

Jejaring sosial mungkin semacam mantra ajaib. Ia menyihir banyak orang menjadi pengikutnya. Barangkali juga dia sebuah kata kunci untuk membuka pintu pergaulan. Dan orang pun segera masuk ke sebuah dunia yang terhubung satu sama lain.

Maka, tak heran bila pelbagai layanan jejaring sosial pun bermunculan. Salah satunya adalah MyPulau. Ini layanan yang, katanya, disebut sebagai online social hub di Indonesia.

Di dalam “pulau” tersebut, semua favorit sampean dikumpulkan. Ia membantu sampean berhubungan dengan teman-teman dan komunitas lain — jaringan pulau-pulau. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the ulasan category at Ndoro Kakung.