Melbourne Pecas Ndahe
Oktober 20, 2010 § 85 Komentar
Musim semi di Melbourne. Angin berdesir-desir dingin pagi itu ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandar udara Tullamarine, Sabtu pekan lalu. Saya naikkan kerah jaket dan bergegas menuju meja imigrasi.
“Welcome to Melbourne, Sir. Have a nice day,” petugas imigrasi itu menyapa dengan ramah.
Saya membalas dengan tersenyum dan berlalu.
Jam di atas pintu keluar menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat. Melbourne sudah sibuk. Orang lalu lalang di trotoar. Kendaraan melaju di atas jalanan beraspal yang licin. Tiba-tiba handphone saya berdering. Sebuah SMS masuk.
Ehm! Rupanya dia tahu jadwal saya. Setelah bertukar kabar, saya pun masuk kendaraan yang hendak mengantar ke arah kota Melbourne. « Read the rest of this entry »
Clear.fi Pecas Ndahe
Mei 30, 2010 § 51 Komentar
Di Hotel Pangu 7 Star Beijing, Acer memperkenalkan konsep clear.fi. Dengan konsep ini, kolaborasi pelbagai perangkat makin mulus. Kuncinya pada satu sistem operasi terbuka. Apakah itu?
Kenalkan teman saya. Sebut saja namanya Mas Nganu. Usia masih di bawah 30 tahun. Lajang. Duitnya meteran alias berkantong tebal.
Dia menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, terutama komputer dan gadget. Tak heran bila tas kerja dan kantongnya berisi aneka macam alat kerja digital dan komunikasi nirkabel. Semuanya versi dan model terbaru. « Read the rest of this entry »
Korporat Pecas Ndahe
Maret 3, 2010 § 71 Komentar
Seseorang menulis di ruang Surat Pembaca sebuah koran nasional. Ia mengeluhkan sebuah operator telepon selular yang mengumbar janji akan memberikan layanan prima. Tapi ternyata janjinya gombal. Saat dia menelepon ke layanan pelanggan, bukan solusi yang diberikan melainkan kepusingan baru. Kenapa?
Dia merasa dipingpong ke sana-sini. Dan masalahnya tak kunjung ditangani dengan baik. Padahal persoalannya sederhana, mengapa telepon pintar dan kartu SIM yang baru saja dibelinya belum bisa dipakai mengakses data setelah tiga hari? Harus ke mana lagi dia mengadu bila perusahaan operator itu seperti tembok?
Aha. Kita mungkin kerap mendengar kisah serupa itu. Tak hanya di industri telekomunikasi, tapi juga di perbankan, elektronik, mobil, sepeda motor, dan sebagainya. Sering kali kita dikabarkan ada konsumen yang merasa tak dilayani dengan baik oleh produsen, penyelenggara jasa atau produk. Komunikasi macet. Dan tak ada solusi yang membuat konsumen senang.
Mengapa masalah seperti itu terus terjadi? « Read the rest of this entry »
Brand Pecas Ndahe
Desember 24, 2009 § 81 Komentar
Paras Fany Ariasari terlihat berseri-seri siang itu. Meski peluh membanjir di tubuhnya, senyum selalu terkembang di bibirnya. “Capek sih, tapi senang,” kata narablog asal Semarang itu.
Fany, juga dua narablog lainnya, Pitra Satvika dan Aulia Halimatussadiah alias Ollie, tengah mengikuti fun game yang diselenggarakan oleh PT Acer Indonesia di Gili Trawangan, Lombok. Fun game adalah acara selingan dari workshop teknologi termutakhir yang digelar oleh produsen laptop merek Acer itu pada 15-17 Desember lalu. « Read the rest of this entry »
Timeline Pecas Ndahe
Juli 13, 2009 § 74 Komentar
Apa yang paling penting dari sebuah notebook? Bobotnya yang ringan? Kecepatannya? Kelengkapan aplikasi? Kelancaran koneksi ke Internet? Atau baterai yang tahan lama?
Posting saya tentang Netbook ternyata memanen banyak komentar dan pertanyaan. Dari beberapa penanya, ada yang ingin tahu tentang notebook dengan baterai yang tahan lama.
Notebook dengan baterai tahan lama memang dambaan para pengguna notebook. Mereka umumnya menginginkan perangkat bergerak yang bisa dipakai terus tanpa harus dihubungkan ke listrik (AC).
Di pasar, beredar aneka laptop, notebook, dan netbook, dengan baterai yang tahan dipakai terus antara 1 – 4 jam, tergantung kapasitas sel baterai. Waktu masih baru, baterai notebook Acer Aspire 5583 NWXMI saya mampu bertahan kurang lebih dua jam. Lama-lama kinerjanya menurun hingga kurang lebih satu jam saja. Baterai laptop sampean tahan berapa lama?
Terbatasnya kinerja baterai merupakan keluhan umum pengguna notebook, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang kerap terjadi pemadaman listrik. Sebagian memakluminya dengan mengatakan, “Kalau mau yang lama, ya pakai saja PC. Colokin listrik. Beres.”
Masalahnya, bagaimana kalau tak ada listrik? « Read the rest of this entry »



