Aulia Pecas Ndahe

Desember 2, 2008 § 47 Komentar

Penjara adalah tempat di mana waktu berhenti.

Itulah kalimat Andre Malraux dalam salah satu bagian yang muram dari novel La Condition Humaine, menjelang Kyo menelan racun di lantai tahanan kaum revolusioner Tiongkok.

Di penjara, waktu memang berhenti karena masa depan telah diputuskan tak ada. Hukuman bukanlah awal suatu perubahan, atau metamorfosa, dari seorang kriminal jadi seorang warga negara yang baik. Hukuman telah jadi suatu keputusan final, seperti pepatah lama itu, sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak percaya.

Lalu apa gunanya bui? Dan kenapa selama ratusan tahun kegiatan mengurung orang itu diteruskan juga? « Read the rest of this entry »

Cek Pecas Ndahe

September 17, 2008 § 72 Komentar

Sampean pernah melihat cek? Bukan sembarang cek tentu saja, tapi cek pelawat yang setiap lembarnya bernilai Rp 50 juta?

headline koran yang ringkas dan cergas (10 september 2008)

Saya belum pernah. Rasanya banyak di antara sampean yang juga belum pernah.

Apa? Pernah? Halah. Sudahlah. Mengaku sajalah. Usahlah menipu. Kita toh sama-sama kaum rudin dari tanah gersang.

Kita bukan tuan-tuan terhormat di gedung beratap keong itu. Mereka jelas beda, terutama 41 orang yang namanya tercantum dalam daftar penerima cek @ Rp 500 juta.

Siapa sajakah mereka? Satu orang sudah mengaku. Namanya Agus Condro Prayitno dari PDI Perjuangan.

Empat puluh orang rekannya dari komisi yang sama belum juga mengacungkan tangan. Entah mereka menunggu apa. Mungkin wangsit. Barangkali keberanian … atau pemaksaan keterpaksaan. « Read the rest of this entry »

DPR Pecas Ndahe

Agustus 19, 2008 § 47 Komentar

Berapa gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia? Apakah pendapatan mereka cukup layak untuk hidup atau terlalu kecil sehingga mereka harus mencari tambahan?

gaji anggota dpr
[sumber: ePaper Koran Tempo, edisi 19 Agustus 2008]

Layak dan tidak itu mungkin relatif, tergantung dari mana kita melihat. Yang jelas, menurut koran yang ringkas dan cergas itu, beginilah rincian uang yang masuk dan keluar dari kantong para wakil rakyat kita di Senayan. « Read the rest of this entry »

Mutilasi Pecas Ndahe

Juli 22, 2008 § 39 Komentar

kpk awasi rapat di dpr

>> Asyik nih, KPK!

Dengan ikut hadir di rapat-rapat DPR, Komisi Pemberantasan Korupsi mungkin bermaksud melihat apakah para wakil rakyat itu terima amplop setelah rapat usai atau tidak.

Maksud KPK itu tentu baik adanya. Tapi, jangan sampai nanti anggota KPK malah ikut terima amplop juga. Itu namanya pecas ndahe.

Kalau para pengawas sampai ikut menikmati duit haram, enaknya diapain ya? Apa perlu mereka dimutilasi juga? Hiii … ngeriii …

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah terima amplop gaji?

Arisan Pecas Ndahe

Juli 11, 2008 § 46 Komentar

korupsi anggota dpr

WAKIL RAKYAT STOP KORUPSI

Korupsi mungkin seperti arisan: yang mengunduh berganti-gantian. Hari ini si A, besok si B, lusa si C, dan seterusnya. Dan di ujungnya sana, semua kebagian, semua senang. Hidup jalan terus.

Adakah yang bisa kita lakukan untuk membasminya? Kalaupun ada, dari mana memulainya? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with korupsi at Ndoro Kakung.